Mengatasi Insecure Mahasiswi FISIP USU Memberikan Motivasi untuk Produktif dan Berpikir Positif

HARIAN9 author photo
 

MEDAN| H9
Siti Mahgriza Sinaga atau biasa disapa Riza merupakan mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip USU yang telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan 1 (PKL) di Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang dengan Supervisor kampus yaitu Ibu Hairani, S.sos, M.SP. Kegiatan PKL 1 telah dilaksanakan terhitung sejak akhir bulan Maret 2021 hingga awal bulan Juni 
2021.

Pada kegiatan praktikum bulan April Riza dan ketiga temannya yaitu Suci, Latipah dan
Liscorpio mengikuti kegiatan rapat kerja 2021 yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas
Sosial yaitu Bapak Rudi Tambunan S.T, MAB. Kegiatan ini juga menjadi agenda kegiatan
awal sejak melaksanakan Praktikum di Dinas Sosial Deli Serdang.

Selama melaksanakan Praktikum di Dinas Sosial Deli Serdang Riza dan ketiga temannya
ditempatkan di bidang yang berbeda-beda, diantaranya bidang Rehsos (Rehabilitasi Sosial),
Linjamsos (Lindungan Jaminan Sosial), Pemsos (Pemberdayaan Sosial) dan PFM
(Penanganan Fakir Miskin). Riza kebetulan ditempatkan pada bidang PFM (Penanganan
Fakir Miskin) namun walaupun diletakkan secara terpisah, bidang Umum selaku bidang yang
mengurusi bagian administrasi dan lain-lain memperbolehkan mahasiswa praktikum tetap
ikut turun ke lapangan walaupun di bidang yang berbeda.

Kegiatan selama Riza bulan April di bidang PFM adalah membantu proses administrasi,
mendata surat masuk dan keluar, serta mendata para pemilik mesin EDC aktif yang dimiliki
oleh pemilik e-warung. Pada bulan April Riza juga turut mendatangi lokasi pencarian korban
hanyut di sungai Ular yang bertempat di perbatasan antara Perbaungan dan Lubuk Pakam
bersama dengan pegawai dinas sosial bidang Linjamsos. Kegiatan pada bulan April Riza juga
ikut bersama bidang Rehsos untuk mengurus kepulangan ODGJ (Orang dengan Gangguan
Jiwa) yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem beralamat di Jl. Tali Air No.21
Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Pada akhir bulan april kegiatan yang dilakukan Riza bersama tiga teman lainnya melakukan
kegiatan pembuatan poster dan pemasangan poster yang bertema “Pencegahan Kasus
Kekerasan Seksual pada Anak”, tema ini diambil karena menurut penuturan Ronaldo Leo
Patrick selaku pekerja sosial Dinas Sosial Deli Serdang, kejadian yang paling banyak
ditanganinya sejak bulan Januari hingga April adalah kasus kekerasan seksual pada anak.
Maka dari itu Riza dan temannya sepakat untuk mengusung tema tersebut sebagai poster agar
masyarakat lebih memahami apa saja pencegahan agar kekerasan seksual pada anak
berkurang. 

Pemasangan poster dilakukan di depan kantor Pemsos (Pemberdayaan Sosial),
menurut Riza dan temannya kantor Pemsos adalah tempat strategis karena masyarakat pada
setiap harinya akan mengunjungi kantor tersebut untuk meminta pelayanan pembuatan KIP
(Kartu Indonesia Pintar), PKH (Program Keluarga Harapan), pendaftaran BPNT (Bantuan
Pangan Non Tunai) dan keperluan lainnya, maka dari itu diharapkan dengan banyaknya
masyarakat berkunjung ke kantor Pemsos maka semakin banyak juga yang melihat poster
tersebut.

