Mahasiswa FISIP USU Ajak Anak-anak Menumbuhkan Budaya Literasi Dimasa Pandemic

HARIAN9 author photo


 MEDAN| H9
Dimasa pandemi covid – 19 ini kita harus mematuhi protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilisasi dan interaksi). Pandemi ini juga membuat banyak perubahan dalam segala aspek kehidupan baik lingkup ekonomi, sosial serta pendidikan. Seperti halnya sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lainnya yang melakukan semuanya secara daring. Walaupun dalam masa pandemi seperti ini Program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU tetap melaksanakan kegiatan pratikum di daerah tempat tinggal masing-masing yang dimulai pada 9 Maret 2021dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Nurleni Oktavia Pasaribu (NIM 180902005) adalah salah satu mahasiswa FISIP USU semester 6 yang melakukan pratikum dengan Supervisor Sekolah : Dr. Bengkel, M.Si dengan Supervisor Lembaga : Ibu  Karmaulina Sinaga melakukan pratikum di Kantor Lurah Sei Kera Hilir II  Gg. Bidan Jl. Prof. HM. Yamin Sh, Sei Kera Hilir II ,kec. Medan. Pratikum ini dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis pukul 09.00 wib – 17.00 wib ,Dalam kegiatan pratikum di kantor lurah Sei Kera Hilir II ini banyak hal yang bisa saya pelajari mulai dari menginput data BANSOS (bantuan sosial), data UMKM masyarakat kelurahan Sei Kera Hilir II, rapat bersama ibu PKK setempat, pengecekan posyandu BALITA di kelurahan Sei Kera Hilir II, melakukan razia masker bersama para staff kelurahan dan polisi dan juga tak lupa Gotong Royong Bersama setiap hari Jumat.

Selain melakukan pratikum di kantor lurah sei kera Hilir II, saya juga aktif membimbing anak-anak  Panti Asuhan Baitul Amanah yang berlokasi di Jalan Pendidikan No. 2  Bandar Setia, Medan. Anak-anak Panti Asuhan ini banyak mengalami kendala selama masa pandemi ini mulai dari kurang memadainya fasilitas pembelajaran daring, tidak adanya pihak yang membantu dan mengajak anak-anak untuk belajar. Selama melakukan pratikum di Panti Asuhan Baitul Amanah saya mendapat klien seorang Perempuan berinisial KT (13 tahun), KT adalah anak piatu dan berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga keluarganya menitipkan KT ke panti asuhan dengan harapan agar KT dapat menyambung kembali jenjang pendidikannya.

Selama saya membimbing dan mengajari anak panti saya menemukan KT ternyata masih belum melek huruf dan sulit membaca serta berhitung KT sangat tertinggal jauh dari teman-temannya yang lain sedangkan adik KT yang berinisial RG (10 tahun) sudah mahir membaca dan berhitung. Selain karena keterbatasan ekonomi KT juga merasa malu dan tidak percaya diri dikarenakan KT belum bisa membaca dan berhitung diumurnya yang sekarang ini sehingga membuatnya memilih untuk putus sekolah saja. Saya selaku mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial mencoba untuk membantunya dalam memecahkan masalah dan mengembalikan keberfungsian sosialnya dengan melakukan intervensi sosial menggunakan metode social casework.

Menurut Menzoda  masalah disebabkan oleh adanya ketidakmampuan individu atau kadangkala patalogi yang membuat seseoarang mengalami kesulitan untuk memenuhi tuntutan lingkungannya. Dalam kasus individual, menzoda melihat bahwa stress pada individu sering kali disebabkan oleh tekanan dari lingkungannya dan bukan disebabkan oleh factor internal individu. Dalam melakukan metode social casework ini yang saya lakukan pertama intake atau engagement adalah suatu tahapan paling awal anatara klien dengan pekerja sosial di tahap inilah terjalinnya kontrak untuk melihat keterlibatan klien dalam pemecahan masalahnya.

Kedua assessment yaitu tahapan pemahaman yang menyeluruh terhadap masalah klien, dalam memahami maslaah KT saya menggunakan beberapa Tools dalam assessment yakni Genogram dan Road Map. Ketiga Perencanaan (Planning) yaitu perencanaan penggunaan strategi,teknik dan metode dalam proses assessment, perencanaan yang saya berikan terhadap masalah KT yaitu membimbing KT untuk tertarik belajar membaca dan berhitung. Tahap keempat yaitu Intervensi adalah tahapan berupa kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Tahap kelima yaitu Evaluasi adalah tahapan penilaian terhadap  pencapaian tujuan dalam proses planning, KT dalam tahapan ini sudah mulai mengenal huruf dan sudah bisa menulis seta membaca walaupun tidak terlalu lancar.  (PR01)

 

Komentar Anda

Berita Terkini