NBT


Diskusi Siaga Bencana, NNB Tapsel Siap Sebagai Garda Terdepan

HARIAN9 author photo


 TAPSEL| H9
Naposo Nauli Bulung (NNB) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar diskusi tentang peran pemuda dalam siaga bencana pada zonasi dan tiik-titik evakuasi di Kabupaten Tapsel, bertempat di Lopo Pudan Sitorbis Desa Pargarutan Dolok Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapsel, Sabtu (24/7/2021).

Diskusi yang diikuti kalangan unsur pemuda dari Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Tapsel, pers, tokoh masyarakat dan pemangku lingkungan, dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel H. Ilham Suhardi, SH  Kadis Pariwisata Tapsel Abdul Saftar diwakili Kabid Pemuda Abdullah Siagian, Ketua NNB Tapsel Rizky Abadi Rambe, Ketua PPM Tapsel Affandi  Amran Pohan dari jurnalis dan pemerhati lingkungan Amri Nasution.

Kepala BPBD Tapsel H. Ilham Suhardi, SH menuturkan, dirinya dan instansi BPBD membuka ruang seluas-luasnya menerima saran dan pendapat masyarakat luas dan sejatinya siap bergandengan tangan  dalam pemberdayaan kader-kader pemuda baik NNB maupun PPM.

" Penanggulangan bencana alam bukan hanya urusan pemerintah saja. Tapi merupakan tanggungjawab bersama untuk bisa mengatasinya, " ucap Ilham.

Disebutkannya, peran pemuda dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) harus dioptimalkan, yang secara garis besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel melalui BPBD telah memaparkan adanya Peraturan Desa (Perdes).

" Perdes ini merupakan bentuk prodak politik dalam hal penanganan bencana, serta menjadi isu proitas untuk diperbincangkan dilingkungan Desa/Kelurahan, " terangnya.

Sementara Kadis Pariwisata, diwakili Kabid Pemuda Abdullah Siagian, menyampaikan bahwa pemuda adalah akar rumput untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Tapsel dan strategi pemikirian pemuda khususnya PPM dan NNB sangat diharapkan. 

Ketua PPM Affandi dalam paparannya juga menyampaikan, bahwa dipandang perlu untuk meneruskan perjuangan para pahlawan, yang seyogianya kita tidak boleh melupakan sejarah, khususnya sejarah perjuangan para Pahlawan.

" Kita harus menjaga situs-situs bersejarah di Kabupaten Tapsel agar ini tidak hilang dari catatan sejarah kita, seperti halnya yang berada di Hutatengger, Kecamatan Angkola Muaratais, " ucapnya.

Ia menegaskan, PPM siap dilibatkan dalam aktifitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), serta siap memberikan pemikiran maupun gagasan dalam  siaga bencana di Kabupaten Tapsel. 

Amran Pohan selaku jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) memaparkan agar pemuda memberikan pemikiran dan kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

" Sinergi pemuda dengan eksekutif dalam hal Ini Pemkab Tapsel sangat diperlukan karena dapat membantu laju pembangunan Kabupaten Tapsel, " terangnya.

Disisi lain Amri Nasution selaku pemerhati lingkungan yang turut menyampaikan paparannya, bahwa saat ini kita butuh kerja keras dalam siaga bencana dengan melibatkan peran seluruh stakeholder khususnya para aktivis NGO dan pengamat lingkungan. 

" Kami selaku aktivis limgkungan harus menjadi meeping dalam mengantisipasi bencana. Aktivis lingkungan harus bisa menjadi tuan rumah dalam menghadapi bencana, karena tanpa kelestarian lingkungan, bencana akan menjadi sebuah masalah, " imbuhnya.

Ketua NNB Tapsel Riski Abadi Rambe memaparkan sebagai pagar dihuta atau Desa, sudah menjadi tugas kita dalam siaga bencana. Pemuda Desa khususnya NNB akan selalu menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan diri dalm siaga bencana. 

" Kita harus bisa mangantisipasi terjadinya bencana, kita harus terhidar dari bencana khususnya persoalan bencana longsor dan banjir. Diharapkan melalui diskusi ini kita mendapatkan strategi dan gagasan baru serta dalam menetapkan titik daerah rawan bencana serta zonasi evakusi di Kabupaten Tapsel agar kita dapat mengantisipasi sedini mungkin, " tuturnya.

Riski juga menyampaikan bahwa pemuda Desa harus berpikiran cerdas demi mendorong visi misi Pemkab Tapsel mewujudkan masyarakat yang lebih sehat cerdas dan sejahtera.  

" Pembentukan titik evakusi seyogianya sudah dilaksanakan Pemkab Tapsel melalui BPBD. Namul hal tersebut baru terlaksna di titik yang dianggap prioritas oleh Pemkab Tapsel, " ujar Rizki Rambe. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini