NBT


PT. AR Fasilitasi Kegiatan Sertifikasi Profesi PPL Guna Kemajuan Pertanian di Tapsel

HARIAN9 author photo

 

TAPSEL |H9
PT Agincourt Resources (PT.AR), pengelola Tambang Emas Martabe memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melalui kegiatan sertifikasi profesi bagi 30 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Gedung Olah Raga (GOR) Sopo Daganak Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapsel, Selasa (5/10/2021).

Kegiatan Sertifikasi Profesi PPL yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dibuka General Manager Operations PT.AR Rahmat Lubis dan berlangsung selama 3 hari (5-7 Oktober 2021).

Kegiatan juga dihadiri Bupati Tapsel Dolly Parlindungan Padaribu, S.TP, MM, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tapsel Ir. H. Bismark Muaranya Siregar, Kadis Ketahanan Pangan Efrida Yanti, Kadis Ketenagakerjaan, yang juga Plt. Camat Batangtoru Arman Pasaribu, Kepala BKD Suaib Harianja, Senior Manager Community PT.AR Christine Pepah dan jajaran PT.AR, dengan narasumber Basri Sirait dan Joni Jafri dari BPP Jambi, serta Wakil Direktur I Polbangtan Medan Nurliana Harahap.

General Manager Operations PT.AR Rahmat Lubis mengatakan, fasilitasi sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen PT.AR untuk meningkatkan kualitas pertanian sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Tapsel.

Sertifikasi ini diikuti 30 peserta PPL, betadal dari 9 orang PPL dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Batangtoru, 6 orang PPL dari BPP Muara Batangtoru dan 15 orang PPL dari BPP Kecamatan lainnya di Kabupate Tapsel.

Menurut Rahmat, sertifikasi profesi PPL yang didukung oleh PT.AR dan tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT.AR terutama pada pilar Tingkat Pendapatan Riil dan Kemandirian Ekonomi, juga sesuai dengan Undang-Undang (UU) No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (SP3K), Peraturan Menteri Pertanian No.45/Permentan/OT.140/4/2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian, serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 43 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Penyuluhan Pertanian.

Tak hanya memfasilitasi sertifikasi, komitmen PT.AR terhadap pengembangan pertanian di Tapanuli Selatan khususnya Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru juga terlihat dari berbagai program yang telah dilakukan, di antaranya pengembangan ternak terpadu untuk kelompok pemuda desa, budidaya tanaman akar rimpang dan penjualan oleh kelompok masyarakat di dua desa, pengembangan kapasitas budidaya ikan, produksi bibit padi unggul dan tersertifikasi, padi organik, jagung pipil, infrastruktur pertanian (seperti akses jalan dan perbaikan saluran irigasi), serta budidaya tanaman buah-buahan dalam pot, " kata Rahmat

Dikatakannya, saat ini lebih dari 70% masyarakat di Kecamatan Batangtoru berprofesi sebagai petani. Tak hanya itu, Kecamatan Batangtoru sendiri merupakan salah satu sentra pertanian di Tapsel, dengan komoditas beras/padi dan PT.AR akan selalu mendorong kerjasama strategis dengan pemerintah maupun mitra lainnya, dalam mendorong berbagai program yang berkontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

" Terima kasih kami sampaikan kepada Pemkab Tapsel yang telah mendukung program sertifikasi ini dan perusahaan akan terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian di Tapsel, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan jumlah area lahan pertanian, " ujar Rahmat.

Senior Manager Community PT.AR Christine Pepah menambahkan, untuk membangun dan mengembangkan sektor pertanian di Tapsel, pendampingan dari PPL yang berkualitas, andal, profesional, inovatif, proaktif, dan komunikatif sangat diperlukan. 

Ia mengharapkan, melalui pendampingan dari PPL terutama terkait dengan edukasi dan adopsi teknologi tepat guna, produksi pertanian di Tapsel terus meningkat, sehingga juga dapat mendorong kenaikan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan para petani dan keluarganya.

