Mahasiswi IKS FISIP USU Berikan Perpustakaan Mini Di Panti Rehabilitasi Narkoba

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Kegiatan Praktikum Kerja Lapangan 1 berlangsung selama kurang lebih 3 bulan yang dimulai dari 15 maret 2021 dan berakhir pada 4 juni 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Rehabilitasi Narkoba Medan Plus di Jln. Jamin Ginting Jl. Pasar VII No.45, Medan, dengan mahasiswi praktikan ilmu kesejahteraan sosial dari FISIP USU yaitu Rhut Dear Dwigita dan dibimbing oleh supervisor sekolah yaitu Ibu Prof. Dr. Risnawati Sinulingga, M.Th. Panti rehabilitasi dipimpin oleh Pimpinan IPWL yaitu Eban Totonta Kaban. 

Rehab ini memiliki klien sekitar 80 orang yang berumur mulai dari 15-45 tahun.
Pada awal bulan maret saya melakukan observasi, pengenalan, serta sosialisai terhadap staf-
staf dan klien yang berada di panti rehabilitasi.
Lalu kegiatan yang saya lakukan selanjutnya yaitu ikut serta dalam mengisi data-data klien yang akan di kirim ke KEMENSOS.

Pada bulan selanjutnya saya belajar mengenai tahapan-tahapan apa saja yang dilakukan klien
dari awal masuk rehabilitasi sampai dengan keluarnya klien dari panti rehabilitasi tersebut.
Selain itu, dalam mendukung kegiatan selama PKL, saya dan teman-teman membuat sebuah
poster yang berisi tentang Bahaya Narkoba dengan tujuan dapat memberikan motivasi yang
positif kepada para klien yang berada di rehab.

Dalam pelaksanaan PKL 1, Rhut memiliki klien seorang laki-laki yang berusia 20 tahun berinisial ER, klien cerita tentang keluh kesah dia di rehab. Salah satunya yaitu karena tidak
diperbolehkan menggunakan hp. Lalu saya pun akhirnya mempunyai saran agar klien dapat
mengisi waktunya tersebut dengan hal yang berguna yaitu membaca buku. Dengan inilah saya
membuat perpustakaan mini sebagai mini project saya.

Adapun metode casework yang digunakan adalah metode case work dengan pendekatan dari
Skidmore, Thackeray dan Farley (1994) yaitu:
1. Tahap Penelitian
Tahap ini merupakan tahap klien menjalin relasi dengan caseworker. Dimana klien bersedia
untuk mengungkapkan masalah-masalah yang di alami. Pada tahapan penelitian, klien
menentukan apakah akan melanjutkan relasi dengan caseworker atau tidak. Pada tahap ini
pentingnya klien merasakan bahwa caseworker mampu mengatasi masalah yang klien hadapi.

2. Tahap Pengkajian
Ditahap kedua ini tahapan untuk memahami permasalahan yang sedang dialami klien. Disini
klien saya sudah bersedia untuk menjalin relasi dan untuk memahami permasalahan yang
dihadapi maka saya memilih menggunakan tools ecomap.

3. Tahap Intervensi
Tahapan ini merupakan kesepakatan antara pekerja sosial dan klien, kebutuhan klien akan
sangat menentukan proses intervensi yang terjadi. Disini saya juga sudah mulai membuat
perencanaan atas apa yang akan saya buat terhadap klien. Saya sudah mulai memilih buku-
buku apa saja yang berguna dan menarik untuk dibaca klien.

4. Tahap Terminasi
Terminasi merupakan istilah yang menyatakan berakhirnya keseluruhan proses intervensi dan pemberian layanan terhadap klien. Terminasi terjadi jika klien telah mencapai apa yang
dibutuhkan sesuai dengan penanganan masalah yang dihadapi.

Tujuan saya di awal yaitu berharap si klien dapat lebih rajin membaca dan menggunakan
kekosongan waktunya dengan membaca buku agar ilmu dan wawasannya semakin bertambah.

Dan apa yang saya lakukan berhasil dengan baik. Karena menurut saya si klien sudah mulai rajin membaca buku-buku yang saya berikan, maka disitulah saya melakukan tahap terminasi.

Disamping itu saya dan teman-teman yang lain melakukan kegiatan tambahan diluar dari
kegiatan PKL yaitu membagikan masker kepada anak jalanan. Tujuannya adalah agar anak-anak tersebut dapat mematuhi protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatannya di masa
pandemi ini.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini