NBT


Kemendag Tingkatkan Kapasitas Pelaku Ekspor

HARIAN9 author photo


JAKARTA| H9
Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekspor dalam memahami nilai-nilai perdagangan berkeadilan (fair trade) dan perdagangan berkelanjutan (sustainable trade). Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kompetisi produk Indonesia di kancah perdagangan barng dan jasa secara global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menegaskan pelaku usaha Indonesia harus mulai menyelaraskan praktik perdagangan, produk, dan layanannya dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Tujuannya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dan merebut peluang pasar di dunia.

Kita perlu mendorong agar produk dan jasa Indonesia bisa memenuhi unsur-unsur sustainable trade dan fair trade supaya dapat bersaing di pasar global. Isu berkelanjutan tersebut juga sudah menjadi salah satu hal yang diperhatikan masyarakat di negara maju, seperti Eropa dan Amerika Tengah. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi produk-produk Indonesia untuk bisa masuk pasar tersebut,” ungkap Didi dalam acara webinar pelatihan 

"Peningkatan kapasitas sustainable trade dan fair trade", Jumat (16/7/2021).

Hadir sebagai narasumber yaitu para ahli d bidang fair trade dan praktisi yang telah melakukan prinsip-prinsip fair trade dalam usahanya.

“Pelatihan ini bertujuan membangun kesadaran pelaku ekspor untuk melakukan perdagangan secara lebih beretika guna memenangkan persaingan global. Selain itu, pelaku usaha diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan ekspor Indonesia,” jelas Didi.

Menurut Sekretaris Jenderal Forum Fair Trade Indonesia (FFTI) Netty Febriana, dampak pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan ekonomi dan perdagangan global yang meningkatkan risiko praktik perdagangan tidak berkelanjutan. Dalam upaya memulihkan ekonomi, terdapat potensi negara-negara yang mengurangi fokus pada komitmen mereka terhadap produksi barang dan jasa, serta perdagangan yang berkelanjutan.

“Perekonomian global semakin saling terkait dan mengacu pada isu-isu ekonomi global. Perhatian dunia terhadap isu lingkungan dan pemanasan global mendorong dunia usaha untuk mengubah cara dalam melakukan bisnisnya,” kata Netty.(PR01)

Komentar Anda

Berita Terkini