Polres Padangsidimpuan Gelar Operasi Premanisme, 11 Orang Terjaring

HARIAN9 author photo
 

PADANGSIDIMPUAN| H9
Untuk menekan angka kejahatan dan tindak kriminalitas di Kota Padangsidimpuan, Polres Padangsidimpuan menggelar operasi premanisme di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan, Sabtu (12/6/2021).
 
Kegiatan operasi premanisme melibatkan 20 personil dari Sat Sabhara, Sat Reskrim dan Sat Intelkam, dipimpin Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Juliani Prihartini, SIK, MH, diwakili Kabag Ops Polres Padangsidimpuan Kompol Ahmad Fauzi KS, didampingi Kasat Reskrim AKP. Bambang Priyatno, S.Sos, Kasat Sabhara AKP. Rudi Siregar, SH, Kasubbag Dal Ops Bag Ops AKP L. Sihaloho, Kanit IV Sat Reskrim Ipda. Andika Sembiring, SH, M.Psi, Paurbin Ops Bag Ops Ipda. Kuspil Pianto, SH.
 
Operasi di gelar di tiga lokasi  masing-masing di simpang Rajawali Kampung Teleng, Jalan Sudirman dan samping Pos Lantas Kota, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan dan dari hasil operasi, terjaring 11 orang, dengan rincian 9 juru parkir tidak resmi dan 2 anak punk yang tidak memiliki identitas, serta menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp.138 ribu, diduga hasil kutipan parkir tidak resmi. Selanjutnya para pelaku diamankan dan dibawa ke Mapolres Padangsidimpuan guna proses lebih lanjut.
 
Adapun identitas pelaku tindak premanisme masing-masing, KA (40) pekerjaan supir, warga Jalan Prof Muhammad Yamin Kecamatan Padangsidimpuan Utara, IA (18) pekerjaan juru parkir, warga Kampung Bukit Jalan Sudirman Kecamatan Padangsidimpuan Utara, SL (33), pekerjaan juru parkir, warga Jalan Albion Hutabarat Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, SK (34) pekerjaan buruh bangunan, warga Kampung Sawah Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
 
Kemudian MRN (34), pengangguran, warga Desa Sabungan Julu Kecamatan Hutaimbaru, HDN (28), pekerjaan wiraswasta, warga Jalan Imam Bonjol Kecamatan Pafangsidimpuan Selatan, IER (41), pekerjaan juru parkir, warga Jalan Sutoyo Kecamatan Padangsidimpuan Utara, SK (30), pekerjaan juru parkir, Islam, warga Kampung Bukit Kecamatan Padangsidimpuan Utara, RAH (37), pekerjaan juru parkir, warga Gg. Lestari Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, RRK (21), pekerjaan juru parkir, warga Jalan Serma Lian Kosong Kecamatan Padangsidimpuan Utara dan AL (33), pekerjaan wiraswasta, warga Gg. Lestari Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.
 
Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Juliani Prihartini, SIK, MH, diwakili Kabag Ops Polres Padangsidimpuan Kompol Ahmad Fauzi KS, mengatakan kegiatan operasi premanisme merupakan perintah pimpinan Polri guna menekan angka kejahatan dan kriminalitas di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan terlebih di masa pandemi Covid-19 masyarakat sedang mengalami kesulitan khususnya di sektor ekonomi.
 
“ Operasi premanisme tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang sebelumnya Kapolri diperintahkan Presiden Jokowi membersihkan preman dan pungutan liar atau pungli di wilayah hukum masing-masing khususnya di jalanan, “ terang Kapolres.
 
Kapolres juga berpesan agar seluruh jajarannya untuk menindak tegas pelaku premanisme yang ada di seluruh wilayah hukum Polres Padangsidimpuan dengan pola operasi mengedepankan preventive strike serta penegakan hukum bagi pelaku yang melanggar pidana dan pada saat pelaksanaan agar sikap dijaga, tidak arogan dan berikan sikap yang harmonis namun tegas sesuai ketentuan hukum, utamakan keselamatan diri dan tetap memberikan himbauan Protokol Kesehatan.
 
“ Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan, mengadukan apabila menemukan aksi premanisme atau kejanggalan apa pun yang dirasakan mengganggu dan menimbulkan keresahan, “ tegasnya.
 
Terpisah, Tokoh Agama Kota Padangsidimpuan H. Martua Raja Harahap menyatakan dukungannya atas sikap Kapolres Padangsidimpuan memberantas premanisme, mengingat tindakan premanisme memang sudah menjadi persoalan utama di tengah-tengah masyarakat dan harus segera dibasmi Polri, karena  hal ini tentunya bisa mengganggu Kamtibmas.
 
“ Kami dari kalangan Tokoh Agama, tentunya sangat senang dan mendukung tindakan tersebut. Memang kalau terkait preman itu bukanlah persoalan yang baru dan tentunya keberadaan mereka sudah sangat menganggu, karena menyebabkan tingginya tindak criminal dan kejahatan, “ ujar martua Raja.
 
Ia juga meminta kepada jajaran Polri khususnya Polres Padangsidimpuan agar meningkatkan pelayanan dan keamanan bagi masyarakat dari aksi premananisme di berbagai lokasi di Kota padangsidimpuan.
 
“ Aksi premanisme tidak hanya di lingkungan perparkiran saja tapi juga di pusat perbelanjaan, perkantoran dengan membawa-bawa nama lembaga yang menyebabkan keresahan warga. Jadi tolong agar ditindak tegas saja,” demikian kata H. Raja. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini