Sunat Massal Dalam Rangka Kunker Gubsu Ke Paluta, Puluhan Anak-Anak Gagal Dikhitan

HARIAN9 author photo

 

PALUTA| H9
Setelah menunggu dari pagi hingga sore, puluhan anak-anak di kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) gagal dikhitan pada pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan yakni sunat massal dalam rangka agenda kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi di kabupaten Paluta belum lama ini.

Hal ini disebabkan akibat membludaknya peserta dari kalangan anak-anak diwilayah kabupaten Paluta yang akan dikhitan sehingga petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Dinas Kesehatan Kabupaten Paluta kewalahan.

Pantauan di lapangan, sempat terjadi sedikit keributan yang diakibatkan warga yang merupakan orangtua dari puluhan anak-anak yang gagal dikhitan menuntut panitia pelaksana kegiatan tersebut.

Namun, kondisi dapat kembali kondusif setelah salah seorang petugas kesehatan yang juga merupakan panitia memberikan penjelasan dan solusi untuk menenangkan para warga.

Dari keterangan petugas kesehatan yang diketahui dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sumut tersebut dengan didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Paluta dr Elly Rika Yanti, rencana awal pelaksanaan sunat massal tersebut diperuntukkan bagi 100 orang peserta.

Namun kondisi dilapangan, peserta yang hadir sudah membludak dan melebihi kapasitas yang direncanakan sehingga petugas kewalahan dan persediaan obat terutama obat bius tidak mencukupi untuk peserta yang hadir.

Dan sebagai solusi untuk permasalahan tersebut, pihak panitia menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan sunat massal ini akan dilanjutkan kembali dengan jadwal yang belum ditentukan yang direncanakan di fasilitas kesehatan atau Puskesmas yang ada di kabupaten Paluta.

“Yang belum dikhitan hari ini, akan tetap kita khitan di kegiatan berikutnya. Kita akan berkoordinasi dengan pihak Dinkes Paluta untuk segera melaksanakan lanjutan kegiatan ini,” ujarnya yang diaminkan oleh Kabid Yankes pada Dinkes Paluta dr Elly Rika Yanti, Rabu (16/06) dihadapan warga.

Untuk itu, pihak panitia melakukan pendataan terhadap anak-anak yang belum dikhitan agar nantinya pada kegiatan lanjutan dapat segera diprioritaskan untuk dikhitan.

Pihak panitia juga memberikan kain sarung secara gratis yang nantinya sebagai bukti atau ‘tiket’ selain data kependudukan pada kegiatan yang sama yang dijadwalkan akan segera dilaksanakan.

Mendengar penjelasan itu, warga akhirnya menerima kesepakatan tersebut dan melakukan pendataan kepada pihak panitia.

Terpisah, Kepala Bidang Yankes pada Dinkes Paluta dr Elly Rika Yanti kepada media menyampaikan bahwa ada sekitar 80 orang anak-anak yang nantinya akan tetap dikhitan secara gratis pada kegiatan lanjutan yang akan segera dilaksanakan.

“Belum bisa dipastikan kapan kegiatan lanjutan sunat massal akan dilaksanakan. Saya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Paluta mengingat para peserta yang akan dikhitan sedang menjalani ujian disekolah masing-masing,” ujarnya melalui sambungan seluler.

Membludaknya peserta dari jumlah yang direncanakan awal menjadi salah satu penyebab terjadinya penundaan khitanan bagi sejumlah peserta yang ada.

Namun, ia mengatakan bahwa anak-anak yang terlebih dahulu sudah didata tersebut akan tetap dikhitan secara gratis pada kegiatan lanjutan yang direncanakan akan digelar Faskes atau Puskesmas yang ada di kabupaten Paluta.

“Yang pasti, ada sekitar kurang lebih 80 orang yang sudah kita data akan tetap dikhitan secara gratis pada kegiatan lanjutan yang secepat mungkin akan kita laksanakan,” tambahnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Paluta dr Sri Prihatin saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dirinya akan segera menindaklanjuti untuk pelaksanaan kegiatan lanjutan yang dimaksud.

“Akan tetap kita laksanakan kegiatan lanjutannya secepat mungkin,” ujarnya singkat.(WD009)

Komentar Anda

Berita Terkini