Polres Tapanuli Selatan Jaring 8 Oknum Preman Berkedok Jukir

HARIAN9 author photo

 
TAPSEL|H9
Personil Polres Tapanuli Selatan mengamankan 8 oknum preman berkedok juru parkir (jukir), latan medi wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padang Lawas Utara, Minggu (13/6/2021).
 
Operasi premanisme yang digelar tersebut guna menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam pemberantasan tindak premanisme dan pungutan liar (pungli) yang mengggangu stabilitas keamanan.
 
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, melalui Kasat Reskrim AKP Paulus Gorby Pembina SIK dalam keterangan pers nya mengatakan, para oknum premanisme yang diamankan tersebut, 3 orang diantaranya diamankan di Pasar Gunungtua Kabupaten Padang Lawas Utara dan 5 orang lainnya diamankan di Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan.
 
“ Operasi ini guna menindaklanjuti perintah Kapolri untuk melakukan penindakan terhadap pelaku premanisme dan kita lakukan operasi di seluruh wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan terkait paraknya parkir liar, “ ujar Kasat Reskrim.
 
Ia menyampaikan, dalam operasi tersebut, tim gabungan Polres Tapanuli Selatan mengamankan 3 orang yang sedang melakukan kegiatan parker liar di Pasar Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara dan 5 orang di lokasi wisata Aek Sijornih Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan, juga oknum preman bermodus sebagai jukir.
 
“ Kegiatan ini akan terus berkanjut dan di gelar setiap hari untuk membersihkan para oknum premanisme yang selama ini telah meresahkan banyak masyarakat. Tidak ada ampun untuk pelaku premanisme dan pungli ini. Semua akan kita berantas sesuai dengan hukum yang berlaku. Ini merupakan atensi pimpinan dan kami untuk memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap masyarakat, “ tegas AKP Paulus Gorby Pembina SIK.
 
Kasat mengungkapkan, para oknum preman yang diamankan tersebut telah sering meresahkan masyarakat. Mereka rata-rata melakukan aksi pengutipan tidak resmi terhadap setiap kenderaan yang parkir, sehingga mengganggu ketertiban serta keamanan warga.
 
“ Selain melakukan operasi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi pemerintahan seperti Satpol PP, Dinas Sosial untuk melakukan pembinaan. Pasalnya, sebagian preman yang ditangkap masih berusia belia, sehingga perlu pembinaan, “ ucapnya. (WD/014)
Komentar Anda

Berita Terkini