Mahasiswa Fisip Usu Ajak Klien Rehabilitasi Narkoba Untuk Rajin Membaca Dengan Perpustakaan Mini

HARIAN9 author photo

MEDAN|H9
Kegiatan Pratek Kerja Lapangan 1 dilaksanakan di Panti Rehabilitasi Narkoba Medan Plus di Jalan Jamin Ginting Pasar VII No. 45, Kel. Beringin, Kec. Medan Selayang, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara dan rehabilitasi narkoba yang berlokasi di jalan Kampung Stakoetoe, Desa Salam Tani Kuta Tuah, Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara dengan mahasiswa praktikan yaitu Angelica Banjarnahor dengan nim 180902040 dan supervisor sekolah yaitu Prof. Dr. Risnawati Sinulingga, M.Th. 

Panti rehabilitasi narkoba ini menampung sekitar 80 orang dengan kisaran umur 15-45 tahun. Panti rehabilitasi ini memiliki pekerja sosial, konselor, dokter, psikolog, serta pendeta dan ustad.

Saya sebagai mahasiswa praktikan disambut baik oleh Bapak Eban Totonta Kaban selaku
pimpinan yayasan medan plus ini.

Kegiatan PKL 1 ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan yang dimulai dari tanggal 15
Maret 2021 dan berakhir pada 4 Juni 2021. Di bulan pertama tepatnya pada maret 2021 saya
melakukan observasi dan pengenalan diri kepada klien rehabilitasi serta staf di panti
rehabilitasi tersebut. Saya mendapatkan sambutan baik dari mereka dan mereka dengan
senang hati menerima saya untuk melakukan PKL disana. Selanjutnya saya mengikuti
berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di panti rehabilitasi medan plus tersebut,
seperti morning meeting, sesi belajar, serta kegiatan lainnya untuk mengakrabkan diri dengan
klien.

Di bulan april 2021 selagi saya mengikuti rangkaian kegiatan disana saya juga turut serta
membantu mengerjakan dan melengkapi berkas dan data diri klien yang nantinya akan
dikirimkan kemensos. Di bulan puasa ini juga saya dan teman – teman sesekali mengikuti
kegiatan berbuka puasa bersama klien dan staf panti rehabilitasi medan plus. Selanjutnya
diakhir bulan saya dan teman pkl saya membuat poster yang berisikan tentang bahaya
narkoba dan melakukan pemasangan poster di tempat rehabilitasi medan plus tersebut.

Pada bulan selanjutnya mei 2021, saya diajari mengenai tugas pekerja sosial dalam
rehabilitasi narkoba ini yang dilakukan untuk proses penyembuhan dalam rehabilitasi yaitu
screening, intake, orientasi, assesment, treatment plan, conseling, case management, clien
edukasi, crisis intervensi, consultation, report and record keeping, dan referal. Dalam
rehabilitasi ini tools assesment yang digunakan adalah ASI (Addiction Severity Index) dan
WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality Of Life-BREF).

Di pertengahan mei 2021 setelah mempelajari tugas – tugas tersebut saya mulai
memperatekkan kepada salah satu klien berinisial E.H dimulai dari tahap screening sampai
tahap intervensi untuk melihat perubahan apa saja yang sudah dilakukannya setelah berada di
panti rehabilitasi tersebut. Saya melakukan pendekatan dengan teknik wawancara untuk
mengassesment masalah apa yang dimiliki oleh klien E.H. Metode yang saya lakukan untuk
membantu klien adalah metode casework dengan memakai tahapan relasi antara terapisht dari

Skidmore, thackeray, dan farley 1994 yaitu:
Tahap Penelitian Study
Tahap ini merupakan tahap menjalin relasi dengan caseworker.  Saya menggunakan teknik
wawancara dan ecomap, saya melakukan wawancara tentang apa yang dirasakan oleh klien.
Ecomap saya gunakan untuk mengetahui hubungan antara klien dan orang terdekatnya
maupun lingkungan sosialnya. Disini klien harus merasa percaya dan nyaman untuk
menceritakan permasalahannya kepada pekerja sosial dan merasa bahwa pekerja sosial
mampu menyelesaikan permasalahannya.

Tahap Assessment
Pada tahapan ini timbul kesadaran akan keunikan dari setiap situasi atau masalah, sampai
pada timbulnya masalah pada satu situasi kehidupan. Proses pengkajian ini adalah langkah
awal  untuk memahami permasalahan apa yang sedang dialami klien tersebut. Dalam proses
pengkajian ini, tercapainya pengkajian yang relatif tepat sangat dipengaruhi oleh relasi dan
kerja sama antara praktisi dengan klien. E.H mengatakan bahwa terkadang dia merasa bosan
berada di rehabilitasi karena tidak diperbolehkan bermain Handphone selama proses
pemulihan, apalagi keluarga tidak diperbolehkan mengunjungi setiap hari. Klien tersebut juga
terkadang merasa sedih karena merasa dijauhi oleh teman-temannya dan ditinggalkan oleh
pacarnya setelah menggunakan narkoba sehingga ia beberapa kali terlihat murung, merasa
rendah diri dan merasa tidak pantas.

