Mahasiswa IKS Fisip USU Ambil Peran dalam Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 1 Pada MBKM

HARIAN9 author photo

 MEDAN| H9
Kampus mengajar merpakan kegiatan dari program Kampus Merdeka yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para tenaga pendidik dan peserta didik sekolah dasar untuk mendapatkan kesempatan belajar optimal di kondisi terbatas dan kritis selama pandemi, khususnya di daerah 3T. 

Program ini juga akan sekaligus dapat mengembangkan diri mahasiswa , khususnya dalam hal kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal lainnya. Pada kegiatan kampus mengajar ini, lama waktu yang digunakan mahasiswa dalam mengabdikan diriny salama 3 bulan, yakni dimulai pada tanggal 22 Maret sampai tanggal 25 Juni nantinya Tahapan pertama yang dilakukan dalam program ini yaitu tahap persiapan lapangan yang
meliputi melakukan pembekalan kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan kampus
mengajar. 

Pembekalan ini mengahdirkan beberapa guru, aktivis anak, dan narasumber
lainnya. Dalam pembekalan mereka membagikan materi berupa pegalam mengajar para guru,
pentingnya untuk selalu menjaga etika dan sopan santun, cara mendidik anak dengan dengan
memperhatikan aspek psikologis anak, serta inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Setelah
melakukan pembekalan dalam seminggu barulah para mahasiswa terjun ke penempatan
masaing masing. Saya sendiri ditempatkan di SD TRI DHARMA. 

Jadi SD TRI DHARMA saya jadikan sebagai tempat PKL 2 saya sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial-FISIP USU. Setelah mengikuti pembekalan , barulah meminta izin dengan menunjukkan surat tugas dari Kemendikbud kepada pihak sekolah serta penyampaian
maksud dan tujuan dari mahasiswa dalam kegiatan ini. Setelah disambut dan diterima oleh
pihak sekolah, barulah keesokan harinya para mahasiswa siap menjalankan tugas sesuai dari
arahan pihak sekolah.

Tahapan kedua yaitu melakukan Assesment. Proses Assesment yang dilakukan disini
dilakukan guna mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan pada sekolah tersebut.
Pelaksanaan assessment dilakukan dengan tools observasi sekolah dan diskusi dengan para
guru. Dalam observasi sekolah dilakukan pengamatan bangunan dan para peserta didik.
Selain itu dilakukan diskusi santai untuk lebih mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam
sekolah ini. 

Setelah melakukan observasi, didapat hasil bahwa bangunan sekolah sudah
sangat layak, hanya aja ada beberapa fasilitas khususnya di kamarmandi yang masih kurang
terpenuhi seperti ember dan gayung yang belum lengkap di toilet siswa dan fasilitas rak
sepatu yang tidak ada mengingat keadaan siswa yang membuka sepatu sebelum masuk ke
kelas. Walaupun hanya masalah kecil, terkadang guru merasa kesal melihat sepatu anak-anak
yang berserakkan di depan pintu kelas. 

Hasil Assesment juga menunjukkan bahwa beberapa guru mengeluh kesulitan dalam menggunakan aplikasi pengisian raport online. Dan yang terakhir banyak juga yang mengatakan bahwa selama pandemi, banyak siswa yang sedikit jumlah kehadirannya dalam seminngu untuk sekolah. Jadi, setelah melakukan observasi sebagai salah satu bentuk assesment, diperolehlah masalah-masalah yang telah disebutkan tadi.

Tahapan ketiga adalah tahap perencanaan. Dalam tahap ini mahasiswa bertindak sebagai
fasilitator yang membantu masyarakat sekolah berdiskusi dan memikirkan kegiatan apa saja
yang dilakukan guna mengatasi permasalahan yang ada, khususya berkaitan dengan
lingkungan sekolah. Dalam rangka mengatasi beberapa masalah di atas, dilakukanlah
perencanaan kegiatan yakni: Yang pertama adalah memenuhi beebrapa fasilitas yang masih
kurang di kamar mandi sekolah. Kedua melakukan pendampingan guru dalam mengisi raport
online. Untuk hal ini juga akan dibantu oleh pihak operator sekolah. Ketiga, menempelkan
poster sebagai media sosialisasi pada guru dan orang tua agar dapat menciptakan hubungan
yang baik demi meningkatkan kualitas anak. Dan mengingat karena melakukan tempat
pengabdian di sekolah, mengajari siswa merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Jadi
pelaksananaan kegiatan belajar mengajar juga dilakukan, hanya saja hal yang diajarkan tidak
tepaku pada mata pelajaran bidang studi siswa. Sebagai contoh para siswa diajarkan untuk
belajar bahasa perancis, belajar tari-tarian daerah, serta menyanyikan lagu-lagu nasional.

Tahapan keempat yaitu pelaksanaan kegiatan. Pada tahap pelaksanaan ini, tidak ada individu
atau kelompok yang menentang kegiatan tersebut. Dan dalam upaya pelaksanaan program
pengembangan masyarakat lingkungan sekolah, diharapkan masyarakat lingkungan sekolah
seperti uru, siswa, dan orang tua dapat melaksanakan kegiatan sesuai apa yang telaah
disosialisaikan pada tahap perencanaan. Seperti pada kasus, di sekolah tersebut terdapat
seorang siswa disabilitas. 

Siswa tersebut adalah seorang tuna runggu dan dia sudah berada di kelas 6. Untungnya dia orang yang aktif di sekolah dan tidak merasa berkecil hati akan keterbatasannya. Hanya saja dia kesulitan dalam menyelesaikan ujiannya sehingga membutuhkan perlakuan khusus. 

Dalam kasus ini, perencanaan yang dilakukan adalah mengedukasi para teman sekelasnya agar memanggis siswa tersebut dengan sebutan yang layak, sehingga tidak terdengar seperti merendahkan siswa disabilitas tersebut. Dalam hal ini keikutsertaan masyarakat lingkungan sekolah sangat diandalkan dalam upaya melestarikan program yang telah dikerjakan.

Tahap kelima yaitu melakukan evaluasi program. Dalam evaluasi, melihat ekspresi para
siswa ketika diberikan pelajaran diluar mata pelajaran yang disekolah, mereka merasa senang
dan antusias. Apalagi ketika menyanyikan lagu wajib dan belajar tari-tari daerah sebagaian
siswa menunjukkan antusias yang tinggi. Sasaran dari program ini tentunya adalah
melestarikan budaya nasional serta lagu-lagu nasional sehingga pra siswa tidak cenderung
pada satu sisi mengikuti tren joget-joget dan lagu-lagu di media sosial. Selain tiu pada
program pengisian raport online, jumlah guru yang mengerti dalam pengisian raport online
juga bertambah. 

Pelaksanaan juga dibantu oleh guru yang memng sudah ahli sehingga
menimbulkan kerjasama guna meringankan tugas operator sekolah. Sedangkan untuk
penyediaan fasilitas terlihat seperti kegiatan amal, sehingga program tidak terlihat sebagai
kegiatan yang memerlukan keahlian pekerja sosial. Dan pada program sosialisasi
menggunakan poster guna menciptakan hubungan yang baik antara guru dan orang tua,
ditempelkan di dekat ruang kelas satu. 

Hal ini dilakukan mengingat orang tua kelas satu sering datang menjemput anaknya sehingga untuk semester depan, para orang tua bisa membaca poster yang telah dibuat. Secara keseluruhan, rencana kegiatan belum dapat menunjukka perubahan yang berarti dan belum bisa dijamin apakah perubahan yang terjadi akan berlangsung lama atau tidak.

Sesuai dengan buku karangan Isbandi Rukminto Adi yang berjudul Kesejahteraan SOSIAL,
metode yang saya lakukan masih pada level mikro dengan metode group work. Jadi kali ini
saya tidak hanya berfokus pada satu orang, tetapi berfokus pada orang-orang yang berada
yang terlibat di sekolah. Apalagi dalam mendampingi guru dalam mengisi raport online,
metode yang saya gunakan yaitu membentuk kelompok kecil lalu mendampingi satu guru.

Guru lainnya akan mengikuti arahan dari guru sudah diamping dan mengerti pengisian raport
online. Jadi saya tidak mengajari guru tersebut, tetapi para guru saling bekerja sama satu
sama lain. Begitu juga dengan program-program lainnya yang telah dijalankan. Dan sesuai
juga pada buku karangan Isbandi Rukminto Adi yang berjudul Kesejahteraan SOSIAL,
dijelaskan pada halaman 216 bahwa terdapat tujuh peran yang sering diadopsi dan
dikembangkan oleh community worker. Sesuai dengan apa yang telah dilakukan diatas,
peranan yang dimainkan dalam program ini yaitu Enabler dan fasilitator. 

Hal tersebut dikatakan karena adanya pertimbangan yakni:
1. Membantu pihak sekolah menyadari dan melihat kondisi mereka
2. Berusaha membangkitkan dan mengembangkan organisasi dalam lingkungan sekolah
3. Mengembangkan relasi yang baik di sekolah
4. Memberikan beberapa fasilitas yang sederhana

Dan diakhir penugasan pada tahap terminasi sebagai bentuk tanda teleh selesainya program
dan penarikan mahasiswa, dilakukan melalui verifikasi data mahasiswa melalui akun mbkm
sekolah yang sudah terdaftar. Selain itu dilakukan juga pengisian data mahasiswa yang telah
bertugas selama tiga bulan. (PR01)

Nama Mahasiswa: David Beckham Panes
Supervisor : Randa Putra S.Sos, M.Kessos
Komentar Anda

Berita Terkini