NBT


Diduga Menguasai Lahan Atau Rumah Akhirnya Diperiksa Penyidik

HARIAN9 author photo

 

ACEH TAMIANG| H9
Tiga orang Warga kembali dimintai keterangan oleh penyidik Polres Aceh Tamiang, sesuai LP.A /36/V/2018/SPKT, hal ini dikatakan Ramlan Datok, Penghulu Kampung Kebun Sungai Iyu, usai mendampingi masyarakatnya, pada Senin (02/08/2021). 

Lebih lanjut Ramlan menyampaikan, kami sangat berharap adanya campur tangan Pemerintah Daerah dalam penyelesaian kasus masyarakat Kampung Kebun Sungai Iyu dengan PT. Rapala,"jelasnya.

"Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) mereka dengan yang terealisasi dilapangan sangat berbeda, dan itu dapat dibuktikan, kami akan segera melaporkan hal tersebut. 

"Kami juga mendengar kalau payung hukum yang kami tuntut tentang pembebasan lahan HGU adalah tidak benar, namun yang jelas jauh sebelumnya kami telah memohon agar tanah milik Kampung Kebun Sungai Iyu segera dikeluarkan dari pengelolaan Perusahaan," tegas Datok Penghulu. 

Kesempatan yang sama Sarwo Edi, SH Pengacara yang mendampingi masyarakat Kampung Kebun Sungai Iyu mengatakan, yang kami ketahui HGU tersebut dulunya milik PT. Para Sawita, walau sekarang menjadi PT. Rapala dan kini telah terjadi pelaporan oleh Perusahaan terhadap warga yang diduga telah menduduki rumah yang bukan miliknya,"jelasnya.

"Saya sangat berharap pada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, DPR Kabupaten Aceh Tamiang untuk melihat lebih jauh tentang hak-hak masyarakat yang diduga telah dikuasai oleh Perusahaan. 

Lebih lanjut Sarwo menambahkan, kami akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat, bila perlu akan dilaporkan pada Gubernur, Menteri, bahkan Presiden agar wilayah Kampung Kebun Sungai Iyu dapat dikembalikan sebagaimana mestinya,"tegasnya. (WD-013). 

Komentar Anda

Berita Terkini