NBT


Cabjari Labuhan Deli Buru DPO Kasus Mafia Tanah

HARIAN9 author photo


DELI SERDANG| H9
Kejaksaan Negeri Deliserdang di Labuhan Deli buru mafia tanah yang telah divonis 2 tahun penjara. Terdakwa berinisial PG masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tanggal 24 Agustus 2021 karena terjerat kasus pemalsuan surat dan penjualan tanah tanpa seizin pemilik tanah yang terletak di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang.

Hal tersebut diketahui harian9.com, Kamis (23/9/2021), dalam salinan Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1104K/PID/2019 Tanggal 12 November 2019.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Nomor 2477/Pid.B/2019/PN Lbp, dan menyatakan terdakwa PG telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan divonis dua tahun penjara.

Namun saat hendak dieksekusi, terdakwa yang sempat ditahan sejak 3 April 2019 sampai 26 Juni 2019 keburu melarikan diri dan hingga saat ini keberadaan terdakwa tidak diketahui lagi.

Oleh karena itu, pihak Cabang Kejaksaan Negeri Deliserdang di Labuhan Deli mengeluarkan surat DPO kepada PG sejak 24 Agustus 2021 sesuai dengan Nomor B- 41/DSP.1/L.2.14.9/08/2021.

Karena itu, pihak Kejaksaan Negeri Deliserdang di Labuhan Deli meminta kepada masyarakat atau pun penegak hukum lainnya yang mengetahui keberadaan PG warga Jalan Kapten Sumarsono, Nomor 10A, Helvetia/Jalan Karya, Gang Sehati, Nomor 28, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat/Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan agar menghubungi Kejaksaan Negeri Deliserdang di Labuhan Deli atau pun Kejaksaan yang terdengkat.

Sementara itu, Kasubsi Tipidum/Pidsus Cabjari Labuhan Deli Putra Raja Rumbi Siregar SH saat dikonfirmasi membenarkan PG statusnya sudah ditetapkan sebagai DPO. "Iya benar," ujarnya singkat. (WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini