Bobby Nasution Bawa Medan Jadi Kota Berbudaya dan Berindentitas Kuat

HARIAN9 author photo


MEDAN| H9

Banyak keinginan yang  hendak diwujudkan Wali Kota Medan Bobby Nasution terkait dengan revitalisasi Lapangan Merdeka. Salah satunya ingin menjadikan Kota Medan sebagai kota yan berbudaya dan berindentitas. Sebab, tujuan revitalisasi yang dilakukan adalan penataan kota sekaligus pelestarian budaya dan nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga menjadi titik bangkit ibukota Provinsi Sumatera Utara ini menjadi kota berbudaya dan memiliki identitas kuat yang berasal berbagai etnis budaya yang ada.


“Kota Medan memiliki beragam etnis dan budaya. Oleh karenanya setelah dilakukan revitalisasi ini nantinya berbagai etnis dapat terkandung di dalamnya. Kita berharap melalui revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan dapat sebagai titik bangkit  menjadikan Medan sebagai kota yang berbudaya dan beridentitas kuat,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Keinginan orang nomor satu di Pemko Medan itu langsung ditindaklanjuti Kadis Kebudayaan Kota Medan OK Zulfi. Saat ditemui di kantornya Jalan Raden Saleh kemarin, OK Zulfi mengatakan, revitalisasi Lapangan Merdeka sebagai upaya pelestarian budaya di Kota Medan. Terkait itu, jelasnya, Dinas Kebudayaan telah menyiapkan program Pekan Warisan Budaya Medan yang mengambil lokasi di Lapangan Merdeka.

Dikatakan OK Zulfi, program ini dilaksanakan sekali setahun dengan menampilkan berbagai atraksi budaya  seperti festival tari, karnaval budaya dan pameran foto yang akan digelar selama sepekan. Selain itu, ungkapnya, guna mendukung revitalisasi Lapangan Merdeka sebagai fokus kegiatan budaya juga akan rutin digelar kegiatan story teller untuk anak-anak sekolah dasar maupun kegiatan heritage walk di sekitarnya bagi masyarakat umum.

“Selain itu dilakukan dilakukan penguatan fungsi lapangan sebagai aset sejarah dengan menata tatengger (batu bertulis sebagai tanda lokasi / tempat perjuangan) sehingga menjadi monumen sejarah kemerdekaan. Disamping itu, nantinya juga akan dibangun taman budaya atau Cultural Park Medan yang didalamnya terdapat museum dan ruang interaksiseniman. Selain itu, menghidupkan Dewan Kesenian Medan,” ungkap OK Zulfi.

Upaya yang dilakukan Bobby Nasution untuk menjadikan Lapangan Merdeka sebagai titik bangkit Medan menjadi kota yang berbudaya dan beridentitas kuat melalui revitalisasi, mendapat perhatian dan dukungan dari budayawan sekaligus sastrawan Kota Medan Dr Shafwan Hadi Umry. Menurut Shafwan, langkah yang dilakukan Wali Kota sudah tepat dan fungsional. Sebab, menjadikan Kota Medan sebagai kota yang berbudaya diikuti dengan pemberdayaan seni budaya,  kuliner  dan seni musik milineal.

“Langkah yang dilakukan Pak Wali ini sudah tepat dan harus kita dukung dengan baik. Dengan revitalsiasi yang dilakukan, Lapangan Merdeka nantinya menjadi tempat yang semakin tertata sekaligus bernilai budaya. Selain menjadi  ruang terbuka hijau (RTH), Lapangan Merdeka juga bisa dijadikan sebagai tempat pesta budaya sehingga berbagai budaya yang ada dapat tampil. Tentunya hal ini akan menjadikan Kota Medan berindentitas,” jelas Shafwan.

Selanjutnya Shafwan menerangkan, revitalisasi sering dimaknakan sebagai  pemberdayaan segenap sektor kebudayaan sehingga ada panggung pameran seni rupa, musik, tari,  sastra serta kesenian tradisional yang hampir punah. Tentunya dengan revitalissi yang dilakukan, tegas Shafwan, akan menjadikan Lapangan Merdeka titik bangkit Medan sebagai kota yang berbudaya.

“Pertunjukan kesenian tradisional harus ditampilkan dengan mengundang kelompok siswa (SD,MDi,SMP,SLTA) pada hari-hari tertentu. Kemudian ada dialog budaya dengan narasumber, pemangku adat dan pendukung budaya berbagai suku yang ada di Kota Medan. Tentunya ini akan menjadikan Medan sebagai kota berbudaya dan berindentitas kuat,” paparnya.(pr01)
Komentar Anda

Berita Terkini