NBT


Di HUT Adhyaksa ke 61 tahun 2021, Kejari Sergai Beberkan Sejumlah Penanganan Kasus Tindak Pidana Korupsi dan Lainnya

HARIAN9 author photo


SERDANG BEDAGAI | H9
Bertepatan di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke 61 tahun 2021, pihak Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai (Kejari Sergai) menggelar Pres rilis terkait penanganan kasus periode Januari hingga Juli 2021. Kegiatan tersebut digelar di depan Kantor Kejari Sergai di Sei Rampah, kamis (22/7/2021).

Dalam Pres rilis tersebut, Kajari Sergai Donny Haryono Setiawan SH didampingi Kasiintel Agus Adi Atmaja SH, Kasipidsus Elon UP Pasaribu SH serta sejumlah Kepala Seksi (Kasi) lainnya membeberkan, bahwa dalam periode Januari hingga Juni 2021, ada beberapa kasus tindak pidana yang saat ini masih berjalan (tahap penyelidikan).

Adapun beberapa kasus tersebut antaranya yakni, untuk bidang intelijen, ada 12 laporan pengaduan masyarakat (LAPDU) salah satunya yakni dugaan Mark up klaim asuransi usaha tani di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Sergai tahun 2020.

"Untuk kasus dugaan Mark up pada klaim asuransi usaha tani ini, kasusnya saat ini masih ditahap penyelidikan di bidang intelijen. Tidak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat akan kita limpahkan ke bidang pidana khusus (pidsus),"bilang Kajari.

Selanjutnya, untuk bidang Pidana Khusus (Pidsus), saat ini tengah menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sergai tahun 2020 sebesar Rp 36 Milyar lebih.

Untuk kasus ini lanjut Kajari, pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi diantara yakni, 5 orang sebagai pemberi dana hibah (ASN Pemkab Sergai), 15 orang penerima hibah (penyelenggara KPU sendiri) dan 10 orang lagi sebagai penyedia barang dan jasa.

"Untuk kasus ini, pihak penyidik masih terus melakukan pendalaman penyelidikan dan masih mengumpulkan alat bukti yang komprehensif untuk menetapkan tersangka. Saat ini, pihak penyidik belum bisa menentukan siapa tersangka dalam kasus dana hibah tersebut, karena proses masih berjalan," terang Kajari Sergai Doni Haryono Setiawan sembari menjelaskan bahwa kasus ini adalah murni juridis, tidak ada unsur politiknya.

Tidak hanya dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi, dalam pres rilis tersebut, mantan Kajari Solok Sumatera Barat ini juga membeberkan laporan kinerja masing masih kepala seksi pada periode Januari hingga Juni 2021.

Untuk bidang intelijen, telah melakukan rapat koordinasi tentang Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Dalam Masyarakat (PAKEM) serta kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JAM). Sedangkan untuk bidang Pidsus, adanya pengembalian dari 4 orang penyedia barang dan jasa sebesar Rp 141 juta.

Selanjutnya, untuk Pidana Umum (Pidum), telah menangani kasus tindak pidana umum OHARDA sebanyak 152 perkara, kasus KAMNEG - TIBUM dan TPUL sebanyak 50 perkara dan kasus Narkotika sebanyak 208 perkara.

Kemudian untuk bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN), pihak Kejari Sergai telah melakukan bantuan hukum sebanyak 22 perkara dan pelayanan hukum (TUN) sebanyak 113 perkara.(WPU06)

Komentar Anda

Berita Terkini