909 Mahasiswa Terima Beasiswa Dari Pemda Aceh Tamiang

HARIAN9 author photo


 ACEH TAMIANG| H9
Pers rilis yang disampaikan oleh Humas sekretariat Daerah, sebanyak sembilan ratus sembilan  Mahasiswa menerima bantuan Beasiswa dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2021. Bantuan  diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M. Kn secara simbolis kepada enam orang perwakilan mahasiswa, kegiatan berlangsung diruang Kerja Bupati pada jum'at (09/07/2021). 

Bantuan  secara simbolis untuk jenjang Pendidikan S1 yakni, Nur Anisa berasal dari UIN Langsa, Intan Fadillah Fasha dari STIKES Cut Nyak Dhien Langsa, Rama Devian Perdana  dan Husnul Yakin dari UIN Langsa. Sementara, untuk jenjang pendidikan S2 diwakilkan oleh dua orang yakni, Zakaria berasal dari UIN Langsa dan Ns. Novita Sari, S. Kep dari Universitas Sumatera Utara.

Informasi yang berhasil dihimpun, jenjang pendidikan D3, D4 dan S1 dengan kategori berprestasi, jumlah yang terdaftar sebanyak tujuh ratus tiga puluh tujuh orang dan untuk jenjang D3, D4 dan S1 dengan kategori kurang mampu sebanyak seratus lima puluh dua orang, dan masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp. 1.000.000. Sementara itu, untuk jenjang pendidikan S2 kategori berprestasi sebanyak dua puluh orang dengan bantuan yang diserahkan sebesar Rp. 2.500.000.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH. Mkn mengatakan, beasiswa ini merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan bentuk kepedulian Pemerintah didunia pendidikan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Mahasiswa,"jelasnya.

"Dahulu semasa saya tengah melanjutkan pendidikan,  pernah menerima bantuan Beasiswa, yang kala itu bernama Supersemar dari Presiden Suharto, dengan bantuan  diterima sebesar Rp. 15.000 dan seiring berjalannya waktu bertambah hingga Rp. 25.000 setiap bulannya.

"Saya berharap untuk teruslah belajar dengan giat, tingkatkan kemampuan, peluang bisnis saat ini besar. Jangan berharap untuk bekerja makan gaji, mari ciptakan pekerjaan untuk orang lain. 

Bupati menambahkan, Mahasiswa merupakan garda terdepan untuk mengklarifikasi kepada masyarakat terkait berita hoaks tentang Pemerintah. Mahasiswa menjadi penghubung kebenaran informasi yang simpangsiur,"ungkapnya. (WD-013). 


Komentar Anda

Berita Terkini