Bupati Paluta Terbitkan SE Terkait Pelaksanaan PPKM

HARIAN9 author photo

 

PALUTA|H9
Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Andar Amin Harahap SSTP MSi mengeluarkan surat edaran (SE) nomor : 360/3316 tahun 2021 tanggal 12 Juli 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di kabupaten Paluta. Dalam SE Bupati Paluta tersebut, aturan PPKM di Kabupaten Paluta ini terhitung dari tanggal 12 Juli hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Paluta Lairar Rusdi Nasution SSTP melalui aplikasi WhatsApp membenarkan adanya surat edaran Bupati Paluta terkait pelaksanaan PPKM tersebut.

Dikatakannya, pihaknya sudah menyampaikan secara berjenjang kepada Satgas penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan desa untuk disosialisasikan kepada segenap lapisan masyarakat.

“Kita sudah sampaikan kepada Satgas kecamatan dan desa untuk disosialisasikan langsung kepada segenap lapisan masyarakat,” ujarnya melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (14/07).

Surat edaran ini menindaklanjuti intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 17 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 ditingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 dan instruksi Gubernur Sumut nomor : 188.54/26/INST/2021 tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19.

Dalam SE tersebut, Bupati Paluta menyampaikan mengatakan ada 10 poin yang perlu dilaksanakan antara lain pertama, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem rotasi yaitu 50 % masuk dan sisanya belajar secara online dari rumah dan dilakukan secara bergantian setiap minggu serta pelaksanaan belajar tatap muka tetap menerapkan 5M.  Kedua, pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja pemerintah menerapkan Work From Home (WFH) sebanyak 50% dan work from office (WFO) sebanyak 50%.

Ketiga, pusat perbelanjaan pasar diatur jam operasional hingga pukul 17.00 Wib dan swalayan/toko waralaba tutup paling lama pukul 21.00 Wib dengan batasan pengunjung sebanyak 25% dari kapasitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Keempat, pelaksanaan kegiatan makan ditempat (restoran/rumah makan/warung makan/cafe/warung kopi atau lapo) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun pada pusat perbelanjaan dibatasi jumlah pengunjung sebanyak 25% dari kapasitas ruangan/tempat dengan jam operasional dibatasi sampai pukul 21.00 Wib dan pekerja ataupun pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan.

Kelima, hotel/penginapan dibatasi pengunjung sebanyak 50% dari kapasitas kamar yang tersedia dengan menerapkan protokol kesehatan. Keenam, kegiatan lainnya yang menimbulkan kerumunan diantaranya kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan seperti olahraga, arisan, reuni, rapat/pertemuan dan lain-lain ditiadakan dan rapat atau pertemuan yang dilaksanakan Pemkab Paluta dibatasi sebanyak 50% dari kapasitas tempat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ketujuh, tempat wisata/rekreasi yang dikelola pribadi/kelompok/desa wisata atau Pemkab Paluta ditutup. Kedelapan, acara ibadah/kegiatan kerohanian masyarakat dibatasi sebanyak 30% dari kapasitas tempat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kesembilan, untuk masyarakat yang meninggal diluar daerah dan jenazahnya dibawa ke kabupaten Paluta langsung dikebumikan dan masyarakat yang meninggal bukan karena terkonfirmasi Covid-19 harus dikebumikan dalam waktu paling lambat 1x24 jam serta bagi masyarakat yang meninggal karena terkonfirmasi Covid-19 langsung dikebumikan dan keluarga serta masyarakat atau kerabat yang meninggal harus menerapkan protokol kesehatan.

Kesepuluh, pelaksanaan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan PPKM dalam rangka pencegahan Covid-19 dikabupaten Paluta dilakukan dengan membentuk posko tingkat desa/kelurahan bagi wilayah yang belum membentuk posko dan mengaktifkan kembali bagi wilayah yang sudah membentuk posko, pengawasan pelaksanaan PPKM ditingkat desa berkoordinasi dengan satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan Satgas Covid-19 kecamatan bila ada hal-hal yang tidak bisa ditangani agar berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 tingkat kabupaten Paluta.(WD009)

Komentar Anda

Berita Terkini