NBT


Polsek Pancurbatu Laksanakan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan

HARIAN9 author photo

 

PANCURBATU| H9
Hanya gara-gara pancing, satu nyawa melayang. Dan yang menjadi korban merupakan teman nya sendiri. Ini lah yang diperankan tersangka, D alias Jon (32) warga Jl. Jamin Ginting, Gg. Keraton, Kel. Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan saat rekonstruksi yang digelar Polsek Pancurbatu, Jumat (24/9/2021) sekitar pukul 11.00 wib.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/05/VII/2021/Restabes Medan/Sektor Pancurbatu tanggal 06 Juli 2021 telah melakukan rekonstruksi atau reka ulang terhadap tindak pidana barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain atau pembunuhan penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang, sebagaimana dimaksud pasal 340 Jo pasal 338 Jo pasal 351 ayat (3) KUHPidana, yang terjadi pada hari selasa tanggal 06 Juli 2021 sekira pukul 02.00 wib di Jl Sukadame, Dusun II, Desa Salam Tani, Kec. Pancurbatu, Kab. Deli Serdang yang dilakukan oleh tersangka, Jon alias Ian telah melakukan pembunuhan terhadap Polman Manurung saat korban sedang minum tuak didalam warung tuak milik Pasaribu di wilayah Pajak Melati, Medan.

Dari rekonstruksi tersebut, polisi melaksanakan 14 adegan. Dimana dalan setiap adegan diperankan langsung oleh tersangka.

Tersangaka mengajak korban  pergi dengan mengatakan "ayo dulu keluar menjumpai kawan...sebentar saja..." lalu ditanya korban dengan mengatakan " ada apa...disini saja.." lalu tersangka mengatakan "ayok lah...sebentar saja...gak lama..menjumpai kawan di simpang selayang" lalu kemudian korban berdiri dan melangkah mendekati sepeda motornya yang diparkir di depan warung tuak Pasaribu tersebut.

Korban pun berjalan menuju sepeda motornya (sepeda motor jenis honda Repsol BK 5938 VAZ warna orange) dengan diikuti tersangka, kemudian korban menghidupkan sepeda motornya sedangkan tersangka mengikuti naik dan duduk dibelakang korban lalu sepeda motor dibawa atau dikemudian oleh korban ke arah simpang selayang.

Tersangka mengajak korban kekamar kost milik tersangka di Jl. Jamin Ginting Gg. Keraton Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan untuk melihat CCTV milik tetangga karena tersangka mencurigai bahwa korbanlah yang mengambil satu buah pancing ikan milik tersangka namun pada saat memeriksa CCTV milik tetangganya tersebut bahwa CCTV itu dalam kondisi rusak sehingga kemudian oleh tersangka mengajak korban kewarung tuak milik Berton Pandiangan dan pada saat itu juga oleh tersangka kembali mempertanyakan kepada korban siapa yang mengambil pancing ikan milik tersangka tersebut tetapi korban tidak mengakuinya sehingga timbul niat dari tersangka untuk membunuh korban tersebut.

Tersangka pun mengajak korban minum tuak satu teko dikede tuak milik Berton dan selanjutnya tersangka dan korban bersama sama minum tuak namun belum habis tuak tersebut oleh tersangka mengajak korban untuk jalan jalan dengan mengatakan "ayoklah kita jalan jalan saja" dimana pada saat itu korban sudah mulai mabuk tuak sehingga mengikuti ajakan tersangka tersebut kemudiam oleh tersangka mengemudikan sepeda motor milik korban tersebut dan membawanya sekitar pantai bokek tanjung selamat  dengan maksud ingin membunuh korban di sekitar pantai bokek tersebut tetapi oleh tersangka tidak menemukan lokasi yang tepat untuk membunuh korban tersebut.

Senin ( 05/6/2021) sekitar pukul 23.30 wib tersangka membawa korban kearah Pancurbatu untuk mencari tempat atau lokasi pembunuhan terhadap korban tersebut dan kemudian pada hari selasa tanggal 06 juli 2021 sekitar pukul 02.00 wib bertempat dijalan Suka Dame Dusun II, Desa Salam Tani, Kec. Pancurbatu, Kab. Deli Serdang atau tepat dijalan yang gelap dan sepi oleh tersangka menghentikan sepeda motor milik korban yang ia bawa sambil mengatakan kepada korban "berhenti dulu kita...saya mah kencing.." dan pada saat itulah tersangka melanghar sekitar 2 meter ke pinggir jalan raya itu sementara korban turun dari sepeda motor dan jongkok disamping sepeda motornya.

Tersangka berbalik menuju posisi korban dan keposisi sepeda motor milik korban dimana pada saat itu tersangka melihat korban sudah posisi jongkok disamping sepeda motornya itu dan tersangka mendekatinya selanjutnya oleh tersangka langsung memukul atau meninju kepala korban sebanyak dua kali dengan kepalan tangan kanannya dan pada saat itu korban langsung jatuh atau tumbang ke jalan aspal itu dengan posisi telentang dengan posisi tas sandang milik korban masih disandangkan di bahu korban tersebut.

Tersangka memegang kepala korban dengan kedua tangannya lalu membenturkan bagian belakang kepala korban keaspal sampai lima kali sehingga korban tidak bergerak lagi 

Kemudian tersangka mengambil tas sandang korbam yang berisikan HP dan dokumen penting lainnya dan disandangkan dibahu tersangka tersebut. Menyeret tubuh korban kebahu jalan/ ketepi jalan dan diletakkan begitu saja dengan posisi telentang dengan kondisi korban tidak bergerak lagi

Tersangka pun mengambil dan membawa sepeda motor milik korban pergi meninggalkan korban dalam keadaan tidak sadarkan diri dan berhenti di jembatan salam tani dan membuang  HP Nokia milik korban kesungai tersebut.

Setelah itu, Selasa (06/7/2021) sekitar pukul 07.00 wib Jhonson Tarigan selaku Kepala Desa Salam Tani bersama sama dengan warga lainnya menemukan korban ditepi jalan raya Suka Dame, dusun II Desa Salam Tani tersebut dengan kondisi tidak sadarkan diri dengan keadaan mulut dan hidung dan telinga mengeluarkan darah lalu kemudian membawa korban ke RSUD Pancurbatu namun setelah mendapatkan pertolongan korban pun meninggal dunia di rumah sakit. 

Dalam adegan terakhir, Jumat (9/7/2021) tersangka menjual sepeda motor milik korban seharga Rp 2.000.000 dan uang tersebut digunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari nya. Sabtu (9 /7/2021) saat itu juga sekitar pukul 18.00 wib tersangka pun dinamakan polisi. Saat rekonstruksi berjalan, tersangka didampingi penasehat hukum Suhandri Umar Tarigan SH. 

Kapolsek Pancurbatu Kompol Dedi Dharma membenarkan gelar rekonstruksi tersebut yang dilaksanakan di halaman Polsek Pancurbatu.(WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini