NBT


Pemkab Aceh Tamiang Pulangkan Voni Gadis Asal NTT

HARIAN9 author photo

 

ACEH TAMIANG|H9
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Sosial secara resmi telah menyerahkan Voni (18 tahun) gadis asal Nusa Tenggara Timur (NTT), kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Sosial. Penyerahan tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Penyerahan Anak, yang diserahkan oleh Zulfiqar, SP selaku Kadinsos kepada Marcelus Migo Perwakilan Komunitas Flobamora NTT di Aceh Tamiangpada Kamis (12/08/2021)

Kabar Voni yang sempat beredar luas dengan dugaan isu Human Trafficking, adalah kabar yang tidak benar. Voni ternyata bukan seorang anak yang terlantar seperti dugaan sebelumnya. Bukti menunjukkan Ia merupakan seorang pencari kerja sebagai CTKA (Calon Tenaga Kerja Asing) yang akan ditempatkan di Provinsi Sumatera Utara (Medan) melalui PT. Rini Azhari Bayihaki.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan  PT. Rini Azhari Bayihaki, Gordon Rico membenarkan hal tersebut. Pihaknya sebagai penyalur calon pekerja memberikan sejumlah bukti otentik bahwa Voni terikat kontrak kerja dengannya. Bukti-bukti yang dimiliki yaitu, Sertifikat Latihan Kerja yang dikeluarkan oleh Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) Arni Family Kupang atas nama Trivonia Febian Nahak, Surat Rekomendasi Pemberangkatan Calon Tenaga Kerja AKAD dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Malaka Provinsi NTT dengan Nomor : KT.562/31/III/2021, Surat Pernyataan Melamar Pekerjaan atas izin orangtua dan didukung dengan surat keterangan status dan surat pernyataan bermaterai 10.000 tertulis tanggal 09 April 2021,"ungkapnya.

“Dalam perjanjian tersebut, Voni memiliki kontrak kerja dengan PT. Rini Azhari Bayihaki selama dua tahun dan baru dijalani kontrak kerjanya selama empat bulan,"jelas Gordon. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial mengungkapkan, kami sangat bersyukur karena pihak PT. Rini Azhari Bayihaki sebagai penyalur tenaga kerja memiliki itikad baik dalam memproses masalah ini dan berkomitmen untuk bertanggungjawab terhadap proses pemulangan Voni. Sembari menunggu proses pemulangan tersebut, Voni diserahkan kepada Perwakilan Komunitas Flobamora melalui Marcelus Migo yang bertanggungjawab untuk mengurus segala kebutuhan Voni sampai dengan kepulangannya,"jelasnya.

"Terkait kabar Voni gadis terlantar, atau dugaan isu human trafficking itu tidak benar. Ia bisa sampai ke Aceh Tamiang karena mengikuti majikannya yang memiliki usaha di Tamiang. Perkara pengakuannya kemarin yang mengatakan bahwa Ia dibawa oleh  Putri Nahak dan diusir dari rumah kawannya Putri Nahak, sehingga menyebabkan Ia sempat terlantar adalah tidak benar, Kita sudah menanyakan ulang kejujurannya dihadapan aparat hukum, perwakilan perusahaan, dan majikan tempat ia bekerja, serta perwakilan Komunitas Flobamora, bahwa yang bersangkutan tidak ada menerima tindakan kekerasan fisik dari majikan dan dia memang sengaja kabur dari tempat kerja,"tegas Kadis. (WD-013). 

Komentar Anda

Berita Terkini