NBT


Di Tingkat Petani, Harga Gabah Kering Giling Naik 0,42 Persen

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Survei Harga Produsen Gabah di Sumatera Utara, pada Juni 2021 telah mencatat 111 observasi transaksi penjualan gabah di 13 kabupaten terpilih dengan komposisi terbanyak didominasi oleh Gabah Kualitas Rendah sebanyak 54 observasi (48,65%), diikuti oleh Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 37 observasi (33,33%), dan Gabah Kering Giling
(GKG) sebanyak 20 observasi (18,02%).


"Di tingkat petani pada Juni 2021, harga tertinggi senilai Rp. 5.840 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Toba,"kata Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, 
Syech Suhaimi, Senin (5/7/2021).

Sedangkan harga terendah senilai Rp. 3.800 per kg berasal dari Gabah Kering Panen varietas Lokal di Kabupaten Mandailing Natal.

"Di tingkat penggilingan pada Juni 2021, harga tertinggi senilai Rp. 5.940 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Toba,"ujarnya.

Sedangkan harga terendah senilai Rp. 3.850 per kg berasal dari Gabah Kering Panen varietas Lokal di Kabupaten Mandailing Natal.

"Rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 0,42 persen dari Rp. 5.560 per kg pada Mei 2021 menjadi Rp. 5.583 per kg pada Juni 2021,"katanya.

Kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan 2,27 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp. 4.592 per kg menjadi Rp. 4.696 per kg,"katanya.

Rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan mengalami kenaikan sebesar 1,24 persen dari Rp. 5.643 per kg pada Mei 2021 menjadi Rp. 5.713 per kg pada Juni 2021. 

"Kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan sebesar 2,30 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp. 4.666 per kg menjadi Rp. 4.774 per kg,"katanya. (PP04)
Komentar Anda

Berita Terkini