Tahap Intervensi
Tahapan intervensi berawal dari kontak pertama dengan klien. Tujuan dari proses ini
merupakan kesepakatan antara pekerja sosial dan klien, kebutuhan klien akan sangat
menentukan proses intervensi yang terjadi. Apabila pekerja sosial tidak dapat menyediakan
layanan yang klien butuhkan, maka ia bertanggung jawab untuk menghubungkn klien dengan
sumber layanan lainnya. Di tahap ini saya sudah mengetahui permasalahan yang dimiliki
klien adalah adanya rasa bosan yang muncul saat berada di rehabilitasi narkoba. Disini saya
menawarkan kepada klien untuk membuat perpustakaan mini di rehabilitasi ini agar ketika
bosan dia dapat membaca buku yang menurutnya menarik. 

Perpustakaan mini ini merupakan mini projek yang saya kerjakan untuk memenuhi tugas yang saya kerjakan. Saya menanyakan buku apa yang dia sukai kemudian mengumpulkan buku yang dia suka untuk dimasukkan ke perpustakaan mini, dia pun setuju dengan adanya perpustakaan mini ini. Saya juga menggunakan peran peksos sebagai motivator ketika dia bercerita tentang teman dan pacarnya. 

Saya membiarkan dia bercerita dan memberikan semangat dan dorongan agar cepat pulih dan membuktikan bahwa dia bisa pulih dan kembali berfungsi di masyarakat karena dia
masih memiliki teman yang mendukungnya dan keluarga yang selalu ada untuknya sehingga
ia tidak perlu memikirkan orang yang meninggalkannya karena masih banyak yang sayang
kepadanya.

Tahap Terminasi
Terminasi merupakan istilah yang menyatakan berakhirnya keseluruhan proses intervensi dan pemberian layanan terhadap klien. Terminasi terjadi jika klien telah mencapai kekuatan,
pemahaman, penyelesaian masalah dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam penanganan
masalah dalam suatu situasi kehidupan klien. Terminasi sering kali berasal dari inisiatif
pekerja sosial. 

Fase ini merupakan tahap dimana relasi antara case work dan klien akan di hentikan. Sebelumnya  saya melakukan evaluasi terhadap hasil dari parktik yang saya lakukan dengan si klien, seperti tujuan saya diawal yaitu berharap bahwa klien tersebut dapat mengikuti kegiatan pemulihan dengan baik tanpa ada halangan apapun, serta membuat perpustakaan mini yang bertujuan untuk mengobati rasa bosannya serta meningkatkan minat baca klien di rehabilitasi tersebut. Mereka merasa perpustakaan mini ini bermanfaat baginya untuk mengisi waktu luang, dia juga bisa membaca bersama teman – teman lainnya ketika
tidak ada kegiatan. 

Di bulan juni 2021 saya melakukan tahap terminasi karna menurut saya klien sudah dapat mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Di tahap ini juga dia sudah bisa menerima dan mencintai dirinya, ia sudah menerima dan percaya bahwa masih banyak yang sayang dan selalu ada untuknya sehingga ia sangat bersemangat untuk pulih dan percaya bahwa dia bisa menjalankan keberfungsian sosialnya kembali di masyarakat. 

Saya berharap dengan adanya perpustakaan mini di panti rehabilitasi narkoba ini dapat bermanfaat untuk mengisi waktu luang klien. Saya dan teman – teman PKL juga melakukan kegiatan tambahan yaitu membagikan masker kepada anak jalanan. Tujuannya adalah agar anak – anak tersebut tetap dapat mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid – 19 ini. Kami juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari virus covid – 19. Kami juga mengajak anak – anak jalanan untuk bermain games bersama untuk mengakrabkan diri dengan mereka.

Demikian yang bisa saya bagikan tentang pengalaman saya selama melaksanakan PKL. Di
akhir pertemuan PKL 1 ini kami menerima sambutan baik dari para staf dan klien, mereka
berterimakasih karena mereka merasa terbantu dengan kehadiran kami selama kurang lebih 3
bulan. Saya juga merasa sangat senang dalam melaksanakan PKL ini, saya mendapatkan
pengalaman berharga yang bisa saya rasakan saat bertemu dengan para klien rehabilitasi
narkoba dan juga merasa termotivasi mendengar cerita dan semangat mereka untuk dapat
pulih dan berfungsi lagi di masyarakat.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini