-->

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Mendukung Penanaman 2.000 Bibit Durian

HARIAN9 author photo


MEDAN | H9

Dalam rangka memperingati  Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan kegiatan penanaman bibit durian bersama anggota Kesepakatan Konservasi Masyarakat (CCA/Community Conservation Agreement) di Lingkungan IX 
Paraupan Napa dan Binasari, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan.

Kegiatan ini didukung dan dihadiri langsung oleh Dinas Pertanian Daerah yang mewakili Bupati Tapanuli Selatan, bersama Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Padang Sidempuan, Lurah Pardomuan, Conservation International Indonesia, serta PT ANJ Agri Siais. 


“Bupati Tapanuli Selatan, H. Dolly Pasaribu, S.Pt, M.M., sangat mendukung tindakan yang menjaga lingkungan, terutama inisiatif dari masyarakat itu sendiri.  Beliau juga berpesan agar  kegiatan ini dapat terus dilakukan dan diperhatikan agar tidak berhenti di penanaman saja,” ujar Ir. Bismark Maratua, Kepala Dinas Pertanian Daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Daerah juga menambahkan agar kegiatan ini dapat terus diawasi oleh koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Angkola 
Selatan. 

“Saya juga meminta kepada PPL untuk aktif mendampingi masyarakat dan mengawasi kegiatan penanaman bibit-bibit durian ini," ujarnya.

Sebanyak lebih dari 2.000 bibit durian unggul, seperti durian montong, musang king, kani, dan bawor, yang dirawat anggota kesepakatan konservasi masyarakat ditanam di kebun milik  masyarakat di kawasan areal penggunaan lain (APL) yang berbatasan langsung dengan Hutan Lindung Angkola Selatan. 

Selain sebagai upaya untuk menjaga dan melindungi hutan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung pemberdayaan dan perekonomian masyarakat, menambah daerah tangkapan air, serta memperkaya habitat satwa. 

“Kami hanya berpesan kepada Bapak/Ibu untuk tidak menebang pohon di dalam hutan serta membakar hutan dan lahan karena efeknya pasti akan merugikan kampung kita. Kami juga siap untuk bekerjasama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang telah dibentuk di Binasari untuk bersama-sama melakukan patroli hutan”, tegas Kamalluzzaman Nasution, SP, M.Si, Kepala KPH X Padang Sidempuan. 

Kilas Balik Kesepakatan Konservasi Masyarakat Kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Lingkungan IX Paraupan Napa dan Binasari telah dimulai sejak tahun 2016. Conservation International Indonesia mendukung Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam melakukan berbagai kegiatan untuk melindungi Hutan Lindung Angkola Selatan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat.

Hingga Desember 2018, komitmen untuk menjaga dan melindungi Hutan Lindung Angkola Selatan diwujudkan oleh masyarakat Lingkungan IX Paraupan Napa dan Binasari melalui perjanjian Kesepakatan Konservasi Masyarakat bersama KPH X Padang Sidempuan dan pihak-
pihak terkait lainnya.

Dalam perjanjian tersebut, masyarakat sepakat untuk tidak menebang pohon di kawasan hutan, tidak membuka lahan baru, tidak melakukan perburuan satwa yang dilindungi, tidak mengambil hasil hutan bukan kayu, melindungi sempadan sungai, dan melakukan patroli kawasan hutan secara rutin. Masyarakat yang patuh terhadap kesepakatan berhak untuk mendapatkan kompensasi yang telah disepakati bersama. 

“Bibit durian unggul yang akan ditanam hari ini menjadi salah satu manfaat yang kami terima  dari kegiatan kesepakatan ini. Kami berharap semoga bibit yang telah kami rawat sejak tahun 2019 ini dapat menjadi sejarah dan awal kesuksesan bagi masyarakat Binasari,” ujar Kepala 
Lingkungan IX Paraupan Napa, Erwin Nasution.

Bibit durian unggul akan ditanam di 48 lahan milik anggota kesepakatan konservasi dengan total luasan 20 hektare. Selain itu, masyarakat juga menerima kompensasi berupa pembangunan rumah kompos yang juga didukung oleh PT ANJ dalam hal penyediaan material produksi kompos, pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang terlibat dalam kegiatan pemasangan kamera perangkap bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Padang Sidempuan (BKSDA) dan KPH X, pendidikan lingkungan di sekolah serta pelatihan budidaya tanaman untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. 
Kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Lingkungan IX Paraupan Napa dan Binasari tidak akan berjalan tanpa kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, mitra pembangunan, dan masyarakat itu sendiri. 

“Harapan saya agar kegiatan konservasi lingkungan tidak berhenti sampai disini. Kegiatan ini bermanfaat dan sangat penting untuk terus dilakukan supaya lingkungan Binasari dapat terjaga,” ungkap Sri Anasari, salah satu anggota kesepakatan konservasi masyarakat. (WM/020)
Komentar Anda

Berita Terkini