Tingkatkan Air Irigasi, Dosen UMSU Ajak Petani di Kecamatan Sunggal Deli Serdang Gunakan Control Valve

HARIAN9 author photo

MEDAN| H9
Lahan sawah irigasi yang berada di Kecamatan Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang mencapai 3000 hektare. Keadaan di desa Sei Beras Sekata tersebut masih menggunakan  pintu irigasi secara manual dan banyak sekali yang sudah tidak berfungsi untuk pengendalian air guna mengairi air ke sawah petani yang jumlah sawahnya begitu besar . 

Dosen UMSU, Yunita Pane,ST,M.Si mengatakan dengan adanya lahan irigasi control valve ini, maka petani akan bisa bertanam padi dengan hasil tiga atau empat kali, tentunya produksi petani desa Sei Beras Sekata akan meningkat drastis. 

"Bila lahan pasang surut ini dapat dibuat, lahan irigasi tehnis tentu akan semakin luas untuk persawahan irigasi di Kecamatan Sunggal ini dalam kondisi krisis energi sekarang ini semua berlomba untuk mencari dan memanfaatkan sumber energi alternatif untuk menjaga keamanan ketersediaan sumber energinya," katanya, Kamis (28/10/2021).

Rancangan irigasi ini berguna untuk pemberian air yang optimal dilengkapi dengan sisem kontrol otomatis dapat menjaga permukaan air lahan sawah pada level tertentu sesuai kebutuhan tanaman, juga meningkatkan produktivitas dan efesiensi penggunaan air irigasi di lahan sawah. 

Sistem kontrol otomatis dibangun dengan memanfaatkan teknologi digital, yaitu menggunakan mobile system dengan memanfaatkan Energi Solar Cell untuk membuka dan menutup laju air irigasi walaupun dengan jarak jauh sebagai sistem kendali otomatis untuk menggerakkan sistem aktuasi tinggi muka air di lahan sawah yang dideteksi oleh sensor.

Sistem ini didukung oleh energi surya dengan menggunakan control valve yang terdiri dari panel surya, Handphone, control valve dan dapat beroperasi 24 jam tanpa pengawasan oleh operator.

Dimana dengan adanya lahan irigasi tehnis ini,maka petani akan bisa bertanam padi Tiga atau Empat kali dalam setahun, tentu produksi akan bertambah, Sedangkan lahan tadah hujan di daerah ini mencapai 3000 hektare dan lahan rawa  pasang surut ada seluas 693 hektare.

Bila lahan tadah hujan dan pasang surut ini dapat dibuat lahan irigasi tehnis tentu akan semakin luas lagi lahan persawahan irigasi ini.

"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi panen, mempercepat musim panen pada petani dan meningkatkan pendapatan penduduk. Tahapan penelitian ini adalah perakitan sistem di lokasi dengan penggunaan energi surya untuk dikoneksikan ke mobile system dan mampu membuka control valve untuk mengontrol irigasi dan lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Beras Sekata," ujarnya. 

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan oleh 3 dosen Yunita Pane,ST,M.Si, Prof. Dr. Muhammad Fitra Zambak, S.T., M.Sc dan Dr.Mohd.Yusri, M.Si yang dibiayai oleh APB UMSU.

"Dalam kondisi krisis enegi sekarang ini semua berlomba untuk mencari dan memanfaatkan sumber energi alternatif untuk menjaga keamanan ketersediaan sumber energinya," ujarnya.

Krisis energi ini dikarenakan beberapa sebab diantaranya semakin berkurangnya sumber daya alam terutama minyak bumi dan makin bertambahnya jumlah sarana industri yang membutuhkan pasokan energi dari sumber daya alam tadi. 

"Saat ini Negara-negara maju banyak mengembangkan desain-desain yang memanfaatkan sumber energi alternatif seperti energi matahari dan angin.Pengembangan energy solar ini sangat bermanfaat untuk pertanian, karena sangat berfungsi untuk peningkatan hasil panen, perbaikan kualitas produk dan pengurangan penyusutan secara langsung dihubungkan dengan ketersediaan energi," katanya.

Target penelitian ini untuk merancang alat secara otomatis dengan menggunakan tenaga energy surya dan dapat membantu masyarakat untuk mengontrol buka tutup pintu irigasi secara otomatis dengan mobile system walaupun dengan jarak yang cukup jauh.

"Tahun pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan tahun ke satu dari rencana
satu tahun, dan disini kami membantu warga Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal
Kabupaten Deli Serdang mengembangkan penggunaan Control Valve yang lebih efisien,"
ujarnya.

 Penelitian ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya bantuan dari semua
pihak, oleh karena itu pada  kesempatan  yang  sangat baik  ini pihaknya mengucapkan 
terima  kasih yang sebesar-besarnya kepada  instansi maupun perorangan.(rel)



Komentar Anda

Berita Terkini