Pemkab Palas : Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw dan Hari Santri

HARIAN9 author photo


PALAS H9

Dalam mengaktualisasikan religi yang merupakan kebutuhan ummat manusia pada jiwa dan bathin untuk mejalani kehidupan dunia, maka negara menjamin dan melindungi setiap warga untuk mengamalkannya serta menjaga hubungan vertikal kepada Allah Swt, oleh sebab itu Negara menetapkan Hari Besar Islam ( HBI ) untuk  diperingati ummat Islam.

Dasar rujukan inilah Pemerintah Kabupaten Padang Lawas ( Palas ) menuangkannya dalam Visi Misi Kabupaten Palas yang BERCAHAYA ( Ber iman, Cerdas, Sehat, Berbudaya ). pada peringatan HBI ini merupakan inflementasi poin Ber iman, dan Cerdas yakni melalui peringatan ini adalah suatu upaya Pemkab Palas merajut iman dan kecerdasan Ummat untuk bertambah Taqwa secara contineu dan berkesinambungan demikian penjabaran makna Pidato sambutan Wabub Palas drg Ahmad Zarnawi Pasribu Cht, MM, MSi di depan Para Undangan dan Santri pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan Hari Santri kali ini yang dilaksanakan di Mesjid Agung Almunawaroh Sibuhuan.Jumat 22 Oktober 2021.

Pada acara Peringatan ini yang menjadi agenda Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Palas, ini dihadiri Muspida Plus, OPD, Staf Pegawai Asn dan Honorer, Camat se Kabupaten Palas serta Santri Perwakilan 35 Pondok Pesantren ( PonPes ) yang ada di Kabupaten Palas,  juga masyarakat Jamaah Mesjid Agung Almunawaroh Sibuhuan.

Sebagai Penceramah, menyajikan Tausyiah disampaikan oleh Al Ustadz Ali Jamasi Gulo dari dari Kecamatan Sosa Kabupaten Palas. Beliau mengulas  tema Jadikan Generasi Muda Siap Siaga Jiwa dan Raga untuk Agama, Negara dan Masyarakat Kabupaten Padang Lawas.dari tema ini Pentingnya Generasi Muda ber ilmu dan beriman menuju Taqwa hal ini penyiapan dini tidak lain hanyalah para orangtua memberi pendidikan kepada anak secara seimbang dan menyekolahkan anak pada Pondok Pesantren untuk membentengi diri dalam perkembangan dunia dan tekhnologi modern. Sebab Para Santri inilah kelak yang akan menjadi Garda terdepan dalam membela Agama serta calon pengganti Ulama dan Ustadz, ustadzah. Jangan Pernah jenuh dan bosan dalam menimbah ilmu di Ponpes meski jauh dari orangtua dan keluarga tapi ambillah hikmah dalam menempa diri yang mandiri serta kejar ilmu yang berkah,

Ustadz Gulo mengambil Contoh banyak Orang yang berilmu tinggi dan banyak tidak berkah sesuai ukuran gelar titel; jika kita lihat dari sisi tersebut tidak pantas pada pekerjaan yang mereka geluti sekarang, yang melenceng dari harapannya dahulu seperti menjadi tukang becak dan sebagainya, sebagai yang memiliki ilmu yang berkah kita hendaknya tidak memandang remeh mereka ini, namun ambillah pelajan agar mawas sehingga masa depan Para santri tidak mengulangi yang mereka alami Motivasi Ustadz Gulo pada Santri dan Guru serta orang tua, Jamaah dalam mendidik anak. ( WDO47 ) 
Komentar Anda

Berita Terkini