NBT


Diduga Dianiaya Oknum PAM Swakarsa Dan Security PT.SSL, Dua Orang Anggota Kelompok Tani KTTJM Luka luka.

HARIAN9 author photo

 

PALAS| H9
Kemelut sengketa tanah kembali terjadi di Kecamatan Aek Nabara Barumun,  Kabupaten Padang Lawas (PALAS), Provinsi Sumatera Utara, kejadian tersebut berada dilokasi daerah areal desa Hadungdung Aek Rampa, antara masyarakat dengan pihak PT.Sumatera Silva Lestari (PT-SSL) yang bergerak di bidang  perkayuan senin (11/10/2021) sore.

Kajadian ini berawal ketika pihak PT.SSL melakukan aktifitas mereka di tanah masyarakat desa Hadungdung Aek Rampah yang mereka klim sebagian dari pada wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT.SSL yang di keluarkan izin oleh kementerian kehutanan.

Dikesempatan itu, menurut Timbul Sinaga, ketua Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri (KTTJM) Desa Hadungdung Aek Rampah, kepada awak media menerangkan, bahwa mereka mengelola areal tersebut yang mereka garap jauh jauh sebelum perusahaan PT. SSL datang beberapa tahun yang lalu.

", Kita masyarakat sebenarnya sudah terlebih dahulu menggarap lahan tersebut dan telah menanam sejak beberapa tahun yang lalu ", kata Sinaga.

Dilanjutkan Sinaga,' Ketika hari ini perusahaan melakukan aktifitas di areal yang kita anggap merupakan areal dari kelompok tani kita (KKTJM), Perusahaan datang mengelola tanah merusak dan menghancurkan tanaman yang di tanam masyarakat anggota kelompok tani, tentu saja kita anggota kelompok tani datang melarai mereka, (PT.SSL-red).

Dan disitu terjadi debat antara pihak perusahaan dan anggota kelompok tani kita ,' ujar Timbul yang saat itu juga di dampingi Ali Endar siregar sekretaris Aliansi Masyarakat Padang Lawas Raya (AMPAL-RAYA) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan senin, (11/10/2021) malam sekira pukul 21.30.wib.

Ditambahkannya ', ketika itulah anggota kelompok tani kita mengalami tindak kekerasan yang diduga di lakukan oknum PAM swakarsa dan sicurity PT.SSL yang mengakibatkan luka luka dan memar ditubuh korban atas nama Miduk situmorang sehingga tidak sadarkan diri, juga Dewi boru sihotang megalami luka luka di tubuhnya,' Terang Timbul.

Kedua Korban saat ini sedang di rawat di RSUD Sihuhuan setelah melakukan visum oleh pihak RSUD ', Kata sinaga, kita dalam hal ini akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib pada esok hari yaitu selasa (12/10/2021) ke polsek Barumun tengah dalam menindak lanjuti kejadian yang terjadi di areal sengketa lahan tersebut sesuai kesepakatan kita bersama dan kita berharap agar kejadian ini akan di tindak lanjuti, agar kejadian hukum rimba tidak terjadi lagi di kemudian hari terhadap anggata kelompok tani kita dan pada yang lain karena kita adalah negara hukum ', pungkasnya.

Sementara itu, pihak perusahaan PT.SSL hingga berita ini kami langsir belum dapat di hubungi terkait kejadian yang terjadi antara kedua belah pihak yang bersengketa sehingga terjadinya korban luka luka dari pihak masyarakat. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini