Mahasiswa IKS FISIP USU Beri Edukasi agar Tidak Minder dengan Cara Mencintai Diri Sendiri dan Selalu Bersyukur

HARIAN9 author photo

 

MEDAN| H9
Kegiatan dilaksanakan Lembaga PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak), Jl. Abdul Hakim Ps. I Setiabudi No. 5A, Padang Bulan, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Saya Dipa Orisa Saragih sebagai mahasiswa PKL  dan dibawah naungan supervisor sekolah yaitu bapak Randa Putra Kasea Siregar S.sos., M.kessos dan supervisor lembaga oleh Bapak Anwar.

PKPA merupakan sebuah lembaga yang banyak membantu penanganan kasus kasus yang melanggar perlindungan anak. PKPA  Memberikan Layanan bagi anak-anak dan remaja di bidang hukum dan akses terhadap keadilan, anak korban trafficking, anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan anak yang berkonflik dengan hukum seringkali mendapat perlakukan yang tidak manusiawi dan juga perlakukan sewenang-wenang dari penegak hukum. 

Anak-anak dari keluarga miskin seringkali diabaikan hak-haknya untuk mendapatkan rasa keadilan. PKPA juga melakukan advokasi kebijakan di tingkat lokal dan nasional untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak sesuai standar hukum internasional Hak Asasi Manusia. SKA merupakan bagian dari PKPA yang dimana mereka memili anak anak dampingan. 

Dibulan maret sampai bulan april Dipa masih melakukan kegiatan sesuai dengan kantor seperti , menyusun buku diperpustakaam, peserta zoom, pengimoutan data, PKPA juga melakukan pengumpulan data mengenai anak yang diambil dari koran mengenai permasalahan anak dan perempuan yang dibentuk menjadi kliping. Pada tanggal 07 april 2021, Dipa menemui supervisior SKA (Sanggar Kreativitas Anak) dan membuat kesepakatan mengenai mini project yang akan Dipa laksanan. Untuk memenuhi syarat PKL. Kira kira pada akhir bulan april Dipa menemuin anak dampingan PKPA untuk melakukan kontrak yang dimana akan menjadi klien untuk melaksanakan mini project, berlokasi di Gg. Maju 8, Kwala Bekala, kec. Medan Johor, Kota Medan. Kemudian pada sekitar bulan Mei Dipa melaksanakan mini projectnya. 

Minder merupakan  perasaan saat sesorang tidak yakin akan kemampuan dirinya,  secara tidak sadar menganggap dirinya tidak akan cukup untuk mencapai suatu target tertentu dna rasa minder dapat dirasakan berbagai kalangan, baik orang dewasa dan anak anakSeperti yang dialami klien dipa, bahwa dia selalu merasa minder terhadap orang lain, dan terkadang suka membandingkan kehidupan yang dijalanimya demgan kehidupan teman temanya yang mungkin lebih baik daripada dia, sehingga si klien kurang  PD berbicara dmegan orang lain, dan hal inilah yang mendiromg Dipa untuk memberikan edukasi mengenai menghilangkan rasa minder dan selalu bersyukur. Metode casework yang digunakan dipa dalam membantu kliennya adalah menggunakan 6 metode yaitu : 

1.Engagement, intake dan contrac : yang dimana pada tahap ini dipa dan klien membuat kesepakatan mengenai proses mini project yang akan di lakukan dipa bersama klien.

2.Pengungkapan dan pemahaman masalah (assessment) : pada tahap ini dipa mulai membangun hubungan yang baik untuk membuat kliennya merasa nyama dan tidak canggung lagi melalui bercerita dengan dengan memberikan pertanyaan lanjutan pada klien untuk lebih memastikan latar belakang masalah klein pada tahap assesment ini dipa menggunakan assessment tools berupa Ecomaps, yang mana pada proses ini klien mulai menggungkapkan apa yang jadi masalahnya. 

3.Perencanaan / planning : pada tahap ini dipa dan klien melakukan perencanaan untuk mecahkan masalah yang di hadapi si klien Setelah melakukan diskusi didapati 2 metode yang bisa membantu klien tidak menjadi orang yang gampang minder yaitu memberi pengetahuan mengenai pentingnya mencintai diri sendiri dan agar selalu bersyukur

4.Tahap intervensi : pada tahap ini dapat dilihat dalam sifat klien.-Pertemuan pertama pada tahap intervensi ini Dipa menjadi seperti teman bagi klien dimana klien bercerita tentang dirinya, setelah selesai klien berbicara Kemudian Dipa memberi pengertian pengertian pentingnya mencintai diri sendiri, bersyukur, dan tidak selalu menbanding bandingkan. 

-Pertemuan selanjutnya Dipa melihat klien sudah mulai memahami kenapa harus mencintai diri sendiri dan bersyukur. Sehingga si klien lebih mau mengeluarkan pendapat dan tidak begitu gugup lagi. 

-Pertemuan akhir tahap intervensi Lulu dan klien melakukan sharing mengenai mencitantai diri sendiri, dan siklien mengakui termyata selama ini dia memang minder terutama dari segi ekonomi dengan teman temanya yang lain. 

5.Tahap Evaluasi : pada tahap ini Dipa dan kliennya mengevaluasi apa yang sudah mereka kerjakan dan apa yang sudah mereka dapatkan selama proses itu berjalan. Klien mengatakan dia sekarang lebih banyak mengucapkan rasa bersyukur daripada bersungut sungut dan lebih happy menjalani kegiatan sehari harinya

6.Tahap terminasi : Pada tahap terminasi Dipa dan rekannya berkumpul dengan klien klien tiap orang dan melakukan akhir pada proses mini project mereka para klien memberi pemberian kesan pesan kepada Dipa dan rekanya. 

Atas praktikum ini, klien menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi karena sudah mau memneri edukasi mengenai pentingnya untuk mencintai diri sendiri sehingga siklien mendapatkan pengetahuan baru, saat ini klien sedang berusaha untuk melawan rasa mindernya dengan cara mencitai dirinya sendiri. 


Komentar Anda

Berita Terkini