NBT


Dua Korban Pembacokan, Kini Mendapatkan Perawatan Intensif

HARIAN9 author photo

PANCURBATU| H9
Dua orang korban penikaman/ pembacokan di Dusun III, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu yang dilakukan pelaku yang disebut-sebut sebagai penggarap, saat ini mendapatkan perawatan intensif setelah menjalani operasi di RS Siloam Medan.

"Benar dan kedua pasien telah selesai dioperasi semalam," kata seorang manajemen RS Siloam Medan NS Sinaga saat ditemui wartawan di Lantai I RS Siloam Medan, Sabtu (2/10).

Disinggung berapa lama berjalannya operasi kedua pasien tersebut, ia enggan menjelaskan lebih rinci. "Untuk tindakan waktu operasi dan tindakan medis lebih lanjut kami tidak bisa memberitaukan," ujarnya.

Sedangkan, salah satu keluarga pasien yang tidak mau menyebutkan namanya saat ditanyakan kondisi pasien pasca operasi mengatakan kondisi pasien sudah mulai membaik. "Sehat," jawabnya singkat dan tidak mau menjawab pertanyaan wartawan selanjutnya.

Seperti diketahui kedua pasien tersebut yaitu Direktur PT Propernas Nusa Dua (PND), anak perusahaan PTPN II dengan Perum Perumnas yang bergerak sebagai pengembang properti di lahan eks Kebun Bekala PTPN II di Dusun III, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang.

Daniel Tarigan sebagai Direktur Keuangan dan Direktur Operasional Parlindungan Siallagan. Informasi yang kembali diterima di lapangan, motif penganiayaan tersebut belum diketahui secara pasti, namun diduga karena para pelaku tak terima lahan yang mereka garap dijadikan proyek perumahan.

Akibat kejadian itu, kedua korban masing-masing, Daniel Tarigan dan Parlindungan Siallagan mengalami luka tusuk di bagian perut dan paha. Setelah sempat sehari menjalani perawatan medis di RSUP H Adam Malik, keduanya dirujuk ke RSU Siloam Medan.  

"Sebelumnya sempat ditangani pihak RSUP H Adam Malik, selanjutnya PTPN2 merujuknya ke RSU Siloam Medan dan keduanya juga sudah menjalani operasi. Kini kondisi mereka mulai membaik," ujar Humas PTPN2/NDP Sutan BS Panjaitan, ketika dikonfirmasi wartawan.

Dijelaskannya, sebelum penganiayaan itu terjadi  kedua korban melakukan pengecekan ke lapangan, setelah mendapat informasi pekerjaan pengorekan tanah untuk dipergunakan menimbun lahan pembangunan perumahan PND tahap dua dihentikan oleh sejumlah penggarap yang mengaku areal yang dikerjakan merupakan lahan mereka.

"Yang sedang dikerjakan itu lahan kita. Berstatus HGB dengan Nomor 938/Simalingkar seluas 10,41 hektar dan HGN 1939/Simalingkar A seluas 231,33 hektar setelah dikonversi dari HGU. Tapi di atasnya malah ditanami oleh para penggarap," sebutnya.

Awalnya sempat terjadi perdebatan dan kondisi bisa dinetralisir. Meski penggarap tetap berupaya menghentikan pekerjaan, namun aktivitas pengorekan tetap dilanjutkan. Namun, tak lama kemudian, selagi kedua korban lengah, sejumlah penggarap dengan membawa senjata tajam  langsung melakukan penyerangan secara membabi-buta. 

"Kedua korban langsung diserang. Mereka kena tusuk di bagian paha dan perut. Yang parah kondisi pak Daniel Tarigan. Setelah itu pelaku sempat mengejar petugas keamanan lalu melarikan diri," terangnya. 

Ia menegaskan mereka menjadi korban saat berupaya mempertahankan aset negara. "Aksi penganiayaan ini tentu ancaman bagi kami insan BUMN yang bertugas mempertahankan aset negara. Untuk itu, kami minta pihak kepolisian segera mengusut kasus ini dan para pelakunya segera  ditangkap," pintanya.

Terpisah, Kapolsek Pancurbatu Kompol Dedy Dharma SH ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan menerima laporan dua pria terkena tikam. Namun, ia menegaskan pihaknya masih mendalami kasus penganiayaan tersebut.

"Masih kita lidik. Sejumlah saksi sudah kita mintai keterangannya, mudah-mudahan dalam waktu dekat, para pelaku bisa ditangkap," tegasnya memgakhiri. (WM021).
Komentar Anda

Berita Terkini