-->

Literasi Dimasa Pandemi, Siapa Takut

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Sebagai pelajar, pernahkah kalian mengunjungi toko buku dan menemukan sebuah buku yang berjejer rapi di toko, membaca sekilas narasi dari buku tersebut kemudian tertarik untuk memilikinya? Namun niat kamu surut ketika menyadari buku yang kalian incar tidak 
bersahabat dengan kantong seorang pelajar? 

Pada kesempatan lain, kalian sama sekali tidak tertarik untuk membaca karena tidak ada buku yang menarik dan sesuai dengan selera atau bisa jadi membaca menjadi membosankan dan tidak lebih menyenangkan dari kegiatan lainnya. 

Ketika berada di sekolah, para siswa juga merasa jenuh dan tidak memiliki minat
untuk membaca karena terbatasnya jumlah buku atau tidak tersedianya buku-buku terbaru
yang lebih menarik. Lantas, bagaimana dengan minat baca siswa pada masa pandemi covid-
19?

Sebelum melangkah jauh, perlu pemahaman tentang pengertian minat baca.
Pengertian minat baca menurut Ginting dalam tulisannya di Jurnal Pendidikan Penabur
adalah perasaan senang yang sangat kuat dalam kegiatan membaca yang membutuhkan
stimulus untuk mewujudkannya menjadi suatu kebiasaan. Minat menurut definisi Hurlock
adalah sumber motivasi yang mendorong individu melakukan kegiatan yang diinginkan.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat diartikan sebagai kecenderungan
hati yang tinggi terhadap sesuatu.

Sejak Covid 19 masuk ke Indonesia, kasus pertama penderita virus ini ditemukan
pada 2 Maret 2020 yang mengharuskan Pemerintah mengambil langkah dan keputusan secara tepat dalam mengantisipasi pergerakan virus corona. Semua elemen pemerintahan dan
lapisan masyarakat mengalami imbas. Untuk mencegah penyebaran virus ini, pemerintah pun
memutuskan untuk menghentikan proses pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi
pembelajaran berbasis digital yang dilaksanakan di rumah melalui perantara media bagi
daerah di Indonesia yang berada di zona merah. 

Tentunya keputusan ini mempengaruhi kualitas dan kuantitas pembelajaran. Biasanya, pada saat proses pembelajaran tatap muka guru dan siswa dapat berinteraksi secara langsung, memberikan pemahaman dan penjelasan sesuai materi kepada seluruh siswa yang berada di dalam ruangan kelas. 

Namun, pada proses pembelajaran secara daring meski dapat melaksanakan interaksi secara langsung, tidak semua siswa dapat terlibat dalam kegiatan pembelajaran karena terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki sesuai dengan kemampuan ekonomi para siswa.

Sebelum pandemi melanda, literasi di sekolah dilakukan dengan membaca selama 15
menit sebelum pelajaran dimulai, hal ini dilakukan dengan harapan mampu menaikkan minat
baca siswa. Dalam kegiatan ini, para peserta didik dapat memilih beragam jenis buku bacaan
yang tersedia di sekolah sesuai minat mereka, buku fiksi maupun non fiksi. 

Setelah membaca, guru akan meminta beberapa siswa untuk menyampaikan secara langsung atau tertulis kesimpulan dari buku yang dibaca. Namun, sudah lebih dari setahun, sejak Maret 2020 siswa tidak melakukan aktitivitas belajar di sekolah, lantas apakah literasi yang selama ini sudah dilakukan juga terhenti ikut terimbas Corona?

Sebelum pandemi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan rutin memberikan
penyuluhan minat baca kepada warga sekolah SD dan SMP yang ada di kota Medan. Dimasa
pandemi ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan tetap melakukan penyuluhan
kepada guru-guru yang merupakan ujung tombak untuk meningkatkan kualitas para pelajar.

Memang, tidak dapat dipungkiri bahwasanya banyak siswa yang menghabiskan waktu lebih
banyak dengan bermain Game Online yang tersedia di Gadget melalui koneksi internet
daripada mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Disinilah diperlukan keaktifan dan
kebijaksanaan para guru dalam memotivasi para siswa agar semakin menumbuhkan minat
baca melalui literasi digital. 

Dalam penyuluhan ini disampaikan 7 tips meningkatkan minat baca yaitu : 1. Biasakan membaca 10-15 menit setiap hari; 2. Bawalah buku saat pergi kemanapun; 3. Buat catatan kecil sesudah membaca; 4. Fokus dan konsisten; 5. Temukan manfaat dari buku yang kita baca; 6. Bacalah buku yang menarik bagimu; 7. Menulislah.

Kegiatan literasi di ruang publik pada masa pandemi ini tentu mengalami perubahan
karena adanya pembatasan gerak dan aktifitas sosial. Hal ini tentu berdampak pada
kunjungan masyarakat ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan yang berada di
Jalan Iskandar Muda, No. 270, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah – Kota Medan.

Sebelumnya, pengunjung dapat membaca buku dengan nyaman secara langsung di ruang
perpustakaan yang sejuk dengan barisan kursi yang tertata rapi, mengakses dan menemukan
buku yang dicari melalui fasilitas katalog on line yang tersedia. Para pemustaka dapat
membaca dan memanfaatkan fasilitas yang yang tersedia baik itu berupa buku-buku tercetak
dan e-book yang dapat diakses melalui e-pusda dengan berbagai disiplin ilmu maupun
layanan internet/WIFI yang dapat digunakan dengan gratis.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan memiliki koleksi lengkap, mulai dari
buku anak-anak, buku fiksi dan non fiksi dengan berbagai disiplin ilmu. Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan Kota Medan dibuka untuk umum setiap hari sebelum pandemi 19, senin s/d
Jumat, pukul 08.00 – 19.00 WIB, sabtu dan minggu, pukul 09.00 – 17.00 WIB. Mengadaptasi
dengan kebiasaan baru di tengah pandemi, kini Perpustakaan Kota Medan dibuka setiap hari
senin s/d jumat, pukul 08.00 – 16.00 WIB, hari sabtu dan minggu tutup. 

Sebelum masuk ke dalam ruang perpustakaan, para pengunjung diwajibkan untuk mematuhi protokoler kesehatan, memakai masker dan pelindung tubuh lainnya, mencuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak satu sama lainnya hingga pembatasan jumlah pengunjung.

Meski mengalami perubahan jadwal pelayanan, namun pengunjung Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan tetap dapat beraktifitas seperti biasanya. Perlu
disadari kehadiran perpustakaan kota Medan sangat membantu para pengunjung yang
sebagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas
perkuliahan, pembuatan karya ilmiah, penyelesaian laporan dan sebagai sumber referensi.

Ketersedian buku dan e-book yang lengkap semakin memudahkan masyarakat dalam
mengakses informasi. Pengunjung pun dapat meminjam buku dengan mendaftar menjadi
anggota perpustakaan. Syarat yang diajukan cukup mudah yaitu dengan mengisi formulir,
menyerahkan fotokopi KTP 1 lembar, dan pas foto ukuran 3 x 4, 2 lembar maka pengunjung
sudah terdaftar dan berhak untuk meminjam buku sebanyak 3 eksemplar selama 2 minggu.

Kehadiran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan selama pandemi di tengah-
tengah masyarakat kota Medan tentunya bertujuan sebagai sarana penyedia layanan informasi pengetahuan untuk mencerdaskan masyarakat Kota Medan agar menjadi orang yang sukses dikemudian hari. 

Bersama-sama kita bersatu untuk menghentikan laju perkembangan covid- 19 di kota Medan, agar masyarakat dapat beraktifitas dengan mudah dan leluasa tanpa adanya jarak pembatasan sosial. Kedepannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan akan selalu hadir dan berusaha menciptakan inovasi dan kreasi baru agar budaya minat baca masyarakat melalui kegiatan literasi semakin meningkat. 
(Penulis oleh : Elfrida Sijabat, S.Sos,M.I.Kom/Pustakawan Kota Medan)
Komentar Anda

Berita Terkini