NBT


Satreskrim Polres Palas Berhasil Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan

HARIAN9 author photo

 

PALAS| H9
Seorang Warga asal Desa Hasahatan Julu, Kecamatan Barumun Baru, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut),  berinisial SDW (51), ditangkap dan dilakukan penahanan  oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres), Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Sabtu, (30/07/2021), sekira pukul 13.00. Wib yang lalu.

Penahanan terhadap tersangka ini, sehubungan dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana di maksud dalam unsur uraian pasal 378 dan atau pasal 372 dari KUHPidana.

Kepada Wartawan, Kamis (05/08/2021). Hal tersebut dibenarkan Kapolres Palas, AKBP Jarot Yusviq Andito, SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Palas, AKP Aman Putra B, SH, penahanan terhadap tersangka tersebut.  Dengan Dasar Laporan Polisi No. Pol : LP/86/IlI/2021/SPKT/PALAS/SU, tanggal 22 Maret 2021.

Kasat Reskrim Polres Palas menjelaskan bahwa dalam peristiwa itu, korban berinisial AMMN (33), warga Jalan Karya 34, Lingkungan VI, Medan, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, yang juga sebagai pelapor. 

Dia (Korban) mengaku mengalami kerugian hingga Rp 200 juta. Sebelumnya, korban dan tersangka berkenalan di bulan Nopember 2013.

“Berawal dari adanya laporan, tim Satreskrim Polres Palas melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka SDW. Korban yang mengaku mengalami kerugian sejumlah  Rp 200 juta,” terang Kasat Reskrim Polres Palas, .

Kasrim, sapaan Akrab dilingkungan Mapolres Palas (Kasat Reskrim Polres Palas, AKP Aman Putra B, SH) menambahkan, kasus tersebut berawal perkenalan antara korban dan tersangka, pada tanggal 14 November 2013 sekira pukul 14.00 wib yang telah lalu, tersangka SDW mendatangi  alm. HJ. MMH, dimana tersangka ketika itu, menjanjikan bisa mengurus pelapor untuk menjadi ASN pada penerimaan CPNS tahun 2013 di kabupaten Padang lawas dengan membayar 150 juta rupiah.

Kemudian setelah pelapor melakukan mengikuti tes kemudian pelapor dinyatakan tidak lulus menjadi ASN, selanjutnya di tanggal 18 Maret 2014 tersangka kembali mendatangi Alm. Hj. MMH dan mengatakan bahwa tersangka bisa memasukkan pelapor untuk menjadi ASN dengan cara menyisipkan pada penerimaan CPNS tahun 2016 dengan membayar 50 juta rupiah.

Setelah itu di tahun 2016 sampai dengan saat sekarang ini pelapor belum juga di angkat menjadi ASN, dan total uang yang di terima oleh tersangka sebesar 200 juta rupiah. Jelas Kasat Reskrim Polres Palas,

Dalam pemeriksaan sementara, Bahwa tersngka mengakui perbuatannya yaitu melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana di maksud dalam unsur uraian pasal 378 dan atau pasal 378 dari KUHPidana yang terjadi pada tanggal 14 November 2013 sekira pukul 14.00 wib di jalan kihajar Dewantara kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas,

Dan selanjutnya terjadi pada tanggal 18 Maret 2014 di jalan profesor HM Yamin no. 34 A Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang lawas.

“Atas perbuatanya, tersangka terancam pasal, 378 dan atau pasal 372, KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan” tandas Kasat Reskrim Polres Palas, AKP Aman Putra B, SH. (WD41) 

Komentar Anda

Berita Terkini