NBT


Kebakaran Rumah di Tanjung Botung Barumun Akibat Korsleting Listrik

HARIAN9 author photo

 

PALAS| H9
Kebakaran sebuah rumah tinggal di Desa Tanjung Botung, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Kamis (16/09/2021), diduga akibat korsleting listrik. Sekira pukul 11.00 wib. Rumah yang terbakar itu diketahui milik Alm. Darwis Lubis.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Palas, (Kasatpol PP dan Damkar Palas) Agus Saleh Saputra Daulay, SH, MM., melalui Kabid Damkar Manimpo Halomoan Siregar Didampingi Kasi Damkar Pahri Nasution, mengatakan, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi untuk memadam api, dengan pasukan pemadam sebanyak 20 orang, dipimpin langsung Kasi Damkar Palas Pahri Nasution.

Ia mengatakan, proses pemadaman telah selesai. "Sudah padam," Kejadiannya diketahui sekira  jam 11.00 wib, Dan berhasil dipadamkan sekitar jam 12.00 wib".  Ujar M. Halomoan Siregar. Kepada Harian9.com. Kamis, (16/09/2021).

Kebakaran itu, lanjut Kabid, diduga akibat korsleting listrik. Ia juga mengatakan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa kebakaran itu. "Tidak ada (korban jiwa)," ungkapnya.

Perkiraan kerugian akibat kebakaran rumah tersebut Rp. 100.000.000.,(seratus juta rupiah), pungkas Kabid Damkar Manimpo Halomoan Siregar Didampingi Kasi Damkar Palas, Pahri Nasution, serta anggota pemadam lainnya. 

"Diduga Karena korsleting listrik arus pendek dan apinya cepat membesar," kata salah seorang warga, biasa dipanggil Pak Tar (50) yang bertempat tinggal lokasi kejadian.

Terlihat api sudah membesar sehingga dirinya pun, tanpa sadar teriak minta tolong ada kebakaran.

Ia pun sangat bersyukur petugas pemadan kebakaran datang dan langsung masuk ke dalam pemukiman warga, yang mengalami kebakaran.

"Yang sangat kami syukuri mobil pemadamnya masuk", kalau enggak sudah habis rumah yang disebalahnya, bahkan lebih banyak rumah yang terbakar" kata Pak Tar.

Senada dengan itu, Boru Hasibuan (43) mengaku api semakin membesar karena anginnya bisa dibilang kencang dan berpusar. Selain itu, isi rumahnya juga ikut terbakar karena banyaknya perabot rumah menyebabkan api semakin berkobar tinggi.

"perabot dalam rumah itu kan banyak, mungkin jadi pemicu api semakin besar. Anginnya juga tadi kencang," kata Boru Hasibuan.(WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini