NBT


Wagubsu: Anak-anak Harus Mulai Belajar Kelola Keuangan Sendiri

HARIAN9 author photo

 

MEDAN| H9
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyatakan, bangsa yang maju adalah bangsa yang bisa membangun pondasi perekonominya. Untuk itu, perlu sedini mungkin menyiapkan tata pengelolaan keuangan bagi masa depan anak, selain bekal ilmu yang harus diraih setinggi-tingginya.

"Dari sejak usia dini, kita ingin anak-anak menabung untuk mengejar impian. Karenanya kegiatan ‘satu rekening satu pelajar’ sangat penting, agar anak-anak kita bisa disiplin mengelola diri sendiri dan keuangannya," ungkap Wagub Musa Rajekshah dalam Webinar tentang ‘Literasi Keuangan, Satu Rekening Satu Pelajar’ dalam rangka memperingati Hari Indonesia Menabung, Selasa (24/8), di Jalan Tembakau Deli, Medan.

 

Musa Rajekshah menceritakan, dahulu saat sekolah, menabung itu harus dilakukan secara manual. Tetapi dengan perkembangan teknologi keuangan, menabung kini sudah bisa dilaksanakan dengan jauh lebih mudah.

 

"Dulu saat sekolah, untuk menabung pihak bank harus sampai datang seminggu sekali. Sebelum itu, orang tua kita menabung dengan menggunakan celengan. Artinya di era digital ini, kegiatan menabung sudah bisa lebih mudah," jelasnya.

 

Karena itu, menurutnya, dengan membiasakan anak-anak menabung sejak dini, diharapkan anak-anak dapat belajar mempersiapkan ekonominya, selain ilmu untuk meraih cita-cita. "Pendidikan anak-anak harus berkualitas. Semoga bangsa ini bisa lebih baik ke depannya," harapnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Ansori  menjelaskan, pada tahun 2024 indeks konklusi keuangan ditargetkan dapat mencapai 90%. Sedangkan di sisi literasi keuangan tingkatnya di Indonesia kini telah mencapai 38,4% lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang hanya sekitar 29%.

 

"Karenaya peningkatan indeks tersebut akan dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat, menggerakkan motor perekonomian dan instrumen lainya, di samping juga dapat menciptakan masyarakat yang mandiri secara finansial," jelasnya.

 

Yusup mengaku, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama OJK juga telah membentuk tim percepatan akses keuangan agar mendorong akses keuangan di masyarakat. Salah satunya,  adalah program satu rekening satu pelajar ini.

 

Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Murdianto menuturkan, pihaknya akan bahu membahu mewujudkan program tersebut. Karena itu nantinya, pihaknya akan menyampaikan program ‘satu rekening satu pelajar’ ini kepada para kepala sekolah di tingkat SMP, SMA dan SMK.

 

"Untuk mempercepatnya, kami dari Dinas Pendidikan juga siap memfasilitasi dan mencari solusi terbaik. Karena bisa memanajemen, mengolah dan mengatur keuangan pribadi, bisa berpikir dan berhemat dengan orientasi masa depan, merupakan ciri dari masyarakat akademis," sebutnya.

 

Sedangkan Kepala Kanwil Kemenag Sumut Syahrul Wirda menambahkan, simpanan (tabungan) pelajar adalah bahan yang mengedukasi. Untuk itu, pihaknya sangat mendukung program ini ke tingkat jajaran Kemenag mulai dari madrasah hingga pesantren. "Insya Allah, akan berjalan sukses," sebutnya.(pr01)

Komentar Anda

Berita Terkini