Warga Desa Tengah Lakukan Aksi Protes Ke Lapas Pancurbatu

HARIAN9 author photo

 

PANCURBATU| H9
Sejumlah warga Dusun II, Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu, melakukan aksi protes ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Pancurbatu, Rabu (8/9/2021).

Aksi protes ini dilakukan karena pihak Lapas akan menutup akses Jalan Kampung Keling, Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu yang digunakan warga untuk beraktivitas.

Salah seorang warga yang bernama Susila (45) mengatakan warga memprotes pekerjaan pembangunan gedung lapas yang dikerjakan oleh pihak pekerja.

Ia mengatakan pekerja mau menutup jalan penghubung ke rumah warga dan pasar Pancurbatu menggunakan pagar besi model jaring-jaring berukuran tinggi. "Inikan akses jalan masuk ke rumah warga dan pasar Pancurbatu. Kalau jalan ini ditutup tidak bisa dilintasi mobil," katanya.

Tampak pekerja berhenti bekerja dan menutup kembali korekan lubang yang sebelumnya dikerjakan untuk mendirikan pagar besi setelah warga melakukan aksi protes hingga membuka baju di lokasi tersebut.

"Pekerja berhenti dan menutup kembali lubang untuk mendirikan pagar besi setelah saya buka baju di lokasi pembangunan gedung," ketusnya.

Ia bersama warga lainnya menegaskan Jalan Kampung Keling ini sudah ada 50 tahun yang lalu. "Usia saya 45 tahun, sementara jalan ini sudah ada 50 tahun yang lalu sebelum saya lahir," ujarnya.

Warga juga mengatakan pembangunan tersebut juga tidak ada dilakukan sosialisasi pihak lapas kepada masyarakat maupun pemerintah desa untuk memberitahukan Jalan Kampung Keling akan ditutup.

"Pihak lapas juga tidak ada sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah desa," ujarnya sembari meminta kepada lapas agar tidak menutup akses jalan tersebut.

Sedangkan, Kepala Desa Tengah Eben Nezer Pelawi mengatakan pihaknya akan mengirimkan surat yang sudah ditandatangani masyarakat ke Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut agar tidak menutup akses Jalan Kampung Keling.

"Kita juga sudah minta kepada Kalapas Pancurbatu agar tidak dilakukan penutupan sambil menunggu jawaban surat kita, mana tahu dari Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut ada solusi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II-A Pancurbatu Haposan Silalahi AmdIP SSos mengatakan keluhan masyarakat lokasi tanah pembangunan jangan ditutup supaya ada akses masyarakat untuk melintas.

"Tapi itukan tidak mungkin. Surat dari Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut sudah ada menyatakan tidak bisa memberikan jalan karena sudah ada akses jalan lain yang digunakan masyarakat," ujarnya.

Disinggung pihaknya tidak ada melakukan sosialisasi kepada masyarakat, ia membantah. "Kami sudah memasang plang imbauan di lokasi pembangunan tanah ini akan ditutup. Bunyi plang yang dipasang yaitu dengan ini kami beritahukan bahwa tanah ini akan di tutup dengan pagar bangunan lapas pada tanggal 4 September 2021," sebutnya. (WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini