NBT


Penjelasan Humas PT SMM Terkait Kerusakan Jalan dan Jembatan di Madina

HARIAN9 author photo

 

MADINA| H9
Humas PT.SMM, Hendra yang di konfirmasi mengaku perusahaan sudah mengantongi izin penggunaan jalan dan jembatan dari Bupati Mandailing Natal.

” Kami berharap dipastikan dulu apakah itu turun gara gara aktifitas mobilisasi alat berat atau memang sudah lama kondisinya begitu karena oprit jembatan itu kan merupakan timbunan jadi bisa saja turun arau paktor alam” ujarnya, Kamis (30/9/2021).

PT.SMM kata Hendra baru beraktifitaasdua bulan terakhir terhitung Agustus 2021 , sementara pihak Kecamatan sendiri dan masyarakat saat melakukan survey ke-lokasi jembatan mengakui kondisi oprit jembatan yang turun sudah lama terjadi, artinya bukan akibat aktifitas perusahaan yang melewati jembatan.

"Perusahaan PT.SMM sebenarnya terus berbuat, sejumlah titik jalan yang di gunakan perusahaan juga diperbaiki dengan melakukan penimbunan jalan yang berlobang, bahkan jalan yang dipermohonkan masyarakat untuk diperbaiki juga kita perbaiki karena memang kita sangat bertanggung jawab atas izin penggunaan jalan dari Pemerintah." timpal Hendra.

Penjelasan ini dilakukan humas PT SMM dikarenakan ada aduan warga setempat  oleh Firtramansyah Ritonga (Fitra), tokoh pemuda di kecamatan Naga Juang Mandailing Natal kepada Harian9.com saat di hubungi lewat selulernya, Kamis (30/09/2021), 

"Mobilisasi alat Berat Milik Perusahaan PT.SMM enam bulan terahir ini extra sibuk lalu lalang melewati jembatan H.Abdul Hakim Ritonga.SH.M.Hum atau jembatan Nagajuang Mandailing Natal Sumayera Utara, mobil truk itulah yang kami duga merusak jalan tersebut" kata Fitra

Dikatakan Fitra, rata-rata 18 Hingga 41 ton alat berat yang melewati jembatan, selain alat berat puluhan dump truk pengangkut galian c juga ikut terpantau aktivitasnya melewati jembatan.

”Kami khawatir jika berlarut larut pembiaran aktivitas alat berat melewati jembatan ini kondisinya semakin parah, ini akses andalan kami pak, satu satunya akses menuju jalan lintas Sumatera" bebernya.

Fitra menambahkan naposo nauli bulung akan melayangkan surat keberatan kepada Pemda Mandailing Natal sekaligus meminta pertanggung jawaban tentang kondisi terahir jembatan ini, karena menurutnya selain jalan mereka yang rusak sumber air minum mereka yang di alirkan dari gunung dekat kampung mereka saat ini akan terancam oleh aktifitas perusahaan tersebut kedepannya.(WD-46)

Komentar Anda

Berita Terkini