NBT


Kemendag Optimis Ekspor Produk Herbal ke Nigeria Makin Meroket

HARIAN9 author photo


 MEDAN| H9
Produk jamu dan suplemen herbal Indonesia makin diminati masyarakat Nigeria. Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, Nigeria meyakini ekspor produk jamu asal Indonesia akan semakin meroket dan sangat menjanjikan di masa depan.

“Menurut data dari situs Trademap di Nigeria, Indonesia merupakan salah satu penyuplai produk jamu ke- 15. Nigeria merupakan importir jamu terbesar di Kawasan Afrika Barat yang mencapai USD 1,3 juta di tahun 2020. Semoga tahun ini dan tahun yang akan datang, ekspor herbal ke Nigeria akan semakin meningkat,” ujar Kepala Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemendag RI Heriyono Hadi Prasetyo, dalam kegiatan “Forum Bisnis dan Penjajakan Kesepakatan Dagang” (business matching) yang diselenggarakan ITPC Lagos secara virtual pada Sabtu (24/7/2021) di Lagos, Nigeria.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemendag, untuk kategori jamu dan suplemen herbal, Indonesia merupakan pengekspor jamu ke-18 di dunia. Total nilai ekspor jamu Indonesia ke dunia pada tahun 2021 mencapai USD 41,5 juta atau meningkat 10,96 persen dibandingkan tahun 2019. Tren ekspor alat kesehatan Indonesia terus tumbuh sebesar 7,8 persen per tahun selama beberapa tahun terakhir (2016–2020).

Forum Bisnis dan Penjajakan Kesepakatan Dagang (business matching) yang diselenggarakan ITPC Lagos secara virtual pada mengambil tema “Natural Ingredients for Health Products”. 

Forum ini menampilkan eksportir dan produsen seperti jamu, suplemen herbal, serta perawatan natural kesehatan untuk pria dan wanita.

“Jamu dan suplemen herbal Indonesia merupakan produk yang sangat dicari masyarakat Nigeria, khususnya Nigeria bagian utara. Kami berharap ke depannya akan semakin banyak lagi UKM produk jamu dan suplemen herbal dari Indonesia yang masuk ke pasar Nigeria dan meningkatkan ekspor Indonesia ke Nigeria, termasuk UKM binaan PPEI,” ujar Heriyono.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Industri, Investasi, Hak Cipta, dan Inovasi Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu) Jony Yuwono menyatakan produk jamu dan suplemen herbal Indonesia dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami yang sudah lolos uji kelayakan dan menggunakan teknologi terkini namun tetap warisan budaya turun temurun yang dilestarikan Indonesia.

“Forum Bisnis ini merupakan langkah awal yang baik untuk memperluas kerja sama bisnis yang sudah dikenal di Nigeria Bagian Utara menjadi ke seluruh negara bagian di Nigeria,” tuturnya.

Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan menjelaskan, Nigeria merupakan pasar yang menjanjikan bagi Indonesia dengan jumlah penduduk saat ini mencapai lebih dari 200 juta jiwa. 

“Kesadaranmengonsumsi minuman/makanan herbal juga mulai terbentuk di tengah masyarakat Nigeria.Peluang ekspor ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku usaha Indonesia,” imbuh Hendro.(pr01)

Komentar Anda

Berita Terkini