NBT


Diduga Kirim Data Palsu, GP Ansor Desak Bupati Copot Kadis Kesehatan

HARIAN9 author photo


MADINA |H9
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Mandailing  Natal (Madina) Ahmad Rijal Lubis S.Pd.I mendesak Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jakfar Sukhairi Nasution untuk segera mencopot Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Madina atas penetapan status Level 4 oleh Pemerintah Pusat sebab berdasarkan informasi dari beberapa sumber mengatakan penetapan ini  dikarenakan adanya kesalahan penginputan data di Dinkes.

"Kesalahan pengimputan data ini bukan semata-mata kesalahan tim admin yang bertugas akantetapi ada kelalaian yang dilakukan Kadinkes sebagai pimpinan tertinggi di intansi tersebut yang tidak teliti dan tidak propesional dalam melaksanakan tugas yang sangat penting." kata Rizal Lubis Ketua PC Ansor Madina kepada Media, jumat (10/09/2021).

Dikatakan Rijal akibat kelalaian tersebut akhirnya Madina ditetapkan status level 4 dan diberlakukannya PPKM yang berakbiat fatal bagi masyarakat Madina bahkan bisa menimbulkan kekacauan, keresahan, merusak citra Madina dimata Nasional dan menimbulkan ketidaknyamanan diengah –tengah masyarakat.

"Menurut hemat saya ada  beberapa hal yang dirugikan akibat status level 4  ini seperti proses belajar mengajar kembali harus diliburkan padahal baru beberapa hari aktif belajar, kemudian ekonomi masyarakat juga ikut merosot, akses transfortasi juga terkendala akibat banyaknya dilakukan pembatasan lalu lintas."ujarnya.

"Dari sekian banyak kekacauan yang diakibatkan kesalahan pengimputan data tersebut sudah sepantasnya Bupati  Madina segera mencopot Jabatan Kadinkes dan Pejabat lainnya yang ikut terlibat dalam pengimputan data covid 19. Bupati tidak perlu ragu-ragu dan banyak pertimbangan untuk mencopotnya Ansor siap mengkawal kebijakan Bupati dan saya yakin masyarakat juga ikut mendukung keputusan ini. Pemberhentian pejabat yang melakukan kesalahan yang berakibat fatal kepada masyarakat umum sangat wajar dan pantas diberhentikan sebagai sanki atas perbuatannya dan untuk pelajaran bagi pejabat lainnya supaya lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan melaksanakan tugas pemerintahan." lajut Rizal.

Dikatakan Rijal yang juga mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Madina ini, bahwa selain mendesak Bupati untuk memberhentikan Kadinkes dan pejabat lainnya yang ikut terlibat dalam kesalahan data covid tersebut Ansor juga meminta Kapolres Madina agar supaya bergerak cepat melakukan pemeriksaan apakah ada motif lain dalam pengimputan data covid 19 yang saat ini beredar informasi karena kesalahan pengimputan data. 

"Sebab kita patut meragukan alasan tersebut mengingat data ini sangat penting dan secara logikanya pasti dilaksanakan secara hati –hati dan penuh ketelitian namun mereka dengan gampang mengatakan ada kesalahan pengimputan data, untuk itu kita dorong Polres Madina untuk mengusut tuntas ada apa dibalik semua ini apakah benar –benar karena kesalahan atau ada factor kesengajaan dengan tujuan tertentu. Selain mengusut tuntas kesalahan pengimputan data ini kita juga meminta Polres Madina untuk memeriksa dana covid yang sebelumnya sudah dipergunakan sehingga tidak ada keraguan masyarakat terhadap data Covid dan penggunaan anggarannya." Harap Rijal.

Terpisah, saat dihubungi Dr.Syarifuddin Nasution, kadis kesehatan Madina melaluli aplikasi Whatsap tidak menanggapi sama sekali bahkan Saat dihubungi langsung melalui via telphone, selulenya sedang sibuk atau berada diluar jangkauan jaringan sampai berita ini dibuat.(Syah9)

Komentar Anda

Berita Terkini