Mahasiswa FISIP USU Meningkatkan Bakat Anak Bernyanyi dan Bermain Musik Gitar di Panti Asuhan Yayasan Kasih Sahabat Dermawan

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Kegiatan Praktikum 1 yang dilaksanakan di Panti Asuhan Yayasan Kasih Sahabat Dermawan yang berada di Jl. Sei Terjun No. 8, Babura, Kec. Medan Baru, Kota Medan, dengan mahasiswa praktikan yaitu Nikson I. Purba dengan supervisor sekolah yaitu Ibu Malida Putri S. Sos, M. 
Kesos.

Kegiatan PKL 1 ini berlangsung selama kurun waktu kurang lebih 3 bulan yang dimulai dari 16
maret 2021 sampai berakhir pada 14 juni 2021. Jumlah anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Kasih Sahabat Dermawan ada 23 Orang dengan umur 6 sampai 16 tahun. Anak-anak dipanti ini ada yang masih duduk dibangku TK sampai yang paling besar kelas 1 SMA. Dimana anak-anak panti berasal dari keluarga ekonomi rendah dan anak yatim piatu yang ditampung pihak panti dan disekolahkan untuk mendapatkan pendidikan dang pengetahuan yang layak.

Pada awal praktikum tepat bulan maret Nikson dan teman-temannya yaitu Fernandus, Brema, Shinta melakukan perkenalan dengan anak-anka panti dan mengajak anak-anak panti untuk menyampaikan cita-cita, bakat, hobi mereka dan melakukan sharing santai terkait proses kedepannya selama praktikum berlangsung. Adik-adik dipanti asuhan juga berharap kepada Nikson dan teman-temannya agar membantu mereka dalam belajar daring pada masa pandemi covid-19, karena beberapa dari adik-adik tersebut sulit memahami dan menerima ilmu yang di paparkan oleh Guru karena melalui daring.

Dibulan kedua Nikson dan teman-temannya membuat kegitan seperti belajar bersama,
menggambar, bermain game, bernyanyi bersama dengan anak-anak panti dengan tujuan
membuat kegitan tersebut agar Nikson dan teman-temannya bersama seluruh anak-anak panti bisa saling mengenal satu sama lain. Agenda yang dilakukan oleh Nikson dan teman-temannya adalah membantu adik-adik belajar untuk persiapan UTS di sekolahnya. Karena terdiri dari 4 orang, Nikson dan teman-temannya, membagi kelompok masing-masing per mata pelajaran.

Nikson sendiri membantu mengajarkan mata pelajaran Seni Budaya dan Bahasa Indonesia. Di
pertengahan April, Nikson dan teman-temannya memiliki agenda yaitu mengajarkan adik-adik panti asuhan agar mencintai tanah air Indonesia lewat lagu-lagu Nasional. Jadi Nikson
memainkan alat musik gitar dan dibantu temannya Fernandus memainkan alat musik dari
aplikasi Real Drum dari handphone agar suasana dan semangat adik-adik bertambah untuk
menyanyikan lagu-lagu nasional dengan bersama-sama. Setelah itu Nikson dan kawan-kawan
juga memberi sosialisasi tentang bahaya Covid-19 dan memperkenalkan program 3M untuk
pencegahannya.

Banyak pemaparan perihal tentang Covid-19 ini yang dipaparkan termasuk diantaranya adalah Penggunaan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan juga Penerapan sistem Daring yang segalanya berbasis online. Dan kegiatan pemasangan poster ini pun juga dilakukan Nikson dan teman-temannya di area Panti Asuhan.

Dibulan Mei, Nikson mendapatkan seorang klien yang berinisial M. M ini adalah anak yang
berasal dari suatu desa di daerah Padang Sidempuan. M adalah anak yang memiliki sikap dewasa hanya saja dia adalah pendiam dan sering menyendiri dari teman-temannya. M memiliki minat untuk bisa mengasah bakatnya yang cita-citanya juga ingin menjadi artis dan ingin juga paham dalam memainkan alat musik gitar. M tertarik ingin belajar gitar karena melihat Nikson sebagai mahasiswa praktikan mahir bermain gitar. M juga ingin mahir bermain gitar sambil menyanyi agar dia bisa mengasah bakatnya tersebut dan menambah pengetahuan nya dalam bermain musik.

Nikson berinisiatif untuk melakukan mini project terhadap anak yang berinisial M tersebut.
Nikson yang berperan sebagai konsultan tersebut membawa sebuah alat musik gitar untuk
mengajari anak itu. Pada tahapan ini, dia menggunakan metode casework untuk membantu
clientnya. Nikson melakukan metode casework dari Zastrow, sebagai berikut;

1. Intake dan Contract, merupakan tahap kontrak kerja dan pengenalan program
pembelajaran dengan klien.

2. Assesment, merupakan tahapan pengenalan secara mendalam kepada klien dari masalah
klien dan harapan klien. Disini saya menggunakan tools wawancara dan pohon masalah.
Masalah yang dialami M adalah sulit menangkap nada dari alat musik ketika M ingin
bernyanyi, dan M sangat sulit dalam memain gitar tersebut.

3. Planning, merupakan tahap perencanaan yang dibuat Nikson untuk memecahkan
masalah klien dan mendapatkan info tentang keinginan klien. Pada tahapan ini Nikson
membawa sebuah alat musik yaitu gitar pribadinya agar dapat mengajari M dalam
memainkan musik gitar tersebut.

4. Intervensi, merupakan tahap dimana Nikson memberikan bimbingan tentang dasar
memainkan acord gitar dan cara mengikuti ketukan sebuah lagu dan menyesuaikan nada
suara dengan nada musik yang dimainkan. Pada tahap ini Nikson menilai dan
memastikan bahwa pelaksanaan intervensi sejalan dengan perencanaannya. Dan melihat
apa perkembangan yang terjadi selama proses intervensi berlangsung.

5. Evaluasi, merupakan tahap pengkoreksian antara Nikson dan klien dari program yang
sudah dikerjakan, kekurangan dan kelebihan dari program ini. Setelah ke empat tahapan
diatas selesai dilakukan, saya melihat M sudah dapat memainkan gitar dengan acord
dasar dengan lancar dan dapat mengikuti nada dari alat musik yang dimainkan.

Diakhir praktikum, Nikson dan ketiga temannya yaitu Fernandus, Brema, dan Shinta meminta kepada masing – masing anak panti untuk membuat surat kesan dan pesan kepada ke – 4 praktikan tersebut selama berpraktikum di panti itu. Kemudian mereka juga mengadakan perpisahan dengan anak – anak panti itu dengan memberikan beberapa bantuan terhadap panti yang berupa sembako, telur, dan indomie. Brema dan teman – temannya juga berharap mempunyai kesan yang baik dan dapat dikenang selama Praktikum di Panti tersebut.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini