NBT


Saksi Tergugat I : Selama Proses Pematokan Lahan Tidak Ada Pihak yang Merasa Keberatan

HARIAN9 author photo

 

PADANGSIDIMPU| H9
Sidang lanjutan sengketa lahan antara Lobu Sitompul dkk, dengan PT. North Sumatera Hydro Energy (PT. SNHE), yang beragendakan mendengar keterangan saksi-saksi tergugat dan penggugat, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Jumat (27/8/2021).

Sidang ke 22 perkara perdata No Register 39/PDT.G/2020/PN.PSP, dipimpin Ketua Majelis Hakim Lucas Sahabat Duha, SH, MH bersama Hasnur Tambunan SH MH dan Rudi Rambe SH MH sebagai anggota Majelis Hakim dan Heri Chandra sebagai Panitera Pengganti.
 
Saksi tergugat didampingi Penasehat Hukum PT. NSHE Tapsel Rinaldi, SH, dari Kantor Hukum Hasrul Benny Harahap dan Rekan diwakili Akhmad Johari Damanik SH, Ragil Muhammad Siregar, SH, Ahmad Aswin Diapari Lubis, SH dan Syamsir Alam Nasution, SH.
 
Sedangkan pihak penggugat menghadirkan Tim Hukum Parsadaan Raja Toga Sitompul se Indonesia Rumbi Sitompul SH, bersama anggota Tim Kuasa Hukum Penggugat, Hendri Pinayungan Sitompul SH dkk.

Dalam keterangannya di persidangan, saksi tergugat I Khoirulah Harahap menerangkan bahwa saksi mengetahui lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), bahkan saksi pernah diminta oleh teman saksi Sonang untuk untuk melakukan pematokan yang prosesnya cukup lama dan bertahap.

" Yang ikut dalam pematokan itu banyak orang diantaranya Ridwan, Jamal bersama beberapa orang lainnya, sedangkan alat yang digunakan untuk mengetahu lokasi adalah GPS dan diberi tanda patok dari besi, " terangnya.

Disebutkannya selama proses pematokan tidak ada pihak manapun yang merasa keberatan dan prosesnya berjalan lancar.

" Tidak ada namanya Lobu Sitompul di dalam proyek PLTA dan saya tidak pernah tahu tentang adanya kuburan atau makam selama proses pematokan, " bebernya.

Sementara saksi lainnya Hamdani Rambe selaku Raja Luat menerangkan, ia mengetahui adanya lahan untuk proyek PLTA dan sejak tahun 1968 leluhurnya sudah menggarap lahan yang ada di lokasi PLTA sekarang. Sementara saksi sendiri mulai menggarap lahan tersebut sejak tahun 2010.

" Setelah ada proyek PLTA, tanah yang saya garap dibebaskan oleh Tim Fasilitas pembenasan lahan proyek PLTA dan sudah diganti rugi seluas 3 Ha untuk dijadikan jalur atau jalan menuju PT. Nort Sumatera Hidro Energy (PT.NSHE) sekarang selaku pihak pengembang proyek PLTA, " katanya.

Selain itu saksi juga ikut mendampingi pemetaan pada tahun 2014 dengan Tim Independen dari Universitas Graha Nusantara (UGN) dan selama proses pemetaan tidak ada pihak manapun yang keberatan.

" Saya pernah meninjau lapangaan ke yang namanya Lobu Sitompul beserta Marga Sitompul tapi sesampainya di Rambin Maheam Perwakilan Paraduan Sitompul tidak bisa menunjukkan Lobu Sitompul dan mengatakan tidak ada Raja Luat memberikan Lobu ke pada Sitompul dan tidak ada bekas kampung didalam proyek PLTA tersebut, tapi yang ada hanya hutan dan hutan perawan, " tegasnya.

Lebih lanjut saksi menerangkan bahwa saksi mengetahu ada rapat yang di gelar di Pasar Sempurna Kecamatan Marancar karena diajak Raja Luat Marancar tentang sosialisasi di Bagas Godang tentang 4 Parompuan.

" Rapat yang di gelar di Pasar Sempurna Kecamatan Marancar tentang sosialisasi karena diajak Raja Luat Marancar di Bagas Godang 4 Parompuan, " tuturnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim menunda persidangan dan adilakananjutkan pada sidang berikutnya pada Kamis 9 September 2021. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini