PT TPL Berikan Bantuan 500 Juta Rupiah Ke Pakpak Bharat

HARIAN9 author photo


 PAKPAK BHARAT| H9
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dibawah kepemimpinan Franc Bernhard Tumanggor terus berupaya meningkatan pelayanan dan kualitas pendidikan di Kabupaten Pakpak Bharat. Salah satunya dengan mencerdaskan kemampuan matematika pada generasi muda dengan mengadakan kegiatan pelatihan  matematika dengan metode Gasing bagi para siswa SD dan SMP di sejumlah sekolah di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

Metode  Pembalajaran  Matematika  GASING  merupakan  metode  belajar  dengan  cara (gampang, asyik dan menyenangkan) memahami masalah secara langkah demi langkah untuk memeproleh  suatu  capaian  atau  hasil.
Untuk memaksimalkan hasil kegiatan pelatihan  matematika dengan metode Gasing bagi para siswa SD dan SMP maka dilakukan monitoring kesekolah sekolah dan evaluasi  pelaksanaan kegiatan pelatihan numerisasi metode gasing kepada guru SD dan SMP  yang sudah dilatih berjumlah 50 guru yang tersebar di sejumlah sekolah di Lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.

Acara ini dihadiri oleh wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin, Plt Kadis Pendidikan Supardi Padang, Ir Tagor Manik, Ramida Siringoringo serta staf PT Toba Pulp Lestari, puluhan guru master dan juga diikuti secara virtual oleh Prof Yohannes Surya dan sejumlah dosen dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya (YTIJ).

Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin,Rabu (16/06) mengatakan, numerasi di Pakpak Bharat masih tergolong rendah mutunya. Oleh karena itu Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor beserta jajaran pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dibantu oleh pihak PT Toba Pulp Lestari Tbk telah merencankan pelatih gasing ini sekira 3 atau 4 tahun kedepan.

"Kepada para guru master yang telah dilatih kami harapkan agar mengikuti sebaik-baiknya. Kegiatan ini menyerap secara seksama apa saja yang dilatih oleh yohannes surya sehingga nantinya benar-benar ada peningkatan kemampuan berhitung  para siswa di sekolah" harap Wabup Mutsyuhito Solin.

Dalam acara monitoring dan evaluasi ini, PT Toba Pulp Lestari Tbk serahkan bantuan Corporate Social Responbility (CSR) tahap I, sebesar 500 juta rupiah dalam rangka pelatihan numerisasi metode gasing kepada sejumlah guru di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ir Tagor Manik  dan diterima oleh wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin, di Balai Sada Arih, Komplek Perkantoran Bupati PakpakBharat, Sindeka Salak. Rabu (16/06).

Dalam monitoring ini, Tagor Manik, Senior Manager PT TPL, Rabu (16/06), menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Pakpak Bharat yang telah melaksanakan kerjasama dalam bidang pendidikan yang telah ditanda tangani dalam  MoU antara PT Toba Pulp Lestari TBK dan Pemkab Pakpak Bharat pada Maret 2021 yang lalu.
Kepada para guru yang sudah dilatih oleh Prof Yohannes Surya, Tagor Manik berharap supaya guru-guru master tersebut bisa menurunkan ilmunya kepada guru lainnya sehingga ilmu tersebut bisa secepatnya menyebar secara masif  hingga kepada  para siswa di sekolah-sekolah sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Pakpak Bharat terus meningkat.

"Atas evaluasi yang kita lakukan hari ini mudah mudah mudahan apa yang sudah kami komitmenkan mungkin tiga atau empat tahun kedepan akan berjalan terus dan mudah mudahan juga kita akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi" kata Ir.Tagor Manik.

Monitoring dan evaluasi ini juga diikuti langsung oleh Prof Yohannes Surya dan sejumlah dosen dari Yayasan Teknologi Indonesia Jaya (YTIJ). Menurut Prof Yohannes dari pelatihan numerisasi metode gasing kepada sejumlah guru yang telah dilaksanakan selama ini hasil mulai kelihatan dan progresnya juga sudah baik serta para guru master yang sudah dilatih, saat ini sudah bisa mengajarkannya kepada siswa dengan baik.
Sementara itu, para guru master yang hadir pada saat evaluasi dan monitoring mengatakan, jika program ini sangat membantu para guru untuk mengajar karena selama ini para guru mengajar siswa dengan metode lama. Untuk itu para guru mengusulkan supaya pembelajaran dengan metode gasing ini dimasukkan ke program kurikulum sehingga kedepannya program ini tetap bisa berlanjut dan tidak hilang begitu saja.(WD-045)
Komentar Anda

Berita Terkini