NBT


Diduga Selewengkan Dana Desa, Seorang Kades Dilaporkan Warganya ke Kejari Palas

HARIAN9 author photo


 PALAS| H9
Diduga menyelewengkan penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2019, 2020, dan 2021 ini, seorang Kepala Desa di Kabupaten Padang Lawas (Palas), dilaporkan oleh warganya. Perwakilan masyarakat yang menerima kuasa pelaporannya mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Kabupaten Palas, Senin (26/07/2021) pagi hingga selesai.

Tujuh orang perwakilan masyarakat yang hadir diterima pelaporannya oleh Kasi Intel Kejari Palas. muhardani Budi Septian, SH, menjelaskan pelaporan tersebut akan segera kita proses sesuai dengan proses hukum yang berlaku

Salah satu perwakilan masyarakat, yang mendapat surat kuasa dari masyarakat, Kapolda menjelaskan kronologi pelaporan  tersebut kepada awak media.

"Kronologis awal bermula dari rapat Masyarakat Desa Minggu (18/07/2021), yang dihadiri Tokoh masyarakat, Pemuda, dan Agama serta unsur lainnya terkait dugaan pengelolaan anggaran dana desa tahun 2019, 2020, dan 2021 ini yang ditemukan beberapa item, dengan total keseluruhan sekitar ratusan juta,". Atas dasar itu kami masyarakat memberikan kuasa hak kuasa untuk melaporkan kades kami ke Kejari Palas, dalam surat laporan tersebut semua sudah terlampir," jelas Kapolda.

Tak hanya dugaan terkait penyalahan gunaan anggaran Dana Desa, dana penanggulangan Covid-19, dana BLT, dan dana desa tahun 2021, tahap I 8% dan tahap ke II 32%  juga jadi materi pelaporan.

Beliau yang juga perwakilan warga, didampingi temannya di kejari Palas menjelaskan upaya komunikasi dan teguran  kerap kali disampaikan, tapi tidak ditanggapi oleh Kepala Desa, dengan cermat

"Langkah hukum ini dipandang perlu, karena upaya komunikasi sebagai jalan tengah tidak ditanggapi secara arif dan bijak oleh pihak Pemerintah Desa," tegas Kapolda.

Kapolda menambahkan bahwa langkah hukum yang diambil juga dalam rangka memenuhi kewajiban dan hak hukum warga masyarakat akan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap penggunaan Dana Desa.

"Kami ingin ini semua bisa terbuka dan transparan. Ini bukan kali pertama yang terjadi di Padang Lawas, akan tetapi diwilayah Kecamatan ini mungkin yang pertama , sebenarnya kami tidak ingin masalah ini mencuat, tapi terpaksa kami tempuh agar langkah hukum bisa jadi solusi bagi pertanyaan masyarakat selama ini. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan kondusif, percayakan proses ini pada pihak Hukum," pungkas Kapolda.

Sementara itu, Kepala Desa t ketika diersebut dihubungi via pesan singkat Selasa (27/07/2021) memberikan tanggapan terkait pelaporan tersebut, mengatakan, "Sabar ya bos,,,,kalau udah ada titik terang nanti kita kabari rekan² dari pers bang, Kita terima aja bos, namanya laporan kan bebas bos," kata Kades.

"2021 tahun berjalan. Kita belum bisa membuat laporan bos, kalau belum akhir tahun. 2020 blt itu bos orang yang dapat blt ternyata terdaftar di BST. kan enggk mungkin bantuan itu dabel kita bagikan. Dan Sudah bos. bahkan di kecamatan. itu kita silpa lan bos", sebut kades.

Dilanjut kades, Biar di proses dulu ya bos di kejaksaan. kan laporanya di kejaksaan, pungkas kades lewat pesan singkatnya.(WD41)

Komentar Anda

Berita Terkini