NBT


Perpustakaan Medan Buka Secara Terbatas di Masa PPKM

HARIAN9 author photo

 

MEDAN| H9
Sejak awal pandemi yang diumumkan oleh Pemerintah pada 26 Maret 2020, Perpustakaan Kota Medan mengambil langkah untuk tutup total hingga April 2020. Masuk 1 Mei 2020 layanan perpustakaan kembali dibuka dan merupakan yang pertama buka untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Sebab untuk Perpustakaan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saja kembali buka pada 1 Juli 2020. 

Kepala Bidang Layanan dan Konservasi Bahan Pustaka, Dinas Perpustakaan Kota Medan, Irfan Syarif Siregar mengatakan buka kembali layanan perpustakaan di Medan hanya diperbolehkan sebanyak 35 orang saja di dalam perpustakaan yang berada di Jalan Iskandar Muda, No 270 Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

"Jadi, sistemnya kemarin itu bergantian. Kalau sudah ada 35 orang di dalam perpustakaan pengunjung lainnya harus antri di luar. Batas maksimal pengunjung juga hanya 2 jam saja dan meggunakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," cerita Irfan saat dijumpai Media Harian9 di ruangannya di Medan, Jumat (8/10/2021).

Dijelaskannya perpustakaan dibuka karena banyak permintaan dari masyarakat terutama mahasiswa yang ingin menyelesaikan skripsi. Namun kesulitan mendapatkan bahan skripsi dan meminta agar perpustakaan dibuka. 

"Itu menjadi dasar kita membuka perpustakaan tadi," katanya.

Kemudian lebih lanjut di Juli 2020 langsung dilakukan sosialisasi di salah satu radio berdasarkan  steatment oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengumumkan perpustakaan dibuka kembali secara terbatas hingga saat ini.

"Terus terang jumlah pengunjung ada perbedaan. Berdasarkan data kita kalau sebelum pandemi bisa 150-200 pengunjung setelah pandemi hanya 100 orang itu tercatat pada bulan Agutus, September dan Oktober 2020 lalu. Nah, masuk Januari 2021 rata-rata hanya 60-70 pengunjung, dan paling tinggi 85 pengunjung tidak lebih 100 pengunjung," sebutnya. 

Katanya untuk operasional juga berubah. Biasanya Senin sampai Minggu Perpustakaan Medan bisa dikunjungi. Sejak pandemi hanya buka pada hari Senin sampai Jumat. Jam operasional juga dibatasi mulai buka pukul 08.15 WIB hingga 16.15 WIB di hari Senin hingga Kamis. Hari Jumat buka jam 08.15 WIB hingga 17.00 WIB.

"Kalau sebelum pandemi layanan perpustakaan buka hingga pukul 19.00 WIB. Tidak ada sistem buka tutup seperti sekarang kita tutup 12.00 WIB dan buka lagi 13.30 WIB. Jadi kalau ada pengunjung ya kita suruh keluar dulu dan datang di jam buka. Peraturan ini dilakukan sejak PPKM," jelasnya dan berharap bisa kembali normal mengingat Kota Medan sudah turun menjadi PPKM Level 2. 

Berdasarkan survei yang telah dilakukan Perpustakaan Kota Medan, selama pandemi di masa pembelajaran jarak jauh atau daring terutama pada mahasiswa sangat membutuhkan Perpusatakaan. Sebab menurut mahasiswa bahan untuk tugas akhir yakni skripsi tidak bisa diperoleh dari google.

"Mereka butuh buku, terkadang mereka foto bahannya langsung dan juga dipinjam. Karena dalam penyusunan skripsi harus menyertanya sumber yang jelas," imbuhnya.

*Miliki E-Book Hingga Buku Khusus Tunanetra*

Mengikuti era teknologi 4.0, Perpustakaan Kota Medan juga tak mau ketinggalan. Sejak 2019 sudah mencoba menerapkan E-Book dan E-Pusda. Di E-Book sendiri sudah ada 185 judul buku dengan jumlah 385 eksemplar dengan memiliki judul 1,2 atau 3 bisa diakses secara online.

"Jumlah koleksi buku di E-Book memang masing terbatas karena kita harus beli akses bila mau menambah koleksi dan harganya cukup mahal. Sedangkan untuk E-Pusda merupakan sistem pencarian buku, mulai dari judul, penulis dan distributor, edisi keberapa hingga cover buku akan tampak melalui layar yang telah di tempel di sudut perpustakaan yang menggunakan sistem Online Public Access Catalog (OPAC). Setiap tahun kita terus perbaharui sistem OPAC ini," jelasnya.

Adapun jumlah buku yang ada saat ini di Perpustakaan Kota Medan sebanyak 28 ribuan judul buku dengan jumlah 82.765 eksemplar yang semuanya di singkronkan ke OPAC. Sehingga mempermudah pengunjung bila mencari buku yang diperlukan. Bahkan Perpustakaan Kota Medan juga menyediakan wifi untuk pengunjungnya.

Hingga saat ini, pihak perpustakaan terus mengedukasi masyarakat mulai dari anak sekolah SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan Masyarakat Umum untuk gemar membaca dan suka berkunjung ke Perpustakaan Kota Medan. 

"Jauh sebelum pandemi ajakan ke Perpustakaan juga terus kita lakukan. Bahkan bagi pengunjung setia Perpustakaan kita berikan perlombaan dengan hadiah menarik. Dan, pada pengunjung aktif kita undang kita gelar kuis dengan hadiah menarik. Terakhir kali kita berikan hadiah mesin penerjemah berbagai bahasa. Sebagai apresiasi kita juga karena aktif ke Perpustakaan," ujarnya.

Perpustakaan Kota Medan juga memiliki koleksi buku khusus penyandang tunanetra dengan jumlah buku 14 ribu lebih. Bahkan fasilitas ini bisa dibilang baru dimiliki oleh Perpustakaan Kota Medan di Sumatera Utara.

"Biasanya difable (tunanetra) ini dibawa oleh pihak yayasan ke Perpustakaan setiap hari Selasa atau Rabu dengan pendamping 1 atau 2 orang. Mereka rata-rata mencari buki mengenai olah raga, politik, sosial dan budaya. Namun buku kita belum ada penambahan lagi terkahir kali pengadaan buku baru pada 2019 lalu. Dan, buku-buku ini memang kita cetak sendiri ya. Selain itu kita juga memiliki BI Corner di Sumut masih 2 yang memiliki BI Corner kita dan di Perpustakaan Sibolga," imbuhnya. (PP-04)
Komentar Anda

Berita Terkini