Pada bulan Mei terdapat kasus anak terlantar yang ditangani oleh Dinas Sosial Deli Serdang,
bersama ketiga temannya Riza pergi melakukan home visit ke rumah anak terlantar di
dampingi dengan pekerja sosial yang menangani kasus anak terlantar tersebut. Pada bulan
Mei Riza juga mulai memiliki klien bernama Dhira Ayu yang berusia 22 Tahun. Dhira Ayu
merupakan seorang mahasiswi di salah satu Universitas Swasta di Sumatera Utara, Ia
memiliki keresahan terhadap jerawat di wajahnya yang menimbulkan beberapa olokan dari
teman-temannya, yang menyebabkan Ia merasa rendah diri dan menutup diri dari lingkungan
karena merasa insecure (cemas dan kurang percaya diri). Dhira Ayu atau biasa disapa Ayu
menceritakan kedepannya Ia ingin lebih percaya diri dengan apapun yang ada pada tubuhnya
serta tidak memikirkan perkataan orang lain tentang dirinya. Ayu juga ingin dia diberikan
solusi atas keresahan yang dihadapinya saat ini.

Untuk membantu Ayu dalam mengatasi keresehannya Riza melakukan beberapa rencana
untuk membantu kliennya, salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode casework.
Riza menggunakan metode case work Zastrow sebagai metode untuk membantu kliennya.
Zastrow mengartikan bahwa social case work adalah bentuk pertolongan kepada individu
untuk mengatasi masalah individu agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Adapun proses yang dilakukan Riza menggunakan metode Zastrow adalah:
1. Intake dan Contract, yaitu mengenai perjanjian kontrak kepada klien untuk tahapan
lanjutan kepada klien serta lama waktu proses intervensi akan dilaksanakan.

2. Assessment, yaitu pengenalan dan penggalian informasi masalah individu yang
dihadapi klien. Disini tools assessment yang digunakan Riza adalah Ecomap untuk
menunjukkan keeratan hubungan antara Ayu dengan keluarga dan teman-temannya.

3. Planning, yaitu tahapan perencanaan penyelesaian masalah yang dihadapi klien. Pada
tahap ini Riza membuat beberapa perencanaan untuk membangkitkan tingkat
kepercayaan diri klien didasarkan dengan hasil assessment yang telah dilakukan.

4. Intervensi, Pada tahap ini sesuai dengan hasil dari perencanaan awal Riza
memberikan dukungan dan motivasi kepada klien, mengenalkan bahwa kecantikan
bukan hanya diukur melalui wajah yang mulus saja namun pikiran yang positif untuk
selalu memandang semua hal dari yang baik adalah salah satu kunci untuk
mengeluarkan inner beauty dari dalam diri seseorang, lalu Riza juga memberikan
beberapa tips untuk menumbuhkan pikiran positif yaitu dengan membuat jurnal
berisikan tentang kata-kata penyemangat kepada Ayu.

Pada hasil assessment diketahui bahwa Ayu tertarik dengan dunia tata rias atau make up, maka dari itu Riza menyarankan Ayu untuk membuat video make up untuk mengembalikan dan meningkatkan tingkat kepercayaan dirinya.5. Evaluasi, pada tahap ini Riza mengevaluasi perubahan Ayu selama proses kegiatan berlangsung seperti melihat jurnal yang ditulis Ayu, lalu kemampuannya dalam bermake up dan tetap memberikan pendampingan untuk hasil seperti yang diharapkan.

Setelah kegiatan tersebut selesai dilakukan Dhira Ayu mulai menunjukkan perubahan dengan
mulai berani mengupload video tutorial make up nya ke sosial media seperti tiktok dan
facebook. Walaupun terkadang rasa insecure tersebut muncul lagi Ayu tetap bisa mengontrol
diri sendiri dengan meyakinkan bahwa Ia tetap menjadi manusia yang beruntung.

Kegiatan Praktikum di Dinas Sosial Deli Serdang berakhir pada awal bulan Juni, salah satu
pekerja sosial Ronaldo Leo Patrick mengungkapkan bahwa “Dalam proses assessment
kepada klien kalian sudah bagus namun saya harap kalian lebih kritis lagi dalam proses
assessment dan tahapan lanjutan lainnya” tutur Ronaldo. Pegawai Dinas Sosial juga
mengucapkan terima kasih kepada Riza dan teman-temannya serta memberikan beberapa
wejangan pada saat perpisahan kegiatan praktikum selesai.(PR01)
Komentar Anda

Berita Terkini