NBT


Premi risiko BUSN Menunjukkan Penurunan Sebesar 9 Basis Point

HARIAN9 author photo

 

MEDAN| H9
Premi risiko kelompok Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) menunjukkan penurunan, meski masih tercatat paling tinggi dibanding kelompok bank lainnya. 

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam siaran pers melalui kanal youtube Bank Indonesia mengatakan pada Mei 2021, secara umum premi risiko yang dibebankan perbankan dalam penentuan suku bunga kredit telah menunjukkan penurunan sebesar 9 bps (mtm) dibanding bulan sebelumnya.

"Perbaikan premi risiko terutama terjadi pada kelompok BUSN, sejalan dengan penurunan persepsi risiko, yang antara lain diindikasikan oleh perkembangan ratio yang menunggak atau dengan istilah Loan at Risk (LAR), namun tingginya tingkat LaR kelompok bank tersebut mendorong tingkat premi risiko kelompok BUSN tetap tercatat paling tinggi dibanding kelompok bank lainnya,"katanya, Sabtu (24/7/2021).

Dikatakannya perbaikan premi risiko terjadi pada hampir seluruh jenis kredit. Penurunan premi risiko terutama terjadi pada jenis kredit ritel sebesar 19 bps (mtm), diikuti oleh jenis kredit konsumsi non KPR, dan kredit korporasi. 

"Sementara itu, jenis kredit mikro mencatat penurunan premi risiko yang terbatas, yaitu sebesar 1 bps (mtm). Dengan perkembangan tersebut,

meski dalam periode Mei 2020 hingga Mei 2021 telah menunjukkan penurunan cukup dalam yaitu sebesar 27 bps (yoy), premi risiko jenis kredit mikro tetap tercatat paling tinggi dibanding jenis kredit lainnya," ujarnya. 

Di sisi lain, meski memiliki premi risiko yang lebih rendah dibanding jenis kredit mikro, secara umum premi risiko jenis kredit selain kredit mikro menunjukkan tren meningkat selama periode Mei 2020 hingga Mei 2021. Selama periode tersebut, peningkatan premi risiko paling tinggi terjadi pada jenis kredit konsumsi, baik non KPR dan KPR, yaitu masing-masing sebesar 39 bps (yoy) dan 38 bps (yoy).(pp04)

Komentar Anda

Berita Terkini