NBT


PPP Dukung Pembahasan RPJMD Kabupaten Sergai Digelar Tepat Waktu

HARIAN9 author photo

 

SERDANG BEDAGAI | H9

Fraksi Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tetap mendukung pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 di Kabupaten Sergai berjalan tepat waktu. Sebab jika pembahasan molor maka ada sanksi yang menanti dan akan berpengaruh pada pembangunan Sergai.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Sergai dari fraksi PPP Hari Ananda S.Pd, M.SP saat di hubungi awak media, Jumat (9/7/2021).

"Saat ini lanjutan pembahasan nota pengantar RPJMD 2021-2026 yang disampaikan Bupati Sergai Darma Wijaya terus berlanjut. Dan hari ini, sidang lanjutan tentang pandangan fraksi-fraksi atas nota pengantar tersebut tengah berlangsung," terangnya.

Ia mengaku bahwa pandangan fraksi PPP atas nota pengantar RPJMD Kabupaten Sergai tahun 2021-2026 harus berjalan tepat waktu. Karena jika terlambat maka pembangunan Tanah Bertuah Negeri Beradat ini akan terganggu.

"Sesuai dengan Undang Undang tentang Rencana Pembangunan Daerah serta Permendagri tahun 2017 tentang RPJMD, ada sanksi jika pembahsan RPJMD tidak selesai tepat waktu atau maksimal 6 bulan setelah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Jika itu terjadi maka pembangunan Sergai Maju Terus akan terhambat," ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, RPJMD ini adalah rencana pembangunan untuk 5 tahun ke depan. Ini adalah pembahasan yang penting dan tidak boleh diundur.

"Dari kita sudah kita bacakan dan sudah kita sampaikan bahwa RPJMD ini untuk 5 tahun pembangunan. Jadi jangan sampai tertunda,"jelasnya.

Ia juga membantah jika Fraksi Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) ikut melakukan aksi Walk Out (WO) saat sidang Paripurna tentang RPJMD yang digelar diruang Paripuran DPRD, kamis (8/7) kemaren.

"Saya pastikan PPP mendukung pembahasan RPJMD, saya bersama ibu Sugiatik dan James Pangaribuan serta pimpinan III pak siswanto dan Merlin ikut sidang hingga selesai,"tegas Hari.

"Jika dalam pembahasan ada teman-teman sesama anggota dewan yang melakukan Walk Out itu dipersilahkan, itukan pilihan,"tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Sergai melakukan interupsi dan Walk Out saat sidang pembahasan RPJMD Sergai tahun 2021-2026 yang digelar di ruang paripuran DPRD, Kamis (8/7).

Hujan interupsi dimulai dari fraksi Partai Amanat Nasional yang meminta pimpinan sidang diganti.

"Interupsi pimpinan, sebelum rapat Paripurna ini kita mulai, kami dari fraksi PAN meminta agar pimpinan sidang digantikan oleh Wakil Ketua DPRD lainnya, karena masalah mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD masih bergulir,"ungkap Junaidi anggota DPRD Sergai dari Fraksi PAN.

Hal yang sama juga diungkapkan Khaidir dari PKB yang juga meminta agar pimpinan sidang diganti sebab masalah Mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Sergai masih belum selesai.

"Kami juga meminta agar pimpinan sidang diganti,"ungkap Khaidir.

Bahkan anggota DPRD ini juga mengancam akan melajukan Walk Out atau keluar dari persidangan jika paripurna ini tetap dipimpin oleh dr. Rizky Ramadhan Hasibuan.

"Jika paripurna ini masih dipimpin oleh saudara Rizky, maka kami akan Walk Out,"tegasnya.

Selanjutnya interupsi dilakukan anggota DPRD lainnya dari fraksi PDIP Zuhri Akhyar dan dari Partai Hanura Depriaty Tamba.

Akhirnya sejumlah anggota DPRD Sergai Walk Out atau keluar dari paripurna. Anggota DPRD yang keluar antara lain Zuhri Akhyar (PDIP), Depriaty Tamba (Hanura), Khaidir (PKB), Junaidi (PAN) serta sejumlah anggota dewan lainnya.(WPU06) 

Komentar Anda

Berita Terkini