NBT


Dari Tukang Rosok Bertransformasi Peternak Sapi

HARIAN9 author photo


 MALANG| H9
Dibalik renovasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), ada sosok Karman, warga RT 01 RW 01, Desa Tulungrejo, Kec. Ngantang, Kab. Malang. 

Dulunya Karman berprofesi tukang rosok (jual beli barang bekas), dan profesinya menuntut "berpetualang" dari desa ke desa. Ia mengaku, petualangannya tidak cuma di Malang saja, tapi diluar daerah, dari Kediri, Jombang, Blitar, Pasuruan hingga Lumajang.

Barang-barang yang dikumpulkannya didominasi logam, dan berat rata-rata per hari sekitar 20 kg hingga 30 kg. Petualangan jual beli barang bekas bisa disebut terbagi 2 segmen, segmen pertama menggunakan sepeda pancal, dan segmen kedua menggunakan sepeda motor.

Pasca pandemi, memaksa Karman banting setir, dari tukang rosok menjadi peternak sapi. Perubahan itu tidak lepas faktor non teknis, yang membuatnya tertahan di desa-desa sasaran barang-barang bekas.

Profesi peternak sapi dimulainya sejak Nopember 2020 silam, dan ia sama sekali tidak menyesal berganti profesi. Hal ini disebabkan ia tidak perlu lagi berpetualang dari desa ke desa, cukup dari tegal ke tegal atau dari sawah ke sawah di seputaran Ngantang.

Kondisi rumahnya yang rusak berat di beberapa bagian, membuat Karman memutar otak untuk bisa merenovasinya. Pendapatan harian yang hampir seimbang dengan pengeluaran, membuatnya tak mampu merenovasi rumahnya.

Apalagi, sapi peliharaannya masih belum memproduksi susu perah, dalam artian tidak bisa mensupport kebutuhan rumah tangga. Pendapatan harian, masih bergantung dengan upah buruh di sektor pertanian.

Tapi, nasib bicara lain, rumahnya masuk "target" , sekaligus tercatat dalam program fisik TMMD ke-112 Kodim 0818. 

"Saya berterima kasih kepada TNI yang telah memasukkan rumah saya untuk di renovasi. Rumah saya ini sangat layak dimasukkan, karena banyak bagian bangunan yang rusak", tuturnya. Sabtu (18/9/2021)

Renovasi RTLH tersebut, sebagaimana dijelaskan Danramil Ngantang, Kapten Arh Jumawi, pelaksanaannya mengutamakan kegotongroyongan antara TNI dengan warga, khususnya RT atau lingkungan tempat objek itu berada.

Batas waktu renovasi dipastikan harus sesuai rencana, dari tahap pembongkaran, pembangunan hingga penyelesaian. Bagi rumah warga yang dibongkar atapnya, disarankan untuk "bertransmigrasi" sementara ke rumah saudara atau tetangganya.

Terkait material bangunan, tiap rumah menyesuaikan kebutuhan atau kondisi bangunan. Secara keseluruhan, renovasi berjalan lancar sesuai perencanaan.

"Kita optimis, semua rumah-rumah warga akan selesai direnovasi tepat waktu. Semua material sudah kita siapkan sesuai kebutuhan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa menyelesaikannya", jelasnya.

Ponari, warga setempat, mendukung renovasi itu dilakukan, dan menurutnya sudah tepat sasaran, yaitu ditujukan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

"Saya tahu betul Karman itu siapa, kalau rumahnya masuk daftar renovasi, ini tepat sekali, karena memang ia benar-benar layak dibantu. Kondisi bangunan rumahnya memang sebagian sudah rusak", katanya.

Kapten Chb Shodik dari Pendam V Brawijaya melaporkan, sasaran RTLH dikhususkan bagi warga kurang mampu dari sisi ekonomi. Sebaran RTLH meliputi 4 dusun berbeda, dan waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Hingga berita ini diturunkan, proses renovasi RTLH masih berlangsung, dan prosentase penyelesaian tiap rumah berbeda-beda, disebabkan adanya perbedaan waktu pelaksanaan. (dodik)
Komentar Anda

Berita Terkini