Diduga Ada Pungli di SMPS Pangkalanberandan, Ini Jawaban Kepsek..

HARIAN9 author photo


 LANGKAT| H9
Terjadi dugaan Pungutan liar (Pungli) di salah satu sekolah Menegah Pertama Swasta (SMPS) daerah Pangkalanberandan sebesar RP100.000 yang di lakukan oknum di SMPS tersebut.

Menurut Wali Murid sudah 2 tahun anaknya mendapatkan bantuan dari Program Pemerintah Pusat berupa Kartu Indonesia Pintar( KIP). Namun di tahun ketiga bantuan KIP di potong Rp 100.000. Padahal sebelumnya belum pernah di pungli. 

Harapan wali murid uang sebesar Rp.100.000, minta di kembalikan karena untuk apa ada pemotongan kami tidak tahu sama sekali. 

Di tempat terpisah wali siswa lain oknum Dr (45) warga Brandan mengatakan sisa uangnya di terima sebesar Rp 240.000 dari Rp.750.000 yang harus di terima anaknya.

"Uang di potong dari sekolah selama 6 bulan,"kata DR, Rabu (7/7/2021).

Hal ini ditanggapi oleh Ketua LSM Kupas Tumpas bahwa pihaknya akan melaporkan oknum Kepala sekolah ke Penyidik Kacabjari Langkat karena sudah ada dugaan pungli. 

Menurut Ketua LSM tersebut oknum di SMPS itu sudah melanggar Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 Tentang larangan Pungutan dan biaya pendidikan.

"Dugaan pungli dapat di laporkan ke Penyidik Polres Langkat atau Kejari Stabat di P.Brandan,"ujarnya.

Kepala sekolah SMPS tersebut ketika  di konfirmasi harian9.com mengatakan uang Rp100.000 yang diambil dari KIP siswa kelas 9 merupakan kesepakatan dengan wali siswa. 

"Mungkin ada wali siswa yang tidak hadir atau tidak mendapatkan informasi tentang pemotongan dana KIP, dan Rp100.000 itu untuk Ijazah,  pas foto dan foto copy ijazah dan lainnya, jadi tidak ada pungli," katanya.(WD.042)


Komentar Anda

Berita Terkini