NBT


Pemilik Gembosan Emas Diciduk Polisi di Madina, Kuasa Hukum: Banyak Kejanggalan

HARIAN9 author photo


 MADINA| H9
Terkait penangkapan pemilik Gembosan atau pembakaran Emas dan Perak atau jual beli emas hasil tambang rakyat di panyabungan Jae Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) baru-baru ini banyak kejanggalan.

Pemilik Gembosan Emas yang ditangkap pihak polres Madina pada tanggal 3 Juni 2021 di panyabungan jae kecamatan panyabungan kabupaten Madina. Karena merasa dirinya tidak bersalah dan penangkapan itu tidak bersyarat atau tidak sah menurutnya maka ia melalu kuasa hukumnya melakukan gugatan kepengadilan negri panyabungan mandailing natal atau jalur pra-peradilan.

Hal itu dikatakan oleh Jery Nikramadi Panjaitan.SH dan Dedi Alamsyah Daulay.SH kuasa hukum Ahmad Turmizi Pulungan dan Safii selaku pemohon atau pemilik Gembosan Emas dan Perak itu, kamis (5/08/2021).

"Ya kami selaku kuasa hukum pemohon melakukan gugatan lewat pra-peradilan kepengadilan negri panyabungan bahwa klien kami merasa tidak bersalah dan polisi yang melakukan penangkapan klien kami menurut kami masih belum memenuhi persyaratan" Kata Dedi Alamsyah.Sh kauas hukum pemohon.

Kuasa hikum lebih lanjut, "Menurut hemat kami penangkapan yang di lakukan oleh oknum Polres Mandailing Natal ini terhadap klin kami, kami duga sudah melanggar kode etik Polri, dimana penangkapan ini sesuai ungkapan klien kami bahwa saat polisi melakukan penangkapan itu mereka (oknum polisi) tidak bisa menunjukkan surat perintah penangkapan dan surat penggeledahan rumah klien saya dan polisi tidak membawa atau pendamping pemerintah setempat atau aparat desa." Ungkap Dedi Alamsyah Daulay.SH kuasa hukum pemohon.

"Bawha pemohon atau klien kami sudah mengakui sudah menyetor uang sebanyak 
Rp.1.500.000 kepada salah satu oknum polisi atau pelapor untuk uang lebaran di tahun 2021 ini, bahkan anehnya seperti yang dikatakan oleh klien saya Safii bahwa salah satu oknum polisi /Termohon mengatakan kepada klien saya bahwa ini adalah akibat tidak memberi setoran kepada kasat, makanya kau ditangkap kata oknum itu kepada klien saya." beber Alamsyah.

Semua kejanggalan yang di dapati oleh Alamsyah dan Rekannya Jery kuasa hukum pemohon sudah melampirkannya didalam sidang dan semua bukti transver uang semua sudah mereka lampirkan pada gugatan prapradilan itu.

"Semua bukti kejanggalan sudah kita lampirkan termasuk bukti transver uang kepada oknum polisi itu dimana kami anggap itu pungli, bahkan kasat reskirim mengatakan kepada klien kami bahwa klien kami ini adalah atensi Jendral makanya klien saya itu ditangkap itu kata kasat kepada klien saya pada saat melakulan penyelidikan," paparnya.

"Bahkan kami juga menuangkan dalam gugatan kami bahwa kenapa klien kami saja yang ditangkap padahal penggembosan atau pembakaran/pemisah emas dan perak di kabupaten mandailing natal banyak dan bahkan tambang liar secara terang-terangan menggunakan alat berat tidak ditangkap"katanya lebih lanjut.

Senada dengan Jery rekan Dedi menambahkan, bahwa klien mereka adalah bukan pelaku tambang ilegal melainkan salah seorang pemilik tempat gembosan atau jual beli emas.

"Polisi yang mengkap klien kami itu bukan pengusaha tambang ilegal melainkan pengusaha jual beli emas sama seperti penjual beli emas yang ada dipinggiran pasar tradisional lainnya yang mana disetiap kota juga ada. Dimana logam ada kadar emasnya itu yang dibeli orang itu dan usaha klien kami juga memiliki izin resmi dari pihak pemerintah desa setempat dan kami juga heran kenapa baru ini ditangkap padahal usaha jual beli emas jenis ini sudah berjalan 10 tahun sudah." Timpal Jery

Kemudian ia berharap kepada pihak kepolisian untuk kedepannya untuk melakukan tindakan seperti ini hendaknya melakukan himbauan kepada masyarakat.

"Kami harap kepada pihak polisi sebelum bertindak baiknya melakukan himbauanlah kepada masyarakat memberi pengertian dengan didampingi oleh pihak pemerintah daerah dan kepada pengak hukum kami harap tegakanlah hum dengan seadil adilnya jangan pilih kasi" harapnya

Terpisah, dihari yang sama kamis (05/08/2021) M Syahrin Nasution.SH kuasa hukum pihak polres Madina mengatakan bahwa setiap orang berhak melakukan praperadilan jika seseorang yang ditangkap oleh dan ditahan tidak memiliki kesahan.

"Setiap orang bisa melakukan permohonan praperadilan jika menurut pemohon tidak bersalah atau penangkapan dirinya tidak bersyarat atau tidak sah. Nah jika prapradilan ini diterima pengadilan negri maka kasus tersebut itu terhenti disini jika tidak, maka kasus tersebut lanjut" kata M.Syahrin Nasution.SH.

Sedangkan tudingan atau pernyataan yang dilontarkan oleh kuasa hukum pemohon atau pemilik Gembosan emas itu sebelumnya dibantah M.Syahrin Nasution.SH bahwa sipemohon menampung emas dari masyarakat yang tidak memiliki izin lalu emas yang ditampung mengembosnya di rumah pemohon hingga berbentuk lempengan dan menjualnya kembali.

"Tudingan pengkapan tidak sha, itu menurut kuasa hukum sipemohon itu menurutnya tapi yang jelas sipemohon ditangkap tangan atau ditangkap didalam rumahnya bahwa didalam rumahnya itu juga tempat lokasi Gembosan emas itu atau tempat penampungan pembelian emas hasil masyarakat yang hasil menambang yang tidak memiliki izin" uajar M.Syarin.

Namun Syharin enggan ditanya tentang penangkapan pemilik Gembosan lainnya yang ada di wilayah mandailing natal, ia hanya mau menjawak pokok permasalahan praperadilan yang ia hadapi dengan kliennya oknum polisi itu.

"Saya tidak mau jawab kalau pertanyaannya mengarah kemateril saya hanya mau menjawab pokok masalah praperadilan tentang undang undang minerba yang kami hadapi saat ini
Seterusnya ditempat terpisah, Akp.Azwar,Sh kasat reskrim Polres Madina saat dikonfirmasi membantah semua pernyataan yang dilontarkan oleh kuasa hukum pemohon gugatan itu.

"Itu tidak benar dan semua pernyataan kuasa hukumnya itu hak dia memberikan pendapat dia semua itu pengadilan yang membuktikan" singkatnya.(syah9)


Komentar Anda

Berita Terkini