LSM Pelapor Korupsi Anggaran APD Covid19 Desa Diduga Mendapat Intimidasi Terlapor

HARIAN9 author photo

 

MADINA| H9
 Ketua Dewan pimpinan Daerah LSM Tri Sakti Mandailing Natal (Madina ) Sumut Dedi Saputra Hsb, mengaku dirinya mendapat tindakan dugaan pengancaman perilaku tidak pebaik atau intimidasi dari seorang Boby Burhansyah Nasution selaku Suplayer alat pelindung diri (APD) Covid19 TA.2020 yang lalu.

"Saya di minta Boby Burhansyah Nasution selaku Suplayer pengadaan Covid19 TA.2020 lalu yang saat ini sudah tahap pemeriksaan pelapor di polres madina, lewat pesan singkat di whatsap, saya duga itu suatu tindakan tidak baik atau pengancaman karena ia meminta saya untuk menghentikan pelaporan saya jika tidak ia meminta saya agar siap lahir dan batin menerima akibat semua ini, itu kata Boby kepada saya" kata Dedi Saputra Hsb, Ketua LSM Tri Sakti Madina kepada Media, sabtu (11/09/2021).

Dedi mengaku, tindakan dugaan intimidasi yang menimpa dirinya memang sudah resiko untuk menyampaikan kebenaran, tapi ia dan timnya tetap optimis mengkawal pidato Presiden Republik Indonesia (RI) Ir.Joko Widodo demi kemajuan Bangsa dan Negara bersih dari KKN dan Nepotisme.

"Saya akui perihal tidak baik yang menimpa saya saat ini sebagai pelapor itu sudah tantangan dalam menyampaikan yang benar, namun kami tetap berpedoman pada pidato Presiden RI bahwa siapa saja yang mengkorup dana Covid19 akan diberikan hukuman yang seberat-beratnya, maka atas hal itu kami minta pihak Polres Madina segera mengusut tuntas dugaan korup pengadaan APD Covid19 di desa-desa diseluruh Kabupaten Madina ini." pintanya.

Ia dan timnya (Dedi dan Timnya) sudah meminta daftar harga eceran tertinggi APD Covid 19 TA.2020 dari Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Mandailing Natal yang hasilnya sebentar lagi akan ia serahkan kepada pihak kepolisian, dan akan melaporkan kembali tindakan dugaan pengancaman itu kepada pihak ke-Polisian .

"Kita akan melaporkan dugaan perilaku intimidasi atau pengancaman itu kepada Polisi dan Alhamdulillah daftar harga APD TA.2020 itu juga sudah kita minta dari bidang perekonomian Pemkab Madina dan data tambahan itu sudah ditangan kita sebentar lagi kita serahkan kepada pihak Ke-Polisian, dan saya tegaskan sekali lagi agar Aparat Hukum sesegera mungkin menuntaskan kasus ini." harapnya. (Syah).

Komentar Anda

Berita Terkini