cari




 


 

LSM Pelapor Kasus APD Covid Desa Madina Lengkapi Berkas Pelaporan ke Polres

harian9 author photo


MADINA|H9 
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat (DPD LSM) Trisakti Kabupaten Dedi Saputra Hasibuan menyampaikan,  pihaknya sudah melengkapi berkas laporan dugaan korupsi dan perusahaan tanpa izin edar oleh Kemenkes RI. Hal itu terkait adanya dugaan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) Covid19 di berbagai Desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara.

Menurutnya, pihaknya menilai harga selisih dengan Pengadaan APD di Desa Madina sangat jauh beda dengan harga di Standarisasi oleh Perokonomian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk TA.2020. Akibat kejanggalan itulah DPD LSM Trisakti melaporkan masalah ini ke Polres Madina. 

"Contoh alat Termometer Pengukur Suhu Tubuh harga standarisasi TA.2020 di Perekonomian Madina hanya mencapai kurang lebih Rp460.000 an sedangkan yang mereka jual (CV.RPS) di desa RP.2.500.000 per-Unit, nah disini kita sudah menemukan kejanggalan patal," ucap Dedi Senin (18/10/21) kepada wartawan media ini di Penyabungan 

Selain dugaan korupsi, Dedi menyebutkan mereka juga menduga bahwa perusahaan CV.Raja Putra Sejati yang menjadi Pihak Ke-3 dalam pengadaan APD Covid 19 di berbagai Desa di kab.Madina TA.2020 tidak memiliki izin edar alat kesehatan seperti APD itu dari Kemendes RI hal itu juga mereka akan laporkan di polres Madina dalam evaluasi dan ketika pengembangan kasusu tersebut.

"Kita sudah memberikan data yang kita peroleh dari Perekonomian Kab.Madina kepada pihak penyidik di-Polres Madina, dan ketika pengembangan kasus nanti kita juga akan membeberkan di depan penyidik untuk mengaudit perusahaan yang kami duga tidak memiliki Izin Edar dari Kemenkes RI untuk menjual perlatan APD tersebut." Tukasnya.(WD-046).
Komentar Anda

Berita Terkini