NBT


Yonzipur 1/Dhira Dharma Melaksanakan Demonstrasi Latihan Penjinak Bahan Peledak di PLN UPK Belawan

HARIAN9 author photo

 

BELAWAN| H9
Telah Terjadi Penemuan Indikasi Bom di sebuah PLN UPK Belawan yang membuat geger dan panik para kariawan PLN tersebut, belum lama ini.

Kemudian pihak keamanan tersebut melaporkan kejadian ini ke  Yonzipur 1/Dhira Dharma, Kemudian Yonzipur 1/DD langsung dengan sigap menurunkan peleton Jihandak dan Ransus Jihandak menuju PLN UPK Belawan untuk melaksankan Penyelidikan, Disposal dan Sterilisasi.

Setelah sampai di tempat penemuan Bom kemudian peleton Jihandak langsung menggelar pita disekita ruangan tersebut dan melaksankan penjagan supay tidak ada orang yang masuk ke daerah yg terdapat bahan peledak/Bom, setelah itu tim skematis akan menggambar dimana letak bom/bahan peledak tersebut, kemudia melaksankan penyelidikan di tempat tersebut yang diduga ada paket bom, kemudian peleton jihandak menggunakan Robot Jihandak untuk mengangkut barang yang diduga Bom/Bahan Peledak kemudian dibawa ke dengan Robot tersebut dan diletakan di Bum Trailer, setelah paket Bom sudah masuk di Bum Trailer kemudian Dibawa ke tempat yang aman untuk dilaksankan Disposal (Diledakan).

Kemudian setelah diamankan ke tempat yang aman, Kemudian peleton Jihandak melaksanakan Sterilisasi dengan menggunakan Alat Metal Detector ke seluruh ruangan tersebut. Sterilisasi ini dilakukan untuk memastikan ruang tersebut sudah aman dari bahan-bahan yang berbahaya dan  menimalisir kejadian yang tidak diinginkan dan sudah bisa digunakan lagi seperti biasa.

Letkol Czi Renggo Yudi Ariesko, S.E Selaku Danyonzipur 1/DD Berpesan “Berlatihlah dengan sunguh-sungguh untuk selalu siap bergerak dan siap dipakai kapan pun dan dimanapun. Untuk itu latihan ini bisa juga dijadikan tolak ukur kesiapan peleton jihandak khusunya peleton jihandak yonzipur 1/DD dan pada massa pandemi ini latihan tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Peleton Jihandak adalah peleton penjinak bahan peledak yang selalu berpegang teguh dengan motto tidak pernah mengulangi keselahan kedua kalinya karena sekali salah nyawa tarohanya.(pp-04)
Komentar Anda

Berita Terkini