NBT


Penyaluran Kredit Perbankan di Sumut Menunjukan Perbaikan

HARIAN9 author photo

 

MEDAN| H9
Penyaluran kredit di Sumatera Utara membaik didorong oleh pertumbuhan Kredit Modal Kerja (KMK), dimana dari sisi sektoral, penyaluran pembiayaan meningkat pada seluruh sektor utama, kecuali Konstruksi dampak masih terhambatnya proyek Pemerintah akibat realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. 

"Peningkatan kredit diiringi dengan membaiknya risiko kredit didorong oleh perbaikan risiko gagal bayar pada KMK, mencerminkan optimisme aktivitas dunia usaha,"kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo, Senin (26/7/2021).

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan menunjukkan pertumbuhan (9,48% -> 12,35%) didorong oleh peningkatan seluruh kelompok perbankan serta jenis simpanan giro dan tabungan. 

"Berdasarkan golongan nasabah, pertumbuhan DPK terutama didorong oleh Perseorangan dan Swasta yang diduga menahan laju konsumsi dan cenderung wait and see dalam melakukan investasi."ujarnya.

Sementara DPK agregat Pemerintah Sumut melambat secara tahunan, namun tercatat

beberapa wilayah mengalami peningkatan nominal DPK dari periode sebelumnya diantaranya Provinsi Sumut, Kota Medan, Kab. Deli Serdang, dan Kab. Labuhan Batu.

"Sedangkan untuk aliran uang kartal dari perbankan melalui Bank Indonesia di Sumatera Utara pada Juni 2021 mencatatkan net inflow sebesar Rp 1,54 triliun (inflow sebesar Rp3,75 triliun dan outflow sebesar Rp2,21 triliun) sesuai dengan tren pasca Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya,"katanya.

Sementara itu, temuan Uang Palsu (UPAL) di Sumatera Utara hingga bulan Juni 2021 adalah sebanyak 1.818 lembar dengan mayoritas pecahan temuan UPAL adalah Rp100.000 dan Rp50.000.

"Pasca Hari Raya Idul Fitri, kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran Uang Palsu diharapkan tetap terjaga dengan menerapkan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang),"pungkasnya. (PP04)

Komentar Anda

Berita Terkini