Tanpa SNI, LSM Minta Polisi dan Disperindag Madina Sita Air Minum Zam Zami

HARIAN9 author photo

 

MADINA| H9
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meminta kepolisian republik indonesia dan dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Madina untuk menyita produk air minum kemasan yang bermerk Zam zami dari pemasaran kabupaten Mandailing Natal (Madina) karena diduga tidak memiliki SNI.

Hal itu dikatakan oleh Dedi Saputra Hasibuan, ketua LSM Tri Sakti Madina saat ditemui harian9.com, Kamis (08/07/2021) di Panyabungan, Madina.

"Melalui UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, jadi polisi dan instansi terkait termasuk Disperindag Madina harus menyita air minum kemasan tanpa SNI dari pasar Madina,"  kata Dedi

Dedi mengatakan, menurut UU perlindungan Konsumen di Pasal 2, manfaat keadilan, keseimbangan, keamanan dan keselamatan konsumen harus dijaga.

"Selain pelanggaran UU SNI, kita perlu menjaga keselamatan masyarakat Madina melalui aturan yang ada," bebernya

Menurut Dedi, Tujuan aturan tersebut untuk meningkatkan perlindungan konsumen dan meningkatkan penggunaan SNI. Untuk melihat barang apakah sudah masuk dalam SNI adalah telah dibubuhi tanda SNI.

Hal tersebut sebagaimana di atur dalam Pasal 57 ayat 5 Undang-Undang Perdagangan, menyatakan Barang yang telah diberlakukan SNI atau persyaratan teknis secara wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dibubuhi tanda SNI atau tanda kesesuaian atau dilengkapi sertifikat kesesuaian yang diakui oleh Pemerintah.

Adapun sanksi pidana memperdagangkan barang tidak sesuai SNI adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 113 Undang-Undang Perdagangan yang menyatakan bahwa:

"Pelaku Usaha yang memperdagangkan Barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI yang telah diberlakukan secara wajib atau persyaratan teknis yang telah diberlakukan secara wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)," tukas Dedi

Dedi pun berharap, Polisi dan Kejaksaan serta Disperindag Madina menyita seluruh Produk air minum kemasan Zam Zami dari pasaran Madina yang sudah dinyatakan oleh SNI Medan pada tahun 2019 hingga saat ini di tahun 2021 belum memiliki atau tidak memiliki SNI lagi. (Syah9)
Komentar Anda

Berita Terkini