" Sektor pertanian berkembang sangat pesat dan dinamis. Oleh karena itu PPL yang tersertifikasi sangat dibutuhkan untuk mendampingi para petani dan mereka nantinya akan menjadi tempat konsultasi bagi para petani, pekebun, peternak dan perikanan air tawar, " tutur Christine Pepah.

Ditambahkannya, hingga saat ini, berdasarkan hasil pendampingan PTAR, luas lahan budidaya pertanian di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru telah mencapai sekitar 150 hektare, yang terdiri dari budidaya pertanian organik seluas 2 hektare, budidaya penangkaran padi 10 hektare, budidaya pertanian padi konvensional 100 hektare, budidaya tanaman akar rimpang 3 hektare dan budidaya jagung pipil 35 hektare.

" Adapun, pertanian dan pengembangan ekonomi lokal termasuk dalam dua fokus utama program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat PTAR. Keberhasilan petani dalam berbudidaya pangan ini perlu terus didukung dengan keberadaan dan kontribusi PPL selaku ujung tombak kehadiran pemerintah dan menurut Christine, terwujudnya PPL yang kompeten dan andal, akan menjamin penyelenggaraan penyuluhan yang terjamin kualitasnya dan mendapatkan pengakuan dari kelompok dan masyarakat tani, sehingga mampu mendukung pertanian Tapsel ke arah yang lebih baik.

 

“ Saat ini, jumlah petani yang mendapatkan program pendampingan dari PT.AR juga telah mencapai sekitar 250 orang. Berbagai hasil pertanian mereka berhasil dipasarkan di luar Batangtoru dan Muara Batangtoru, yakni di Padangsidimpuan, Sibolga, hingga Medan. Kami mendukung para petani tidak hanya melalui pengembangan kapasitas, tapi juga penyediaan saran produksi pertanian, sistem irigasi, infrastruktur akses persawahan, asistensi sertifikasi produk, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga fasilitas produksi pasca panen serta akses pemasaran, " rinci Christine.

Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly P. Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT.AR atas inisiatif dan komitmennya bekerja sama dengan Pemkab Tapsel guna meningkatkan kualitas sektor pertanian.  

“ Kami akan mengawal dan terus mendukung pelatihan dan sertifikasi ini. Pertanian merupakan salah satu ujung tombak di Tapsel, apalagi produksinya hingga saat ini cukup baik dan kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini dapat mengoptimalkan sumber daya, memanfaatkan teknologi sehingga mengoptimalisakan peran petani dan penyuluh dalam pencapaian program swasembada pangan di Tapsel, serta mendorong meningkatnya petani milenial yang maju, modern, profesional dan memiliki jiwa entrepreneurial, " ungkap Dolly.  

Kadis Pertanian Tapsel Ir. H. Bismark Muaranya Siregar menyampaikan, lebih 70 persen masyarakat Tapsel memanfaatkan lahan untuk berbagai sektor Ketahanan Pangan baik bersawah, berkebun, beternak dan  perikanan. Okeh karena itu melalui kegiatan sertifikasi ini tercipta petani tidak hanya bersifat tradisional, tapi jadi petani milenial dengan memanfaatkan sarana tekhnologi digital.

Ia menyebutkan, Menteri Pertanian di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo juga menginginkan kedepannya kemampuan PPL di atas rata-rata dan memiliki pengetahuan dengan memanfaatkan tekhnologi digital.

" Karenanya, melalui upaya dan kerjasama berbagai pihak dan stakeholder, kami terus berupaya melalukan pembenahan dan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas PPL yang tujuannya bagaimana produksi pertanian Tapsel meningkat, " tegas Bismark. 

Salah satu asesor uji kompetensi PPL Nurliana Harahap, juga Wakil Direktur I Polbangtan Medan, menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi ini penting. PPL sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, sebagai kendaraan/jembatan menghantarkan petani agar lebih sejahtera. (WD.014)


Komentar Anda

Berita Terkini