Bupati Pakpak Bharat Terima Audensi MUI Dan Beberapa Organisasi Islam

harian9 author photo

 

PAKPAK BHARAT|H9
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pakpak Bharat dan sejumlah Organisasi Massa berbasis Islam di wilayah Pakpak Bharat Rabu, (23/11) menemui Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor. Pertemuan yang digelar di Aula Rumah candu, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Pakpak Bharat di Salak guna membicarakan beberapa permasalahan serta menyampaikan dukungan MUI Pakpak Bharat serta Ormas-Ormas Islam yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat.

Disamping hal ini MUI Pakpak Bharat bersama sejumlah ormas lainnya berharap agar Pemerintah dalam hal ini Bupati Pakpak Bharat memberikan perhatian khusus terhadap maraknya sejumlah penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pakpak Bharat Ust. Malindung Capah, S.Ag saat mangutarakan maksut kunjungan mereka dihadapan Bupati Pakpak Bharat.

Kami pada prinsipnya sangat mendukung upaya Pemerintah, Bapak Bupati dalam memberantas berbagai penyakit masyarakat ini, maraknya kegiatan prostisusi khususnya di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe bahkan disinyalir telah merembet kewilayah Kecamatan Siempat Rube, Salak dan Kecamatan lainnya telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya umat Islam, disamping itu adanya praktek-praktek judi baik yang dilakukan secara online ataupun bentuk judi lainnya juga telah menimbulkan keresahan bagi kami masyarakat Pakpak Bharat, kami mohon perhatian serius dari Pemerintah dalam hal ini Bapak Bupati dalam menyikapi hal ini, ungkap Malindung Capah saat menyampaikan sambutannya.

Pasca ditutup beberpa tahun lalu tepatnya ditahun 2018, kawasan yang sering dijadikan sebagai tempat prostitusi yakni Dusun Buluh Didi di Desa Tanjung Mulia, kini kwasan itu kembali ramai dengan hadirnya kembali para pelaku usaha illegal yang membangun rumah-rumah penginapan di wilayah itu, tentunya sangat mencoreng wajah Pakpak Bharat dimana kawasan ini adalah sebagai pintu masuk Kabupaten kita, ucap dia kemudian.

Sementara itu Ridwan Solin salah seorang Pimpinan ormas Islam di Pakpak Bharat mengungkapkan adanya dugaan bahwa di Kecamatan Salak dan Siempat Rube juga telah ditemukan adanya praktek Prostitusi dan juga praktek perjudian yang kian marak.

Dari hasil pengamatan kami, diberbagai Kecamatan telah kami temukan adanya kegiatan serupa, prostitusi dan judi, kami sangat berharap banyak kepada Pemerintah untuk segera menyikapi hal ini,ungkap Ridwan Solin.

Menyikapi hal ini Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor berjanji akan segera menindak lanjutinya dalam waktu dekat ini.

Saya sesungguhnya sangat sependapat dengan Bapak-bapak semua, bahwa prostitusi ini apapun alasannya mau tidak mau harus kita basmi dari bumi Pakpak Bharat ini, akan tetapi tentunya kita akan lakukan ini dengan tahapan-tahapan tertentu sesuai dengan aturan yang ada, mungkin akan kita berikan peringatan-peringatan dan sebagainya, kita lakukan juga pendekatan agar yang bersangkutan segera menutup usahanya, dan kalau masih juga membandel apa boleh buat, terpaksa kita lakukan upaya penutupan sesuai prosedur, ungkap Bupati menjelaskan.

Masalah Dusun Buluh Didi ini akan kami carikan upaya penyelesaian konkrit nantinya, sehingga kita dapatkan solusi permanen yang berkesinambungan, mungkin disana akan kita bangun sebagai kawasan pertanian, atau mungkin kawasan bisnis dan sebagainya yang lebih bermanfaat sehingga kelak tidak terulang kembali seperti saat ini, saya tahu sudah pernah ditertibkan tetapi terulang kembali, ini tidak boleh terjadi, ungkap Bupati kemudian.

Bapak dan ibu semua misi saya disini sesungguhnya hanyalah untuk melayani Tuhan saja, semoga apa yang kita upayakan bersama selalu mendapa ridho dari Nya, senatiasa kita semua ini dalam lindungan dan bimbingan tangan Nya, dan semoga Dia selalu mamberikan yang terbaik bagi kita, tutup Bupati kemudian.(WD-045)
Komentar Anda

Berita Terkini